Puisi : Genggaman Hari Tua

image

Kicauan burung menyapa pagi pucuk rumah kita
Aku terbangun sambil memegang tanganmu yang kaku
Senyum itu membawa matahari pagi ke wajahku

Sorot matamu jatuh ke buku tua disampingku
Sorot matamu mengiba
Memohon…

“Laura, aku takut…
Semua yang disampingku…
Tidak bergerak dan tidak tersenyum,
Hiruk pikuk rumah sakit begitu bising
Layar kotak itu lalu lalang berbicara tentang kematian
Semua riuh…

Aku dan stetoskop ini bergeming
Aku tak berani melangkah
Aku tak berani melewati tangisan yang meraung
Laura, selimuti aku…”

Sorot mata itu berubah air mata
Luka itu kau panggil kembali
Kau yang sudah kaku,
hanya mampu ku obati dengan peluk
dan sisa hidup kita…


Puisi ini berkisah tentang sepasang suami istri yang hidup sampai umur mereka kurang lebih 70 tahun, nama keduanya adalah Laura dan Ben. Keduanya tidak memiliki anak, dan Ben menderita stroke. Laura sangat menyayangi Ben dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Mereka telah menikah selamat 35 tahun.

Puisi ini memiliki sepenggal kisah dari buku harian Ben yang dulu seorang dokter. Ben memiliki kenangan yang selalu ingin didengarnya diakhir sisa umurnya, yakni tentang pengalamannya hidup ditengah wabah yang mematikan semua orang saat ia menjadi relawan di suatu negara yang penuh konflik. Laura tak ada disampingnya, mereka hidup terpisah saat itu. Sehingga Ben merasa sangat rapuh berada ditengah kelaraan itu. Ben ingin terus mengingatnya, meskipun itu sangat menyakitkan.

Puisi ini didasari oleh ketakutan yang saya miliki akan kondisi dunia saat ini. Wabah yang mematikan sedang memburu bumi, sangat menakutkan jika kita tidak hati-hati dalam melangkah (bersosial). Kenangan Ben disini mewakili hal tersebut. Tetapi hal itu tidak perlu ditakutkan, selagi kita masih percaya akan kuasa Tuhan. Buktinya Ben bisa bertahan dan melewatinya, bahkan ia bisa menghabiskan sisa umurnya dengan orang yang dicintainya. Semoga keadaan saat ini semakin membaik…

Anda bebas menginterpretasikan puisi ini, karena imajinasi ada dimata pembaca.

Bagaimana kritikanmu untuk puisi ini?

1 Like

Takut adalah manusiawi
Tetapi ketakutanlah yang harus kita hindari
Bukanlah kematian yang harus kita takuti
Tetapi kehidupan itu sendiri yang harus kita hadapi

Kehidupan adalah misteri
Apa yang akan kita dapati
Dengan siapa kita berbagi
Adalah urusan Ilahi

Urusan manusia adalah berbaik hati
Dan memperbaiki diri
Serta berserah diri
Untuk menjadi insan sejati

1 Like