Puisi : kenang kening

vloqee_20201015_0

Kenang kening

Terduduk di bangku reot meja kerja
Tumpukan kertas tersusun rapih tertimpa
Tuan merebah pada sandaran menghela
Mempilu risau dugaan rasa

Ketukan tuts keyboard berdenyit
Seolah untuk itu ia di kirim tuhan
Pada tengah malam, pada angin yang masuk dari jendela
Sepoinya mengelus rambut
Terhempas

Jika sampai haus terbakar, sampai kapan kau murung seperti hujan di bulan juni?
Mata nya sayu bermaksud merayu air mata mampir sebentar
di persilahkannya masuk
Duduk duduk sebentar lalu ruang itu sesak
mereka saling bersautan

bibirnya mengerut menahan rintihan yang kian penuh di tiap rongga mulutnya
berebut jatuh dan mengkristal pada wajahmu
Aku akan mengambil cuti sebentar dan menyeka air matamu
lalu masuk pada lorong lorong muram dindingnya penuh goresan kenang bersemayam abadi pada lelahnya kening.