Rintik Hujan Dan Secangkir Kopi

Rintik Hujan Dan Secangkir Kopi
ini-pelajaran-yang-dapat-dipetik-ketika-putus-cinta-melanda
Terbangun disuatu pagi
Rintik hujan sudah menyertai
Selimut tebal masih menyelimuti
Rasa malas menghantui

Suasana dingin mendorong ku untuk berdiri
Berjalan melewati lorong sepi
Membuat secangkir kopi
Hangati tubuh yang menggigil sedari tadi

Rintik hujan dan secangkir kopi
Terlintas dipikiran orang yang pernah paling ku cintai
Duduk di teras sembari ngobrol basa basi
Ditemani dengan secangkir kopi dan sepotong roti
Kenangan manis yang pahit untuk terulang kembali

Rintik hujan datang tanpa memberi kabar
Dia pamit pulang dan pergi meninggalkan
Menjemput adik, dia bilang
Aku mengangguk dan mengizinkan
padahal hujan diluar begitu deras
petir pun menggelegar terdengar sangat keras
pepohonan bergerak ke kanan dan ke kiri
tanda angin memang cukup kencang menyertai

ku kenakan payung dan menerobos hujan
ada yang mendorong ku untuk keluar
entah apa yang akan terjadi
berita buruk atau baik yang kudapati

sudut mata ku tertuju pada sebuah warung kopi
ramai pengunjung sembari menunggu hujan berhenti
mataku tak berhenti mencari - cari
terus bergerak ke kanan dan ke kiri
kucari, ku telaah, kutemui
seorang pria mengenakan jaket hitam pekat
sedang menikmati secangkir kopi pahit
bersama wanita cantik rupawan ditatap matanya

hati patah berkeping tak bisa disatu
air mata mengalir menyatu bersama derasnya hujan
gemuruh petir mewakili segenap perasaan
tak dapat dipungkiri
tadi pagi berdua tertawa dan bercerita
sekarang kudapati bersama wanita lain bercengkrama dan bercinta

perkara rintik hujan dan secangkir kopi
membuat ku harus mengingat kembali
kesedihan yang kualami
kebohongan yang kuhadapi
orang tak punya hati yang kutemui

730 hari kita bersama
Saling percaya dan saling memiliki rasa
730 hari kita bersama
Harus usai karena orang ketiga

1 Like