© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Puisi : Rumahku oleh Chairil Anwar

Rumahku

Oleh : Chairil Anwar


Rumah ku dari unggun timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Ku lari dari gedong lebar halaman

Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah ku dirikan ketika senja kala
Di pagi terbang entah ke mana
Rumah ku dari unggun timbun sajak

Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi
Tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu


Penyair menganggap bahwa rumah itu seperti api unggun yang dibuat dari kayu dan ranting untuk mengusir dinginnya malam. Api unggun yang hanya bersifat sementara memiliki usia yang singkat. Hadirnya api unggun cukup mengusir dinginnya malam, sebelum berharap pagi datang dengan cahaya mentari. Seperti itulah makna dari sebuah sajak, petuah, cerita dan kata yang tidak akan bertahan lama serta tak dapat mengubah rupa diri dan dunia. Peristiwa di dalam rumah yang selalu nampak jelas, peristiwa berbicara dan makna dari kata berbicara dengan sendirinya.