Pertemuan Singkat Hari Itu

Grand Hyatt Jakarta

Hai, namaku Kania. Aku seorang mahasiswa disalah satu Universitas swasta di Tangerang. Aku mempunyai pekerjaan sampingan sebagai ojek online dan antar jemput anak sekolah tetanggaku.

Hari itu aku bangun sedikit terlambat mengingat aku baru tidur pukul dua pagi. Tetanggaku sudah menunggu di depan gerbang rumahku. Aku segera bergegas, setelah shalat subuh dan membersihkan diri, aku langsung mencari jaket ojek onlineku. Tidak lupa untuk membawa keperluan yang harus kubawa.

Aku kemudian mengantarnya ke sekolah yang bisa dibilang lumayan jauh dari daerah rumah kami, sekitar tiga puluh menit untuk sampai kesana. Belum lagi terkadang, kemacetan dipagi hari seringkali menghadangku untuk sampai ke tujuan.

Sesudah sampai disekolahnya, aku langsung pergi ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar motorku untuk bisa kugunakan bekerja. Antrian selalu ramai di jam kerja, aku pun mewajarinya. Hampir sepuluh menit aku menunggu, akhirnya giliran ku pun tiba. Setelah kurasa motorku sudah siap semuanya, aku menyalakan handphone dan membuka aplikasi ojek online. Ku nyalakan tombol on tanda aku siap menerima pesanan.

Aku mengendari motorku menuju tempat yang biasa ramai orderan, namun Alhamdulillah saat aku baru lima menit berjalan suara aplikasi dari handphoneku berbunyi. Dan saat ku lihat tujuannya lumayan jauh dengan tarif yang sesuai. Akhirnya aku mencari sumber lokasi yang memanggilku, namun anehnya ketika aku sampai orang yang memesan tumpangan tidak ada.

Lalu aku mengirim pesan singkat untuk menanyakan orang ini ada diposisi mana. Dia mengirimiku sebuah foto yang aku tidak tahu tempat apakah itu, namun ada satu gambar yang akhirnya bisa ku lacak melalui aplikasi maps. Huhhh… untung saja ketemu dengan orangnya.

Ternyata orang ini bukan orang Indonesia, melainkan orang luar pantas saja ia salah menandai lokasi penjemputannya.

Dia berkata, “Maaf ya, tadi hape saya sepertinya error. Sebab itu titik peta menjadi tidak menentu.” Dalam bahasa inggris.

Aku menjawabnya dengan senyuman, “Oh iya baik, tidak masalah dengan hal itu.”

“Kamu tau tujuan saya kemana? Tanyanya lagi.

“Saya tau.” Ucapku. Sudah sekitar empat bulan aku bekerja sampingan sebagai ojek online dan karena itu pula aku jadi hafal jalanan Jakarta. Dan kebetulan tujuan orang ini adalah ke Jakarta, yaitu ke daerah Mangga Besar. “Silahkan dipakai helmnya.”

Aku mengendarai motorku dengan hati-hati, terlebih hari ini terlihat sibuk. Banyak orang-orang yang melakukan aktivitasnya diluar. Selama perjalanan, aku sebisa mungkin fokus pada arah yang aku tuju, walaupun sebenarnya aku sudah sangat lapar karena tadi pagi tidak sempat sarapan.

Aku menghela nafas, sebisa mungkin aku tetap mengendalikan diri. Aku melihat ke arah kanan kiri yang semakin padat oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Matahari mulai menampakkan wujudnya, para penjual pinggir jalan sudah mulai terlihat. Di tengah perjalanan tiba-tiba aku sedikit bingung dengan arahku, lalu aku pun menepi sejenak untuk melihat maps. Hampir satu jam lebih diperjalanan, sampailah aku di kawasan Mangga Besar.

Orang luar negeri itu turun dari motorku dan memberikanku helmnya, sejenak dia seperti bertanya padaku.

“Apa kau tau bis arah ke bogor?” tanyanya.

Aku terkejut sebenarnya orang ini mau pergi kemana, “Maaf disekitar sini tidak ada bis, namun ada kereta.”

“Okay baiklah, disini saya akan menjumpai seorang teman dahulu.” Ucapnya lagi sambil memberikanku uang pecahan berwarna biru. “Ini ada sedikit tips untukmu. Hati-hati dijalan ya.”

Aku menerimanya dengan penuh ceria diwajahku, “Terimakasih. Hati-hati juga.”

By : Annisa Husniya
Pic : Pinterest