Raden Saleh - Harimau Minum (1863)

Raden Saleh dilahirkan dalam sebuah keluarga Jawa ningrat. Dia adalah cucu dari Sayyid Abdoellah Boestaman dari sisi ibunya. Ayahnya adalah Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin Jahja, seorang keturunan Arab.

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Raden Saleh Sjarif Boestaman atau lebih sering kita sebut Raden Saleh. Pelukis berdarah Jawa-Arab ini memang dikenal sebagai pelukis kebanggan Indonesia yang mempionirkan seni modern Indonesia. Meski lukisannya memadukan romantisme yang digemari masyarakat Eropa pada masa itu, namun dengan cerdik ia selalu menyisipkan elemen-elemen khas Jawa dalam lukisannya.

Lulisan Harimau Minum itu sebenarnya merupakan satu dari enam lukisan Raden Saleh yang dimiliki Istana Negara. Unsur romantisme tergambar jelas dengan panorama suasana hutan yang digoreskan menggunakan cat minyak. Seorang harimau, digambarkan menegak dengan semangat air jernih dari mengalir di tengah kegelapan hutan, tempatnya mengadu nasib sebagai salah satu raja hutan.

Dengan ukuran 160x116 cm, lukisan ini sesungguhnya bukan hanya sekadar menggambarkan suasana harimau kehausan di tengah hutan. Lebih dari itu, lukisan ini menggambarkan filosofi hidup, kesadaran sebagai makhluk kecil di tengah kekuasaan alam semesta. Pada tahun 2011, lukisan ini ditaksir seharga Rp 2,9 Miliar.