© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Puisi : Kepada Kawan oleh Chairil Anwar

Kepada Kawan

Kepada Kawan
Oleh : Chairil Anwar


Sebelum ajal mendekat dan menghianat
Mencengkam dari belakang ketika kita tidak melihat
Selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa

Belum bertugas kecewa dan gentar belum ada
Tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam
Layar merah berkibar hilang dalam kelam
Kawan, mari kita putuskan kini di sini
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri

Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju
Jangan tembatkan pada siang dan malam

Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat
Tidak minta ampun atas segala dosa
Tidak memberi pamit siapa saja

Jadi
Mari kita putuskan sekali lagi
Ajal yang menarik kita, kan merasa angkasa sepi
Sekali lagi kawan, sebaris lagi
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu…!!


Puisi tersebut adalah salah satu puisi untuk teman seperjuangan. Ajakan untuk terus berjuang hingga titik penghabisan. Untuk memperjuangkan apa pun yang memang layak diperjuangkan. Tanpa gentar dan ragu untuk mengambil keputusan terhadap langkah yang memang harus diambil. Putuskan sesegera mungkin ketika yakin bahwa itu adalah keputusan yang terbaik. Agar satu masalah dapat terselesaikan segera dengan tidak membiarkan semuanya menjadi lebih buruk.