Pondok Pesantren sebagai Wadah dalam Memerangi Penjajahan Akhlak di Era Globalisasi

Islam sangat mementingkan pendidikan dan ilmu pengetahuan karena kualitas akhlak dan derajat keimanan seorang muslim ditentukan dari pendidikan yang baik. Hal tersebut dibuktikan dalam firman Allah yang berbunyi,

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadalah 58:11).

Ayat ini menjelaskan bahwa tingginya derajat seorang manusia dilihat dari iman dan ilmu agamanya.

Lalu apakah beriman dan berilmu saja itu sudah cukup untuk mencapai puncak derajat tertinggi di sisi Allah? Sepertinya belum, karena ada hal lain yang lebih penting dari ilmu yaitu “akhlak mulia”.

Nabi SAW dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi bersabda:

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya”.

Hal ini menyatakan bahwa akhlak yang mulia merupakan tolak ukur utama dalam menilai tingkat keimanan seseorang.

Dari sini kita tahu bahwa pendidikan islam sangat penting dalam menumbuhkan keimanan dengan cara meningkatkan ilmu dan meninggikan kualitas akhlak yang mulia.

Saat ini, globalisasi menjadi hal yang paling berpengaruh terhadap pendidikan islam terutama dalam segi akhlak. Globalisasi mempunyai dampak buruk bagi generasi muda seperti hedonisme dan ketergantungan terhadap budaya barat.

Contohnya, para pelajar saat ini lebih mengenal artis-artis dari dalam maupun luar negeri seperti artis korea yang sangat mereka idam-idamkan dibandingkan dengan mengenal tokoh islam, mereka bahkan merasa asing dengan tokoh-tokoh islam.
Kemudian, model dan cara berpakaian mereka yang tidak islami seperti memperlihatkan aurat. Saat ini pengaruh pergaulan bebas pada remaja seakan-akan tidak mengenal tata krama, semakin terkikisnya nilai-nilai keimanan adalah salah satu dampak buruk dari globalisasi.

Di era globalisasi ini, munculnya alat-alat canggih juga sangat berpengaruh terhadap perubahan akhlak pada generasi muda islam. Mereka justru lebih terfokus pada gadgetnya dibandingkan peduli dengan keadaan disekitarnya. Tanpa mereka sadari, mereka telah mengurangi kegiatan sosialisasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Inilah yang disebut dengan penjajahan akhlak terutama dizaman modern ini.

Hal tersebutlah yang menjadi penyebab utama terkikisnya akhlak generasi muda saat ini. Memang tidak semua teknologi yang canggih membawa dampak negatif, semua itu tergantung kepada penggunanya yaitu ketika seseorang bisa membentengi dirinya dari budaya barat yang tidak semestinya ditiru.

Tetapi kebanyakan generasi muda islam zaman sekarang terbawa oleh aliran barat misalnya saja dapat dilihat dari model pakaian yang mereka kenakan.
Merosotnya akhlak generasi saat ini selain disebabkan oleh globalisasi, juga disebabkan kurangnya pendidikan yang proses belajar mengajarnya menekankan pada pendidikan akhlak.

Saat ini tidak hanya remaja yang mengalami kemerosotan akhlak, anak dari tingkat Sekolah Dasar misalnya, tidak sedikit anak SD sekarang yang sudah mengenal cinta atau bahkan sudah berpacaran, kebanyakan mereka mengenal hal itu dari media sosial.

Sungguh miris memang ketika melihat anak SD sekarang yang berpacaran layaknya orang dewasa, apa yang akan terjadi dengan negara kita dimasa yang akan datang jika generasi mudanya saja seperti ini?

Bahkan para remaja saat ini tidak merasa malu mengumbar aibnya sendiri di media sosial, hal tersebut memperlihatkan semakin berkurangnya akhlak para remaja zaman sekarang. Sangat miris ketika saya melihat postingan-postingan remaja zaman sekarang yang jauh dari kata baik.

Seperti mengupload foto mereka ketika menggunakan pakaian yang ketat. Mereka tidak berfikir bahwa postingan mereka itu akan dilihat banyak orang.
Contoh lainnya misalnya seperti mereka lebih memilih menghadiri konser yang harga tiketnya mahal dibandingkan dengan menghadiri acara pengajian yang tidak dipungut biaya sepeser pun.

Oleh karena itu, cara yang dapat dilakukan agar para generasi muda dapat membentengi diri dari dampak buruk globalisasi adalah dengan membantu serta mendukung pendidikannya di Pondok Pesantren.

Ketika berada di Pondok Pesantren, akhlak menjadi hal yang sangat diutamakan, dengan begitu akan terbentuk akhlak yang baik sedikit demi sedikit. Namun tidak dapat dipungkiri bahwasanya semua kembali kepada diri masing-masing.

Tetapi ketika anak membiasakan diri hidup di lingkungan Pondok Pesantren tentu akan berbeda hasilnya dengan anak yang hidup di lingkungan umum atau biasa saja.
Jadi, dalam hal ini menurut saya Pondok Pesantren adalah tempat yang dapat mengubah akhlak generasi muda islam dari yang tidak baik menjadi baik dan yang baik menjadi lebih baik.

Pondok Pesantren diibaratkan seperti halnya obat yang mujarab bagi generasi muda islam pada zaman modern ini. Citra baik yang telah ada pada Pondok Pesantren harus tetap dipertahankan yakni dengan cara mendukung dan mengikutsertakan anak untuk menempuh pendidikan akhlak dengan belajar di Pondok Pesantren.

Ini merupakan salah satu metode untuk memperbaiki akhlak generasi muda saat ini. Dengan demikian pendidikan akhlak di lembaga pendidikan islam informal (Pondok Pesantren) akan dapat mewujudkan dan menghasilkan para generasi muda yang berakhlak mulia.

Itulah cara yang dapat ditempuh dan merupakan cara yang ampuh bagi kalangan orang tua untuk anak-anaknya. Kini saatnya para generasi muda memperbaiki citra generasi kita yang sudah tergores. Kejadian yang sudah berlalu biarlah menjadi acuan kita untuk bertindak, jadikan hal tersebut sebagai pelajaran bagi generasi selanjutnya.
Semoga penjajahan akhlak ini cepat berlalu dan kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Semoga program lembaga pendidikan islam formal ke depannya dapat berhasil pula dalam mendidik akhlak generasi penerus bangsa. Dapat lebih memenuhi asupan pendidikan akhlak bagi siswa-siswi sehingga penjajahan akhlak di zaman sekarang dapat berkurang sedikit demi sedikit.

Peran orangtua juga sangat penting dalam menumbuhkan akhlak pada anak sejak lahir, terutama peran ibu yang sangat berpengaruh penting dalam mendidik anak, karena ibu merupakan pendidik pertama seorang anak.

Sumber gambar : https://www.instagram.com/p/B_raGvkDJVP/?igshid=4l6aprnjyhd