Prinsip Asimolar: Sebuah Prinsip (Panduan) dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Dalam pengembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) harus dibuat sebuah pedoman atau pemandu agar tidak disalahgunakan. Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan terhadap kemampuan yang dimilki oleh teknologi Kecerdasan Buatan yang sangat luar biasa dalam belajar bahkan mampu belajar lebih baik daripada manusia yang professional sekalipun. Kecerdasan Buatan itu sendiri didefinisikan sebagai kecerdasan entitas (hasil pikiran manusia) yang bersifat ilmiah.

Pada bulan Januari 2015, telah diadakan sebuah konferensi untuk membahas Kecerdasan Buatan di Puerto Rico. Dalam konfrensi tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan kelompok peneliti Kecerdasan Buatan dari akademisi dan industri, pemimpin pemikir di bidang ekonomi, hukum, etika, dan filsafat selama lima hari yang kemudian didedikasikan untuk bagaimana memanfaatkan Kecerdasan Buatan agar dapat berguna sepenuhnya bagi umat manusia. Dalam acara tersebut juga di hadiri oleh Elon Musk yang merupakan CEO dari SpaceX dan Tesla Inc[2].

Kemudian dengan mengacu pada Prinsip Asimolar untuk Kecerdasan Buatan pada 2015 di Puerto Rico dan juga hasil dari konferensi BAI 2017[3], Future of Life Institute mengeluarkan Asilomar AI Principles (Prinsip Asimolar untuk Kecerdasan Buatan). Dalam Prinsip (pedoman) tersebut terdapat 23 poin penting yang ditetapkan oleh para ahli Kecerdasan Buatan, Robotika, dan pemimpin teknologi untuk memastikan pengembangan Kecerdasan Buatan adalah aman, bukan untuk disalahgunakan. Prinsip-prinsip tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 2.000 orang, termasuk 844 peneliti dibidang AI dan robotika. Dalam daftar tersebut mencakup Elon Musk CEO dari SpaceX dan Tesla Inc, Demis Hassabis pendiri Google DeepMind, Stephen Hawking ahli Kosmologi, dan pemikir terkemuka lainnya[4].

Berdasarkan pada 23 poin dari Psinsip Asimolar untuk pengembangan Kecerdasan Buatan tersebut diharapkan kita siap untuk menerima Kecerdasan Buatan dan bahkan hidup berdampingan dengan Kecerdasan Buatan dimasa depan. Sehingga dapat meminimalisasi resiko-resiko yang ditimbulkan oleh hal-hal yang tidak kita inginkan, karena sistem cerdas akan semakin cerdas dimasa depan. Diharapkan manusia dapat hidup secara normal dan berdampingan dengan mesin cerdas (Robot) atau sistem cerdas yang mana Sistem Cerdas tersebut tidak dapat mengugguli atau menguasai manusia seperti pada film terminator.

Refrensi: