© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Puisi : Kawanku dan aku oleh Chairil Anwar

Kawanku dan aku

Kawanku dan aku

Oleh : Chairil Anwar


Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat

Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti


Puisi Kawanku dan Aku ini berirama keras karena puisi ini menggambarkan kepedulian yang tegas
Secara singkatnya untuk kesimpulannya

Dalam empat baris pertama sajak ini mencoba menyelaraskan irama bunyi setiap akhir baris,antara larut dank abut,badan dan pelabuhan.Disini penulis mencoba menceritakan sebuah perjuangan antara si”aku” dan “temanya” yang dirangkum dalam kata “kami” dengan penuh perjuangan hingga berkeringat.