Richard Cousins : Sosok Pembawa Perubahan Besar dalam Bisnis

2623

Sekilas Tentang Richard Cousins

Richard John Cousins pria kelahiran Leeds, Inggris pada 29 Maret 1959 ini merupakan CEO dari perusaan jasa makanan terbesar yaitu Compass Group yang berbasis di Chertsey, Surrey bagian dari Kerajaan Britania Raya, Inggris.

Cousins mengenyam pendidikan di The Brakenhale School. Cousins kemudian melanjutkan pendidikannya di University of Sheffield dan meraih gelar Sarjana (BSc) dalam bidang Matematika pada tahun 1980. Kemudian Beliau meraih gelar Magister (MSc) dalam bidang Riset Operasional di Lancaster University Management School.

Karir

Cousins mulai bergabung dalam Compass Group pada Mei 2006 sebagai Group Chief Executive, menggantikan posisi Mike Bailey.

Selain jabatannya sebagai jajaran Dewan Direksi di Compass Group, Cousinsjuga pernah menduduki posisi Senior Independent Director dari Tesco. Tesco merupakan perusahaan supermarket multinasional yang berpusat di Welwyn Garden City, Hertfordshire, Inggris, Britania Raya.

Cousins bergabung dalam Tesco pada Oktober 2014 sebagai Non-Executive Director pada saat perusahaan mengalami krisis dengan adanya skandal keuangan yang mengguncang perusahaan.

Pada 2014, Tesco terlibat skandal penipuan yang dengan dana sebesar £326m (326 juta poundsterling) yang ada dalam anggarannya. Perusahaan tersebut mengaku telah melebih-lebihkan keuntungan sebesar 263 juta poundsterling dengan pembayaran yang salah dari pemasok. Perusahaan kemudian merevisi sampai menjadi 63 juta.
Philip Clarke dan tiga mantan direktur Tesco lainnya di Inggris telah dikenai tuduhan bahwa perusahaan tersebut melebih-lebihkan keuntungannya pada tahun 2014.

Cousins masuk dalam Tesco di saat keadaan krisis dengan membawa berbagai keahlian dan pengalaman dalam menangani krisis dan menjalankan bisnis yang masuk dalam FTSE 100 (Indeks Saham di Bursa Saham London).

Pada April 2015, Cousins menjadi Senior Independent Director menggantikan Patrick Cescau. Pada tahun 2016, Cousins dibayar oleh perusahaan sebesar £115,000 atau sekitar Rp. 1987710518.67 (sekitar 1,9 Miliar rupiah).

Kedudukan Cousins dalam direksi di Tesco hanya bertahan dua tahun. Pada Januari 2017, Cousins memutuskan untuk mundur dari jabatannya di Tesco. Sumber terdekat dari perusahaan supermarket itu mengatakan kemungkinan alasan yang paling kuat adalah adanya clash dengan petinggi lainnya, khususnya Chief Executive, Dave Lewis.

Ketua dari Retailer John Allan mengatakan : “Mewakili jajaran Direksi, aku ingin berterima kasih pada Richard atas kontribusi besarnya terhadap Tesco selama dua tahun ini khususnya untuk wawasan dan saran yang tak ternilai harganya bagi kami karena telah memberikan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam dunia bisnis. Kami mengharapkan yang terbaik untuknya di masa depan.”

Cousins telah memimpin Compass selama 11 tahun, ini kali pertamanya Ia meninggalkan posisi non-executive tanpa terduga hanya dalam waktu dua tahun.

Menyusul dengan mundurnya Cousins dari Tesco, memberikan efek pada pasar saham yang merespon dengan penurunan saham Tesco 1.35 poin atau 0,65% ke angka 205.5 pada Selasa 12 Januari 2017. Tesco juga mencatat kerugian pra-pajak tahunan sebesar £ 6.4bn, salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan Inggris.

Selepas perginya Richard Cousins dari jajaran Tesco yang langsung direpon negatif oleh pasar saham selanjutnya juga berlanjut berbagai defisit dan kerugian.
Pada bulan April 2017, perusahaan tersebut mengkonfirmasikan bahwa pihaknya akan menjual bisnis optik di dalam perusahaan kepada Vision Express.
Pada bulan Juni 2017, Tesco mengumumkan sebuah inisiatif pemotongan biaya utama yang akan mengurangi tenaga kerja perusahaan lebih dari 1200 pekerja. Pengurangan kunci mencakup lebih dari seperempat karyawannya di Welwyn Garden City dan Hatfield, serta menutup call center di Cardiff. Perusahaan ini berharap bisa mengurangi biaya sebesar £ 1,5 miliar.

Kerugian dan defisit selepas kepergian Richard Cousins yang terus berlanjut ini membuktikan memang ada sesuatu yang salah dalam perusahaan Tesco, apalagi ditambah Richard Cousins yang hengkang dari jabatannya di Tesco karena konflik internal memperburuk situasi perusahaan.
Padahal adanya Richard Cousins dalam Tesco ini cukup berpengaruh untuk menjaga perusahaan tetap bertahan di saat citra buruk perusahaan yang tercemar oleh skandal, akan tetapi kepergiannya yang disebabkan oleh konflik dengan internal perusahaan justru memperparah citra buruk perusahaan yang mengakibatkan kerugian pun terus berlanjut.

Quote

Richard berkontribusi besar terhadap Tesco selama dua tahun ini khususnya untuk wawasan dan saran yang tak ternilai harganya bagi kami karena telah memberikan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam dunia bisnis. - John Allan

Sumber

Dalam sebuah jurnal dari Compass Group berjudul Compass Group PLC Crisis Manual terdapat pesan dari Richard Cousins yang berisi tentang betapa pentingnya memliki sebuah perencanaan krisis yang terstruktur. Richard mengajarkan bahwa dalam situas krisis keselamatan kolega dan klien menjadi prioritas utama Compass Group. Adapun 3 hal yang harus diperhatikan yaitu memastikan operasi kerja berstatus aman:
• Bekerja dengan seorang manajer untuk mengatur dan mengelola keamanan operasional.
• Mengidentifikasi tingkat keparahan krisis: mampu membuat sebuah keputusan tentang tingkat respon yang dibutuhkan.
• Dengan sikap tenang dan pendekatan secara tertib: mampu melaksanakan tanggapan dengan tepat sesuai prosedur perusahaan.

richard cousins

Yang harus anda ketahui bahwa Richard John Cousins lahir di Leeds, pada tanggal 29 Maret 1959. Richard John Cousins atau yang lebih familiar dikenal dengan nama Richard Cousins merupakan CEO dari perusahaan makanan tersebar yaitu Compass Group yang pusatnya berada di Chertsey. Richard Cousins pernah menamatkan pendidikan di The Brakenhale School. Kemudian melanjutkan pendidikan di University of Sheffield dan meraih gelar Sarjana (BSc) dalam bidang Matematika pada tahun 1980. Kemudian Cousins meraih gelar Magister (MSc) dalam bidang Riset Operasional di Lancaster University Management School.

Jenjang karir yang dilalui oleh Cousins yaitu bergabung dalam Compass Group pada Mei 2006 sebagai Group Chief Executive, menggantikan posisi Mike Bailey yang menjabat sebelumnya. Selain menjabat sebagai jajaran Dewan Direksi di Compass Group, Cousins juga sempat menduduki posisi Senior Independent Director dari Tesco. Tesco merupakan perusahaan supermarket multinasional yang berpusat di Welwyn Garden City, Hertfordshire, Inggris. Cousins bergabung dalam Tesco pada Oktober 2014 sebagai Non-Executive Director pada saat perusahaan mengalami krisis dengan adanya skandal keuangan yang mengguncang perusahaan. Cousins masuk dalam Tesco di saat keadaan krisis dengan membawa berbagai keahlian dan pengalaman dalam menangani krisis dan menjalankan bisnis yang masuk dalam FTSE 100 (Indeks Saham di Bursa Saham London). Saat berada di Tesco ia terlibat skandal penipuan yang dengan dana sebesar £326m (326 juta poundsterling) yang ada dalam anggarannya dananya.

SELAMA MENJABAT di COMPASS GROUP

Menurut Richard Cousins masing-masing dari mereka yang berada di Compass Group memiliki kewajiban moral untuk menjaga satu sama lain, pelanggan dan lingkungan kita dengan bercita-cita untuk mengoperasikan tempat kerja yang aman, bebas cedera dan sehat, menyajikan makanan yang selalu aman dikonsumsi dan untuk meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan.
Sebagai syarat minimum, mereka akan mematuhi semua peraturan lingkungan yang relevan dan kode praktik yang telah disetujui. Di lokasi di mana mereka tidak bertanggung jawab langsung atas pabrik dan peralatan, mereka akan bekerja sama dengan klien mereka untuk mempertimbangkan cara terbaik untuk memperbaiki kinerja lingkungan operasi mereka. Sampai pada akhirnya mengeluarkan sebuah pernyataan sebagai berikut :

                      PERNYATAAN KEBIJAKAN LINGKUNGAN

Untuk memastikan agar masing-masing menjalankan peran kami dalam mengurangi dampak dari apa yang kami lakukan terhadap lingkungan global, kami telah mengembangkan serangkaian perilaku umum yang diperkenalkan ke semua operasi kami dan selama lima tahun ke depan akan menetapkan tolok ukur untuk industri kami. .
Saya (Richard Cousins) telah menetapkan tujuan dan target yang jelas untuk mengukur dan melaporkan kinerja lingkungan kita. Secara khusus, kami akan:

  • Melaporkan implementasi dan kepatuhan terhadap Standar Lingkungan, termasuk program pengurangan limbah pangan
  • Kurangi air dan energi yang digunakan di kantor utama kami
  • Mengurangi emisi CO2 dari armada kendaraan kita
  • Kurangi kemasan limbah dalam rantai pasokan kami
  • Berusaha mengurangi mil makanan dengan meningkatkan penggunaan produk musiman yang bersumber dari pasar domestik yang relevan
  • Pastikan semua karyawan kami dilengkapi dengan informasi, pelatihan dan alat yang diperlukan untuk menerapkan praktik lingkungan yang bertanggung jawab.

Compass Group juga mengharapkan standar yang sama tinggi dari para pemasok dan kontraktor kami adalah tanggung jawab Saya (Richard Cousins) sebagai Chief Executive untuk memastikan bahwa sumber daya yang sesuai, termasuk manusia dan keuangan, berkomitmen untuk menerapkan kebijakan ini di semua operasi kami dan mengkomunikasikannya kepada semua karyawan kami.
Kinerja lingkungan kami akan dipertimbangkan pada setiap pertemuan manajemen di Compass Group dan Dewan akan meninjau ulang kebijakan tersebut setiap tahun, untuk memastikan bahwa hal tersebut terus mencerminkan tujuan dan inspirasi perusahaan. Kami akan melaporkan pada bulan Desember setiap tahun mengenai kemajuan dalam Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Grup kami di: www.compass-group.com

Sumber :
wikipedia.org : Richard Cousins (diakses pada 1 September 2017)
theguardian.com : Richard Cousins makes shock departure from Tesco board of directors1 (diakses pada 1 September 2017)
bloomberg.com : Richard Cousins Chief Executive Officer, Compass Group PLC (diakses pada 1 September 2017)
theguardian.com : SFO will not charge former Tesco boss over accounting scandal (diakses pada 1 September 2017)
• Environmental policy statement May 2017.pdf

Richard Cousins, CEO Compass

Richard John Cousins lahir pada 29 Maret 1959 di Leeds adalah seorang chief executive officer perusahaan jasa makanan terbesar di dunia yaitu Compass Group yang berada di Chertsey, Surrey. Richard Cousins merupakan anak dari pasangan Marian dan Philip Counsins. Beliau menyelesaikan sekolahnya di Brakenhale yang merupakan sebuah sekolah yang komprehensif. Pada tahun 1980, Richard berhasil menyelesaikan studinya di salah satu universitas ternama yaitu University of Sheffield dengan memperoleh gelar BSc dalam bidang keilmuwan matematika. Setelahnya, beliau melanjutkan studi dengan strata magister di Lancaster University Management School dan berhasil lulus dengan memperoleh gelar MSc dalam riset operasional. Dalam sebuah jurnal dari Compass Group berjudul Compass Group PLC Crisis Manual terdapat pesan Richard Cousins untuk para rekan kerjanya berisi tentang betapa pentingnya memiliki sebuah perencanaan krisis yang terstruktur. Richard mengajarkan bahwa dalam situasi krisis keselamatan kolega dan klien menjadi prioritas utama Compass Group. Adapun 3 hal yang harus diperhatikan yaitu:

  1. Memastikan operasi kerja berstatus aman: bekerja dengan seorang manajer untuk mengatur dan mengelola keamanan operasional
  2. Mengidentifikasi tingkat keparahan krisis: mampu membuat sebuah keputusan tentang tingkat respon yang dibutuhkan
  3. Menjaga dengan sikap tenang dan pendekatan secara tertib: mampu melaksanakan tanggapan dengan tepat sesuai prosedur perusahaan

Perlu diketahui, tujuan Compass group adalah mampu mengelola setiap situasi krisis dengan cara antara lain

  1. Melindungi kesejahteraan pribadi baik karyawan, klien, mapun konsumen
  2. Cepat dan tanggap dalam mengatasi permasalahan
  3. Meminimalkan dampak yang akan berpengaruh pada nama compass group dan merk produknya
  4. Memenuhi semua kewajiban dari peraturan yang telah ditetapkan dan pihak ketiga
  5. Mampu mendokumentasikan semua faktor penyebab dan langkah tanggapan dengan akurat

Mengenal Krisis
Tidak semua kejadian negatif dapat dikatakan sebuah krisis, pada umumnya hanya masalah yang harus dikelola dengan baik. Faktanya, kejadian negatif bisa meningkat ke dalam krisis apabila ditangani dengan buruk atau krisis terjadi berulang kali. Krisis merupakan kejadian atau situasi secara serius yang berpotensi dapat merusak reputasi perusahaan Compass Group dan kerusakan dapat terjadi dalam jangka panjang sehingga berpengaruh pada biro keuangan yang sangat signifikan terhadap perusahaan. Adapun contoh krisis meliputi:

  1. Kematian atau masalah internal perusahaan yang cukup serius
  2. Wabah penyakit di lokasi Compass Group atau lokasi operasional
  3. Penyakit bawaan atau keracunan makanan secara masal
  4. Gangguan utama pada rantai pasokan makanan
  5. Bencana yang dapat mengancam nyawa staf/masyarakat setempat. Contoh: kebakaran/ledakan, banjir, gempa bumi
  6. Situasi yang berhubungan dengan pekerjaan dimana seseorang dirawat di rumah sakit
  7. Ketidakpatuhan karyawan terhadap lisensi persyaratan wajib perusahaan
  8. Insiden yang berpotensi menarik perhatian media
  9. Aksi mogok karyawan
  10. Diskriminasi/perselisihan hukum yang besar
  11. Kegagalan utama pada teknis

Jika kita sebagai CEO dihadapkan dengan salah satu potensi krisis diatas, maka diminta untuk segera mengevaluasi potensi krisis dan upaya/solusi yang akan dilakukan dalam mengatasi krisis tersebut. Dalam perencanaan krisis, adanya kegagalan untuk menerapkan rencana secara kontinjensi dengan baik untuk setiap jenis keadaan darurat. Apabila potensi krisis tidak terjadi pada perusahaan kita, perusahaan hanya bisa mengasumsikan postur defensive. Maka dari itu, perencanaan untuk sebuah krisis sebelum terjadi menjadi kebutuhan yang sangat penting dan perlu mempersiapkan beberapa aspek meliputi:

  1. Mengidentifikasi kategori krisis yang diperkirakan antara lain skala sasaran dan siapa yang akan terpengaruh oleh krisis yang sedang terjadi
  2. Mengembangkan rencana secara kontinjensi yang sesuai untuk setiap skenario sebelumnya
  3. Melakukan pengujian secara tuntas pada setiap rencana dengan validasi eksternal
  4. Semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam situasi krisis harus berpartisipasi dalam latihan
  5. Menyetujui dalam penulisan prosedur untuk menandatangani pernyataan demi membantu kecepatan tanggapan
  6. Rancangan tanggapan generik terhadap krisis yang akan terjadi
  7. Menilai potensi ancaman setiap minggu atau bulanan
  8. Membuat daftar kontak orang yang relevan dengan rincian kontak dapat dihubungi dalam waktu 24 jam dan prosedur waktu menghubungi mereka
  9. Terus melakukan update semua database pada kontak eksternal

Evaluasi Krisis
Saat menghadapi krisis, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memutuskan keparahan masalah. Keputusan ini didasarkan pada fakta tersedia saat itu. Tabel berikut mampu memberikan panduan bagaimana cara mengklasifikasikan masalah dan memberi respon yang akan dibutuhkan.

tabel

Tindakan yang dilakukan dalam menghadapi situasi krisis
Perlu diketahui situasi krisis memiliki tingkatan tertentu dan tindakan yang dilakukan juga berbeda berdasarkan pada tingkatan krisis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Memastikan kolega dan pelanggan dalam keadaan aman
  2. Memastikan operasional kerja dalam keadaan aman
  3. Menghubungi dengan cepat layanan darurat yang relevan jika perlukan

Cara berkomunikasi dalam menghadapi situasi krisis
Tujuan komunikasi sangat penting untuk:

  1. Menetapkan sebuah fakta
  2. Menilai dampak yang berpotensial
  3. Sarana koordinasi setiap aktivitas kelompok
  4. Mempertimbangkan sebuah keputusan bagi pelanggan, pemasok, dan rekan kerja
  5. Menanggapi situasi yang selalu berubah

Perlu adanya penanganan khusus dalam mengelola situasi krisis guna menyadari dampak yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Berikut ini pemangku kepentingan utama dalam krisis korporasi antara lain:

  1. Pelanggan secara langsung akan terpengaruh oleh situasi krisis tersebut
  2. Karyawan yang terkena dampak secara langsung dan atau terlibat dalam situasi krisis
  3. Keluarga dari setiap pelanggan/karyawan akan terkena dampaknya
  4. Setiap regulator yang terlibat dalam menilai kejadian
  5. Media organisasi ditingkat lokal, reginal, dan global
  6. Compass Group Head Office
  7. Setiap serikat pekerja yang melibatkan karyawan tertentu akan terkena dampak krisis
  8. Penyedia layanan lain yang bekerja sama dengan Compass Group di situs yang bersangkutan
  9. Penyedia asuransi, hukum atau lainnya yang dilibatkan

Sumber

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Cousins
  2. http://mercury.compass-group.com/mercury common/documents/Policies/Full_crisis_manual_FINAL_V1_Oct11.PDF