Produk atau Proyek Elon Musk apa saja yang sangat berisiko ?

elon_musk

(Anton Suseno) #1

Elon Musk

Elon Musk merupakan salah satu pioneer perkembangan teknologi yang ada di dunia. Banyak sekali kontribusi dan inovasi yang telah dia berikan terhadap perkembangan dunia teknologi yang ada di dunia. Sebut saja Tesla Motors, SpaceX, Solar City, dan masih banyak yang lain. Tentu saja semua itu dia lakukan dengan menimbang banyak faktor terkait resiko yang nantinya akan dia hadapi dalam mengembangkan perusahaannya.

Produk atau Proyek Elon Musk apa saja yang sangat berisiko ?


(Sarah Anindya Shofi) #2

Salah satu produk Elon Musk yang menimbulkan kontroversi ialah neuralink. Neuralink merupakan chip atau kepingan yang akan ditanamkan dalam otak manusia. Dengan adanya artificial intelligence (AI) di dalam chip,dapat meningkatkan kinerja otak untuk mengingat. Saat ini belum ada wujud asli produk tersebut, kemungkinan 8-10 tahun lagi produk akan diluncurkan untuk membantu orang yang memiliki kecacatan.

Elon musk akan mendanai perusahaan untuk penelitian, pengembangan, sampai produk jadi. Perusahaan neuralink yang melakukan penelitian media, telah terdaftar di California.

Sepanjang waktu saya berpikir mungkin kita akan semakin dekat melihat penggabungan antara kecerdasaran biologis dengan kecerdasan digital

Tujuan penelitian medis ini ialah neuralink dapat membantu dalam memulihkan otak yang rusak akibat parkison , stroke, dan kanker. Selain itu, telepati akan terwujud melalui kecerdasan buatan dari neuralink.

Jika saya mengkomunikasikan konsep kepada anda, anda pada intinya akan terlibat dalam telepati konsensual

Muncul pertanyaan, bagaimana resiko yang terjadi ketika menanamkan chip ke dalam otak?

Dalam dunia kedokteran, implantasi elektroda ke otak yang bertujuan untuk menstimulasikan kondisi-kondisi tertentu, seperti penyakit parkinson, bukan hal yang baru. Dalam berita VOA Indonesia 31 Maret 2017 menyebutkan, tahun lalu, beberapa peneliti melaporkan seorang pria dapat kembali menggerakkan tangannya lewat implantasi di otak.

Ide yang dikonsepkan oleh Musk melebihi hal ini. Perusahaan tersebut ingin membuat bagaimana cara pembedahan yang berlangsung satu dan dapat meningkatkan fungsi kognitif (mengingat dan berpikir).

Bagaimana keamanan neuralink dari segi keamanan data yang ada di dalam chip?

Memungkinkan adanya pencurian data apa saja yang sedang dipikirkan oleh orang yang telah ditanamkan neuralink.

Adakah yang mengendalikan dari sistem neuralink? Siapakah itu?

Belum ada kejelasan siapa pengendali setelah neuralink ditanamkan, beresiko tinggi ketika hak akses neuralink yang dapat dibajak.

Apakah ada organisasi tertentu yang sedang ingin mengetahui pola pikir seseorang yang bersifat privasi?

Berpeluang besar para mata-mata yang sedang mencari tahu lebih dalam tentang seseorang tersebut.

Dalam kehidupan manusia sendiri, bagaimana regulasi terkait neuralink?

Selama ini regulasi akan muncul ketika munculnya permasalahan, sehingga bisa dibilang reaktif. Peluang besar manusia-manusia yang memiliki kecerdasan super seperti komputer merusak kehidupan manusia normal dan menciptakan penilai bahwa manusia dengan nueralink lebih tinggi levelnya dibanding manusia normal.

Elon Musk meminta pemerintah harus membuat regulasi terkait kecerdasan buatan. Menurutnya, regulasi tentang kecerdasan buatan harus dibuat sekarang dan proaktif, karena sifatnya yang birokratis. Jangan sampai robot turun ke jalan dan membunuh orang-orang, orang-orang tidak tahu bagaimana harus bereaksi.

Peraturan dibuat untuk selamanya. Kecerdasan buatan adalah risiko mendasar bagi keberadaan peradaban manusia -Elon Musk

Sumber:


(farisbagaskoro) #3

SpaceX : Perjalanan Luar Angkasa yang Penuh dengan Risiko

spacex

SpaceX merupakan salah satu program yang diciptakan oleh Elon Musk pada 6 Mei 2002, yang bertujuan untuk ‘mengkolonisasi” Mars. Elon Musk sendiri menargetkan bahwa program dengan resiko yang sangat tinggi ini akan mulai menjadi salah satu transportasi yang digunakan oleh manusia untuk berkunjung ke Mars pada tahun 2024. Pada 6 Februari 2018, SpaceX berhasil meluncurkan salah satu roketnya, “The Falcon Heavy” menuju ke orbit dan mendarat lagi ke bumi dengan hasil yang luar biasa. Tentu saja tidak mudah untuk mencapai titik tersebut, SpaceX juga banyak menorehkan kesan terhadap sejarah penerbangan roket mereka.

falcon
Penerbangan Falcon Heavy

Real good chance that that vehicle does not make it to orbit. I want to make sure to set expectations accordingly. I hope it makes it far enough away from the pad that it does not cause pad damage — I would consider even that a win, to be honest - Elon Musk, terkait dengan tingkat keberhasilan dari peluncuran “The Falcon Heavy”

Elon Musk terkenal sebagai salah seorang yang suka mengambil keputusan dengan resiko yang tinggi. Dia mendefinisikan “kesuksesan” dari peluncuran roket tersebut adalah pelandasarn roket Falcon 9, dinilai berhasil asalkan pendaratannya tidak merusak rocket pad. Disini Elon Musk menurunkan strandar keberhasilannya dengan mempertimbangkan seluruh resiko yang nantinya akan dia hadapi, dari misi awal SpaceX untuk berhasil mendarat di Mars dan kembali ke Bumi, hingga berhasil menuju orbit, dan tidak merusak rocket pad yang ada di Bumi. Hingga pada kenyataannya, Falcon Heavy dapat melakukan pendaratan yang sangat luar biasa.

gagal 9
Gambar Kegagalan Falcon 9

Dibalik ekspektasi Elon Musk dalam penerbangan Falcon Heavy, SpaceX juga banyak mengalami kegagalan dalam penerbangan roketnya. Mulai dari Agustus 2014 ketika sensor mesin gagal beroperasi yang menyebabkan roket meledak, pada Januari 2015, roket SpaceX kehabisan cairan hidrolik yang menyebabkan kegagalan pendaratan, dan banyak kesalahan lainnya. 1 hal yang benar-benar tergambarkan dari kesalahan tersebut adalah hancurnya spare part yang telah dibuat oleh SpaceX. Menurut Neal Ungerleider, di dalam artikelnya yang berjudul “SpaceX Faces Challenge Over Astronaut Safety”, untuk membuat satu roket Falcon saja dibutuhkan dana sekitar $200 juta di bagian perlengkapan saja. Dibalik kegagalan peluncuran roket SpaceX juga akan menimbulkan citra buruk di mata masyarakat dimana roket yang dibuat untuk menjadi sarana transportasi menuju mars, ketika prosesnya mengalami kegagalan maka roket akan mengalami kehancuran yang cukup mutlak. Sedikit menakutkan bukan?

Ketika mendalami sebuah resiko, kita harus berani menarik definisi atau arti “kesuksesan” dari sebuah projek itu sendiri. Menentukannya tentu saja tidak mudah, kita harus mengerti batas dari proses mana yang dianggap “gagal”, dan mana yang dianggap “sukses”. Kita juga harus bisa mempelajari kegagalan yang telah kita alami sebelumnya. Resiko sering berujung kepada kegagalan jika kita tidak dapat mempelajari dan mengkalkulasikannya dengan baik. Untuk menanggulangi resiko juga kita harus berani melakukan investasi jangka panjang. SpaceX yang pembuatan 1 roketnya saja membutuhkan $200 juta dollar, masih terus melakukan percobaan penerbangan dan produksi perlengkapan roketnya walaupun terus dihantui dengan kegagalan. Segala resiko tersebut yang akan dialami oleh Elon Musk untuk mewujudkan misinya yaitu menjadi salah satu sarana transportasi manusia di luar angkasa. SpaceX akan selalu dekat dengan apa yang dinamakan dengan “resiko” inilah yang menjadi tantangan bagi Elon Musk untuk terus mengembangkan teknologi yang ada.

Daftar Pustaka:


(Veronica Sonya Souissay) #4

SolarCity

SolarCity

Pada awalnya, Elon Musk melihat suatu permasalahan yang ada di pulau Ta’u dimana penduduk disana menggunakan energi listrik melalui diesel yang berbahan bakar fosil. Menurutnya, bahan bakar fosil akan menjadi suatu risiko karena ketersediannya yang mungkin akan habis di masa depan. Oleh karena itu, Elon Musk mengembangkan usaha Tesla yang dimilikinya untuk bekerjasama dengan SolarCity dalam melaksanakan sebuah konsep alternatif penyediaan energi menggunakan panel surya. Konsep energi panel surya tersebut didorong dengan analisanya yang melihat bahwa energi akan semakin dibutuhkan di masa depan.

Dilihat dari sisi biaya pembangunan panel surya cukuplah besar dan akan sangat berisiko jika mengalami suatu kegagalan. Namun, Elon Musk memiliki keyakinan besar bahwa SolarCity akan sukses.Saat itu, Elon Musk menginvestasikan dana sebesar 10juta USD untuk dana pembangunan. SolarCity telah berhasil menyiapkan 5300 panel surya yang mampu menghasilkan kurang lebih 1.4 megawatt listrik dan untuk penyimapanan energinya akan disimpan menggunakan baterai penyiman yang dikembangkan oleh Tesla. Diperkirakan dengan jumlah sekitar 60 Tesla powerpacks, nantinya akan mampu menampung sekitar 6 megawatt listrik. Jumlah tersebut mampu mencukupi kebutuhan energi selama 3 hari penuh yang digunakan oleh sekitar 600 orang. Sementara waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang energi hanya sekitar 7 jam di bawah paparan matari terik. Keyakinan Elon membuahkan hasil dimana menurut survey pada 13 Februari 2015, harga saham SolarCity telah mencapai 57.60 USD dengan nilai market capital 5.53 milyar USD dan Elon Musk memiliki 25% saham SolarCity.

Sumber:


(Andhika Akbar Saputra) #5

Elon Musk dengan otomotifnya

Sosok Elon Musk tidak lepas dari perencanaan, visi misi, ataupun ide yang sangat ‘out of the box’. Banyak sekali ide-ide dan berita mengenai dirinya yang membuat orang-orang yang mendengarnya menjadi terkagum-kagum, hal itu juga yang menyebabkan ia menjadi tokoh yang paling dikenal dibalik suksesnya perusahaan Tesla Motors.

Tesla motors sendiri merupakan perusahaan yang berdiri pada tahun 2003 yang memiliki tujuan untuk membuktikan bahwa kendaraan listrik lebih baik dan lebih fun to drive dibandingkan mobil yang menggunakan bahan bakar. Perusahaan ini sendiri percaya semakin cepat dunia berhenti bergantung pada bahan bakar fosil dan beralih kepada energi ramah lingkungan maka akan lebih baik pengaruhnya terhadap dunia. Bahkan hari ini Tesla tidak hanya memproduksi kendaraan listrik tetapi juga memiliki pembangkit energi dan penyimpanan produk yang ramah lingkungan.

Sebelum Tesla menjadi perusahaan yang besar dan berkembang pesat, Tesla Motors yang dipimpin oleh Elon Musk sendiri telah dihadapi oleh berbagai rintangan dan risiko yang harus diselesaikan diantaranya adalah sebagai berikut:

Pabrik Tesla Motors yang berada di zona merah gempa bumi
rsz_liquefaction

Kendaraan Tesla sendiri dirakit di daerah Fremont, California. Di tempat itu juga sebagian besar komponen dari kendaraan Tesla dibuat. Padahal daerah Fremont sendiri dikelilingi dan terletak pada zona merah gempa bumi dan telah memiliki banyak sekali track record terjadi gempa bumi dan juga terdapat ancaman tsunami. Salah satu gempa besar yang terjadi adalah pada tahun 1906 dengan kekuatan sekitar 7.4 SR. Dalam studi kasus yang sama berdampak pada produksi kendaraan ialah ketika gempa bumi di jepang terjadi dan mengakibatkan pembangkit listrik fukushima menjadi lumpuh total sehingga berdampak langsung terhadap produksi dan ekspor bagian pengereman, cat, hingga chip komputer pada pabrik mobil Honda di seluruh dunia. Sehingga pemilihan lokasi Fremont, California sebagai salah satu pabrik besar Tesla Motors ini menurut saya pribadi sangatlah riskan mengingat dampak risikonya yang begitu besar, apabila risiko ini terjadi tentu saja akan mengakibatkan Tesla Motors menjadi lumpuh total, bahkan risiko terbesarnya adalah investor menjadi takut dan enggan menginvestasikan uangnya pada perusahaan ini . Padahal perusahaan otomotif yang lain di Amerika sana tidak menempatkan pabrik mereka di area yang memiliki kemungkinan terjadi gempa bumi.

Teknologi yang ‘out of the box’.

tesla

Dibalik inovasi dan visi Elon Musk yang sangat ‘out of the box’ tentunya ada risiko-risiko besar yang harus ia hadapi dalam proses mencapai targetnya tersebut. Salah satu teknologi yang membuat produk Tesla ini menjadi sangat istimewa adalah Tesla Autopilot, yaitu sebuah teknologi sistem asisten supir yang memiliki fitur lane centering, adaptive cruise control, self-parking, kemampuan untuk berpindah jalur secara otomatis tanpa memerlukan supir mengemudi, dan memungkinkan mobil memanggil mobil dari ataupun menuju tempat parkir. Namun dibalik canggihnya fitur-fitur tersebut justru membuat calon pengguna menjadi berpikir dua kali untuk menggunakan fitur tersebut, karena ketika pengemudi menggunakan fitur ini maka sang pengemudi akan menyerahkan kendali penuh kepada sebuah sistem dan sistem tersebut berpeluang terjadi error, mengingat salah satu risiko terparah yang dapat terjadi ketika menggunakan teknologi Tesla Autopilot adalah dapat mengakibatkan kematian bagi sang pengemudi itu sendiri dan juga orang lain.

Dua hal diatas merupakan contoh kecil risiko yang dapat terjadi terhadap perusahaan Tesla Motors.

I always have optimism, but I’m realistic. It was not with the expectation of great success that I started Tesla or SpaceX… It’s just that I thought they were important enough to do anyway.” - Elon Musk

Referensi:


(Muhammad Fadhil) #6

Hyperloop

Proyek terbaru Elon Musk yang dikerjakannya dibawah perusahaannya yang baru-baru ini diresmikan, Boring Company (https://www.boringcompany.com/) adalah Hyperloop. Apa itu hyperloop? Hyperloop adalah kendaraan ultracepat yang beroperasi di bawah tanah, dimana transportasi ini 100% otomatis dan dapat mencapai kecepatan 600 mil perjam. Hyperloop menggunakan tekanan udara dan magnet untuk bergerak. Jalur hyperloop dibuat vacuum atau tanpa udara sehingga tidak ada gesekan udara yang menghambat perjalanan. Ide dibalik hyperloop adalah kendaraan masyarakat yang dapat mencapai jarak tempuh jauh dengan waktu yang cepat. Penggunaan jalur bawah tanah benar-benar mengeliminasi 50% resiko dari kendaraan di udara maupun darat, termasuk hambatan cuaca.

image
konsep stasiun hyperloop

Melihat dari proyek ini, Elon Musk penuh dengan persiapan dan langkah preventif. Langkah bijak pertama yang dilakukan pada proyek ini adalah menggunakan salah satu perusahaan asuransi ternama, Munich Re sebagai partner asuransi Boring Company utamanya pada proyek ini. Bahkan Munich Re sudah melakukan investigasi dan menyatakan bahwa Hyperloop adalah proyek yang feasible dan insurable, seperti dituliskan pada Risk Report .

Bukan berarti pelaksanaan proyek ini tanpa hambatan. Elon dan timnya sempat tersandung masalah regulasi pada penyediaan infrastruktur stasiun yang harus melakukan pembangunan di bawah tanah. Infrastruktur hyperloop merupakan aset jutaan dollar dengan cakupan lintas wilayah, sehingga perizinan tidak semudah aset pada umumnya. Bahkan, karena inovatifnya, Administrasi Lalulintas Resmi US mengatakan “I’ve read the entire surface transportation bill, and I’m not sure where this goes,” (Saya sudah membaca semua kebijakan mengenai transportasi dan tidak yakin hal ini masuk ke kategori mana).

Selanjutnya selain masalah regulasi ada pula masalah biaya. Biaya yang dikeluarkan dalam membangun infrastruktur guna mendukung proyek ini tidaklah sedikit. Sebagai pembanding, pembangunan terowongan bawah tanah untuk kereta di New York yang jaraknya tidak sampai 2 mil membutuhkan biaya $4.5 Milyar atau sekitar Rp. 62 Trilyun (Asumsi kurs 13.700). Terlebih hyperloop dijanjikan akan melalui berbagai kota di AS, tentunya dengan biaya fantastis untuk mewujudkannya.


Pembangunan Infrastruktur Hyperloop

image
Peta rute yang akan ditempuh Hyperloop

Resiko lainnya adalah sama seperti inovasi lainnya, **hyperloop merupakan teknologi baru dimana belum ada contoh dari implementasi teknologi ini sebelumnya**. Inovasi semacam ini terpapar resiko adanya kesalahan pos produksi yang bersifat teknis. Ibarat masih versi alpha atau beta. “The hyperloop is something absolutely novel—it’s worth being excited about. But that excitement should be tempered with the realities that this is not tangible technology at this point.” Sebut Adie Tomer, pakar infrastruktur lalu lintas.

The hyperloop is something absolutely novel—it’s worth being excited about. But that excitement should be tempered with the realities that this is not tangible technology at this point.”

Pada fase ini ada pelanggan yang skeptis dan ada pula yang excited dan ingin mencoba. Namun resiko kegagalan dan kesalahan teknis tidaklah kecil. Sama seperti setiap inovator, resiko harus diambil. Elon musk sudah membuktikan bagaimana mengambil resiko dapat berbuah kesuksesan, dan dapat pula berbuah kegagalan. Apabila proyek ini berhasil, pastinya investor Boring Company tak akan segan merogoh kocek dan mengeluarkan dolarnya untuk beriinvestasi. Jadi, kita lihat saja.

Referensi :