Pernahkah kamu merasa insecure?

Insecure adalah perasaan tidak aman yang membuat seseorang cemas, takut dan tidak percaya diri. Rasa insecure pasti pernah dirasakan oleh setiap orang, bahkan pada orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
Orang yang memiliki rasa insecure mungkin juga memiliki kepercayaan diri yang rendah, sering membandingkan diri dengan orang lain, punya masalah terhadap tubuhnya, hidup yang tidak terarah, atau merasa diabaikan oleh orang lain.
Insecure adalah hal normal yang terjadi, tetapi jika berlebihan tidak baik untuk kesehatan mental kita.

pernah gak sih kalian merasa insecure sampai menjadi beban pikiran? bagaimana kamu mengatasi nya, yuk share disini!

Setiap orang pasti pernah merasakan insecure, menurut saya rasa insecure itu alami dimiliki setiap manusia karena sejatinya manusia itu juga memiliki sifat yang ingin terlihat baik dan sama dengan orang lain, atau bisa juga merupakan rasa iri atas apa yang dimiliki orang lain.

Menurut pribadi saya, kita harus merasakan bagaimana insecure kemudian menjadikan rasa insecure tersebut sebagai motivasi terhadap diri kita untuk bisa menjadi pribadi dengan versi lebih baik lagi. Sehingga suatu saat kita bisa berfikir bahwa sebenarnya rasa insecure itu sebenarnya adalah rasa khawatir dan kecemasan kita terhadap kemampuan diri sendiri, yang sebenarnya jika kita mampu untuk mengembangkan kemampuan kita, kita juga dapat menjadi hebat bahkan lebih seperti pencapaian orang yang membuat kita insecure.

Iya saya juga sependapat karena memang setiap orang pasti pernah merasakan insecure. Cuma itu dia yang harus kita lakukan ketika merasakan insecure jangan terlalu cemas jadikan motivasi kita untuk lebih maju lagi agar tidak insecure. Saya juga pernah merasakan insecure ketika melihat teman-teman kelas saya sudah mempunyai pengalaman yang lebih banyak di banding saya contohnya saat PKL ini, banyak teman saya yang sudah dari awal mengikuti PKL karena mungkin kemampuan mereka lebih daripada saya. Tapi saya jadikan itu semua motivasi agar saya bisa menyusul ketertinggalan.

Rasa insecure merupakan suatu hal wajar yang dialami oleh setiap manusia, karena hakikatnya manusia adalah sosok yang tidak pernah merasa puas terhadap apa yang mereka telah capai, sehingga jika melihat pencapaian atau kesuksesan orang lain seringkali merasa insecure. Perasaan insecure ini sebetulnya ada sisi positifnya, yaitu dapat mendorong kita untuk terus menjadi lebih baik. Namun, jika perasaan itu terlalu berlebihan dampaknya akan menghambat kita untuk melakukan banyak hal karena terlalu fokus dengan pencapaian orang lain sehingga kita menjadi tidak percaya diri. Dengan demikian, solusi yang dapat dilakukan berdasarkan pengalamanku sendiri yaitu dengan cara fokus pada proses yang sedang saya lakukan dan tidak melulu fokus pada pencapaian orang lain :relaxed:

Insecure sepertinya saat ini sering diucapkan oleh beberapa orang. Insecure sendiri menurutku sebagai bentuk kecemasan atau ketidakpercayadirian yang sedang dialami seseorang. Setiap orang sepertinya punya perasaan insecure di bidangnya masing-masing. Ada mereka yang insecure dengan bentuk tubuh, warna rambut, pekerjaan, nada bicara, motor, tempat sekolah, atau apapun. Hal ini terjadi karena kondisi lingkungan sekitar dimana individu dituntut untuk dapat berperilaku seperti yang terjadi pada lingkungan. Ketika seseorang merasa kurang atau berbeda dengan lingkungan maka perasaan insecure itu akan muncul sebagai respon kecemasan. Selain itu, insecure juga dipengaruhi oleh pola perkembangan di masa anak-anak bagaimana kelekatan dan bentuk pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak. Ketika anak punya kelekatan yang baik tentu mereka akan merasakan rasa aman dan ketika pola asuh demokratis diberikan anak akan dapat kooperatif dalam berperilaku karena diajarkan untuk bertanggung jawab dengan kesimpulan yang diambil.

Menurut saya untuk mengurangi insecure adalah melalui self love. Melalui kita mencintai, mengenali, dan memahami diri maka kita tidak terlalu menuntut diri menjadi A B C maupun seterusnya. Tetapi kita mengapresiasi diri atas apa yang menjadi kemampuan, pengetahuan, kelebihan, dan kekurangan.

Kalau aku sering sih merasa insecure kalau misal melihat teman yang memiliki berbagai pencapaian yang luar biasa. Hal insecure yang sering aku rasakan ku itu sih lebih ke pencapaian seseorang gitu kan, jadinya seakan-akan aku tuh ga sehebat teman aku. Wajar sih kalau kita insecure namun jangan terlalu keseringan juga sih malah menjadi beban juga kan. Namun, kalau kita belajar banyak dari insecure itu misal belajar lagi hal lain atau meningkatkan kualitas hidupmu bakalan bagus.

Rasa insecure seseorang bisa beda-beda satu sama lain. Ada yang insecure pada hubungan dengan orang lain (relationship), insecure secara sosial, bentuk fisik, pekerjaan, bahkan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan.

Pertama-tama kita perlu cek dulu apakah salah satu atau beberapa tanda-tanda insecure dibawah ini muncul :

  1. Kemampuan menentukan keputusan (decision-making) yang buruk dan kesusahan memilih sesuatu dengan cepat
  2. Terlalu mengkritik diri sendiri dan oranglain
  3. Tingkat percaya diri rendah yang ditandai dengan sikap merendahkan diri dan menilai rendah diri sendiri
  4. Tapi bisa juga merasa diri terlalu tinggi buat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya
  5. Perfeksionis sampai-sampai gak pernah puas
  6. Keinginan kuat buat sendirian dan menghindari situasi sosial
  7. Kesulitan mempercayai orang lain dan membangun hubungan yang kuat didasari kepercayaan dan pengertian
  8. Pola komunikasi yang buruk dimana terfokus ke kebutuhan orang lain dan maunya melebihi dari yang dimiliki
  9. Level tinggi anxiety (kecemasan) dan stress
  10. dan lain-lain…

Penyebab insecure juga ada bermacam-macam contohnya disebabkan oleh kurangnya hal-hal seperti dukungan emosi dari keluarga, kepuasan kebutuhan fisik, kecerdasan emosi, keterbukaan, dan keramahan. Penyebab lain dapat disebabkan oleh kemampuan akademik yang buruk, pengalaman kehidupan yang tidak menyenangkan, hubungan yang mengabaikan dan abusive, penyakit kronis maupun gangguan kesehatan mental. Penting untuk mengetahui tanda-tanda dan sumber dan penyebab dari insecure yang dialami.

Setelah tau, gimana cara untuk mengatasinya? Eric Patterson, seorang konselor profesional di Pennsylvania memberikan beberapa tips untuk mengatasi insecure, yang sebagian sudah pernah saya gunakan juga untuk mengatasi pikiran dan perasaan tersebut, yaitu, :

1. Akui peran insecure itu dalam kehidupan sehari-hari

Penting untuk melihat dalam ​​​​kehidupan selama-ini dan bertanya pada diri sendiri bagaimana rasa insecure itu memengaruhi sekolah, pekerjaan, kepercayaan, komunikasi, harga diri, dan kesehatan mental Anda.

2. Pahami sumber insecure

Saat orang merasa insecure, kadang justru terasanya yang menjadi masalah adalah sesuatu diluar diri, situasi, dan oranglain yang menyebabkan masalah tersebut. Mungkin ada beberapa permasalahan luar yang menjadi penyebab, tapi tergantung juga gimana individu mengatasi masalah itu. Saat rasa insecure mulai muncul lagi entah karena pengalaman masa lalu, gangguang kesehatan mental, atau hubungan saat ini dengan orang lain, pastikan untuk menentukan intervensi yang pas pada sumber insecure itu.

3. Komunikasikan secara terbuka tentang rasa insecure itu

Rasa insecure bisa membuat seseorang gak yakin tentang suatu hubungan, sehingga tidak terasa nyaman buat berbagi tentang pengalaman ataupun perasaan dia dengan orang lain, tapi justru mencoba untuk mengisolasi diri dan merasa malu. Lakukan yang sebaliknya dengan menjadi lebih terbuka pada orang-orang terpercaya yang mendukungmu tentang apa yang dipertahankan dan apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu. Tapi pastiin ekspektasi pada mereka realistik. Kamu juga bisa mengekspresikan rasa insecuremu pada orang yang kamu sayangi maupun profesional.

4. Fokus pada hal-hal positif

Cara bicara pada diri sendiri dan cara melihat kedunia bakal berpengaruh besar pada rasa insecure. Kalau sering bicara positif pada diri sendiri, menantang pikiran negatif, tetap fokus pada masa depan, dan menemukan hal-hal baik disekitarnya akan lebih nyaman dan merasa secure. Awalnya mungkin kerasa aneh tapi bakalan berpengaruh di jangka panjang.

5. Jaga kesehatan fisik

Olahraga, tidur yang cukup, dan makan makanan sehat bisa bantu kesehatan mental dan meningkatkan harga diri. Seseorang yang sehat secara fisik punya kecenderungan buat lebih sehat secara mental. Mulai dengan perubahan kecil dan lakukan secara konsisten.

6. Terima keterbatasan yang dimiliki dan hargai perbedaan yang kamu punya

Perubahan itu baik, dan berubah ke hal yang baik bisa membantu untuk mencapai hal-hal yang bagus. Akan jadi masalah kalau seseorang ingin merubah apa yang tidak bisa diubah. Terima apa yang tidak bisa diubah dan temukan kedamaian bersama rasa insecure itu.

7. Temui bantuan profesional

Apabila rasa insecure tidak bisa diatasi sendiri, temui tenaga profesional untuk membantu mengatasinya. Psikolog, psikiatri, atau terapis yang bisa menyediakan metode paling efektif dan efisien sebagai pengobatan untung membantu kesehatan mental jangka panjang.

Sumber

Insecurity: Definition, Causes, & 7 Ways to Cope - Choosing Therapy

Merasakan insecure pada diri sendiri menurut saya merupakan hal yang sudah semua orang rasakan karena perasaan insecure muncul karena adanya perasaan yang tidak aman bagi diri sendiri diakbitkan oleh faktor luar. seperti saat ini dimana seseorang saat menggunakan internet atau media sosial yang sangat membantu untuk mudah mendapat berbagai informasi akan tetapi tidak sedikit juga bahwa internet merupakan media yang dapat menyebabkan perasaan insecure seoseorang muncul seperti hal-hal pencapaian orang lain yang luar biasa, bentuk tubuh terutama pada wanita yang melihat wanita lebih cantik atau lebih putih yang artinya insecure akan kecantikan pada orang lain. apalagi saat masa-masa muda sudah mullah mengenal lingkungan dan orang sekitarnya, saat itulah mulai munculnya persaingan. oleh karena itu percaya diri merupakan salah satu yang dapat membuat orang untuk mensyukuri apa yang dimiliki agar dapat menjalani hidup lebih baik dengan memperhitungkan pilihan atas keputusan sendiri, selain itu lingkungn kehidupan sosial juga mempengaruhi invidiu dalam menilai sesuatu.

Sumber :
Rahmah, R. A. (2020). Perasaan Insecure pada Masa Pandemi Covid-19 Mengakibatkan Maraknya Orang Menjual Produk Kecantikan.

Insecure merupakan sebuah perasaan yang wajar dialami oleh seseorang termasuk saya sendiri. Hal ini biasanya disebabkan karena membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, terlalu mendengarkan perkataan orang lain, tidak percaya diri, pernah mengalami kegagalan, maupun hal lain yang semestinya tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Dampak insecure bagi setiap orang juga berbeda tergantung bagaimana kita merespon perasaan tersebut. Hal ini tidak baik jika membuat diri merasa tidak berdaya kemudian terpuruk. Sebaliknya, hal ini baik jika kita menggunakan perasaan insecure sebagai dorongan positif untuk maju. Maka dari itu, ketika insecure menghampiri atasilah dengan tindakan yang bisa merubah hidup jadi lebih baik. Kalau menurut saya dimulai dari mendamaikan diri dengan perasaan tersebut, memberikan jeda untuk merenung dan menerima perbedaan, melihat prestasi maupun kritik dari orang lain sebagai motivasi, fokus kembali terhadap kemampuan diri yang bisa dikembangkan, berusaha percaya terhadap diri sendiri dan kuasa Tuhan, dan melakukan evaluasi atas apa yang telah dikerjakan. Dengan seperti itu niscaya perasaan insecure tidak akan selamanya menjadi beban. Fokus terhadap hal positif untuk mengarahkan tindakan kita jadi lebih baik karena masa depan juga tergantung pada apa yang kita lakukan saat ini.

Saya rasa perasaan insecure itu normal terjadi dan bisa dialami oleh setiap orang. Terkadang ada yang mengalaminya beberapa saat sekali, ada pula yang terus-menerus dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Saya pernah mengalami perasaan insecure ketika sedang scroll media sosial. Biasanya hal tersebut dipicu oleh foto tentang liburan atau pencapaian tertentu.

Cara yang saya pakai untuk mengatasi perasaan insecure adalah dengan mengingat diri bahwa saya memiliki kesempatan yang sama. Hanya saja, kesempatan tersebut tidak datang di waktu yang sama dengan orang lain. Saya bisa mendapatkan hal yang sama atau bahkan lebih. Dengan begitu, saya akan lebih termotivasi untuk mendapat apa yang saya inginkan.

Yap, saya sendiri pernah bahkan sering mengalami insecure. Insecure terhadap orang lain atau terhadap diri sendiri. Menurutku, hal ini memang manusiawi dan perasaan yang wajar karena kita membutuhkannya untuk terus mengembangkan diri. Namun, kalau insecure terus-menerus beda lagi. Terkadang, saya insecure ketika melihat pencapaian-pencapaian orang lain. Di umur segini, mereka sudah lulus, punya penghasilan sendiri, bisa ajak orang tua jalan-jalan, membeli ini itu, bekerja di tempat yang nyaman, punya skill yang wow, dan lain sebagainya. Kemudian saya cenderung membandingkan diri saya sendiri, ‘kok mereka bisa gitu ya?’ ‘kok aku cuman gini-gini aja?’ ‘apa aku kurang usaha ya?’ dan seribu pertanyaan pun muncul di kepala. Kita harus bisa mengolah perasaan-perasaan tersebut, menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi atas diri sendiri agar terpacu juga atau malah membuat kita down dan tidak melakukan apa-apa.

Tidak hanya itu, saya juga sering merasa insecure terhadap fisik dan penampilan saya. Pernah di bully, dikatain, dan lain sebagainya. Sehingga kalau bergaul dengan orang-orang yang cantik ataupun tampan selalu merasa insecure, ‘aku pantas ga ya disini?’. Dari keinsecure an tersebut saya berusaha untuk merawat diri dengan membeli skincare, bodycare, dan lain sebagainya. Bukan hanya untuk membuktikan kepada mereka, namun juga bentuk mencintai diri sendiri dengan merawatnya dengan baik. Kadangkala, insecure itu perlu karena dapat membuat kita terpacu untuk menjadi versi lebih baik dari diri kita sebelumnya. Tapi, jangan insecure terus-terusan ya!

Pernah. Pengalaman saya sendiri, insecure kerap kali muncul pada saat kita melihat kesuksesan diri seseorang dan selalu kita bandingkan dengan pencapaian kita. Sehingga memunculkan stigma bahwa kita tidak bisa menyaingi prestasi orang tersebut dan membuat kita menjadi minder. Tapi dengan begitu pula bukan berarti kita harus terpuruk dan tidak berani untuk mencoba hal-hal baru, sebab setiap orang berhak untuk maju dan berprestasi tanpa harus insecure dengan pencapaian orang lain.