Republic hewanisme

junieawanbagaskara_20201009_1

Seekor domba menyamar dan menyelinap di kawanan serigala. Sementara elang mengudara senyap memperhatikan. Menunggu waktu, atau ingin membuatnya memeluk tanah. Gemercik air pada tiap riak sungai tempat bernaung para kudanil membisik , membuat para buaya yang rapat tahunan menghentikan pembahasan ruu ohinibus loh . Jajaran monyet parlemen kecewa. Demonstran Sorak sorai bergembira dengan terpenjara kawat kawat berduri . Si monyet berkata “untuk apa kursi paripurna jika tidak menghambisi kas negara” monyet berdasi kupu kupu lainnya berkata “fak demonstrasi, aktivis taik, dasar subversif bajingan” junjungan monyet berstatement
“atas nama kepentingan, tolong turunkan suara kalian”
Suasana gaduh, anjing povlop bergerak sporadis, memukul kepala, mematahkan sayap, menendang leher, menggigit dan mendadak lupa ingatan apa itu berperikehewanan. Doktrin doktrin penguasa terlempar salah sasaran, tuduhan revolusi di tunggangi disebarkan media. Ahli politik hewanisme membuat story instagram , follower naik drastis bisa swipe up ke chanel yutub kesayangan. Yang mana yang menunggangi dan di tunggangi, ditunggani yang menung…apalah terserah. Lalu terkenal , trending oleh sebab headline revolusitai , revolusi hanya memunculkan kediktatoran baru yang lebih kejam" para hewan terpolarisasi, golongan kiri berteriak, menyebar propaganda , golongan kanan bertincak pinggang siap menyerbu. Hey kuda kau kiri apa kanan?! " Moderat" dasar kuda tak intelek tak punya idiologi!
Kemudian Vandalisme merajai tembok pada tiap sudut kota, fak sana fak sini. Yang mana yang benar dan salah , para binatang bingung. Babi melakukan kolusi dengan tiap alfa kawanan di hutan. Menutup rapat mulut dengan pasokan makanan, alfa ber orasi “turunlah ke jalan kemenangan ditangan kita!” Sapi,ayam,anjing,babi,monyet dan kunyuk saling bertatap, si kido sapi berkata " terserah apa yang di bicarakan, asal kita makan untuk 3 hari kedepan"
Di tengah ke kacauan hierarki dan sekelumit birokrasi. Sosial media membakar bunga , tagline #jegalohinibusloh berhadapan dengan buzzer bayaran. Yang mana yang dapat suara, merekalah pemenang dan siap berpesta. “INI APA!?” singa sang raja rimba kebingungan, konco konco yang ia percayai mengacaukan proker yang disusun tim sukses nya dulu kala pemilihan. Yang mana yang harus dipercaya? Binatang kebingungan di rumah tua usang mereka berdoa " duh gusti doa kami hanya untuk bisa makan"