Perbedaan Unsur Bersekutu dalam Pasal 365 KUHP dengan Penyertaan dalam Pasal 55 KUHP

image
Apakah makna unsur bekerja sama dan bersekutu dalam Pasal 365 KUHP dan apa perbedaannya dengan konsep penyertaan yang diatur dalam Pasal 55 KUHP?
Terimakasih.

Unsur Bersekutu dalam Pasal 365 KUHP dan Penyertaan dalam Pasal 55 KUHP

Selanjutnya menjawab pertanyaan kedua Anda yang menanyakan apakah perbedaan dari unsur bersekutu yang dimaksud dalam Pasal 365 ayat (2) KUHP dengan konsep penyertaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 KUHP, konteks Pasal 55 KUHP yang terdapat dalam Buku I KUHP (Pasal 1 s/d Pasal 103 KUHP) merupakan aturan umum (legi generali), sedangkan Pasal 365 ayat (2) KUHP merupakan aturan khusus (lex specialis) dari pasal yang mengatur pemberatan dari pencurian biasa.

Untuk menambah penjelasan atas jawaban tersebut, kami akan menguraikan tentang jenis-jenis penyertaan (deelneming) menurut R. Soesilo (hal. 72-73), sebagai berikut

  1. Orang yang Melakukan

Orang di sini ialah seorang yang sendirian telah berbuat mewujudkan segala anasir atau elemen dari peristiwa pidana.

  1. Orang yang Menyuruh Melakukan

Di sini sedikitnya ada dua orang, yang menyuruh melakukan (doen plegen) dan yang disuruh (pleger). Jadi bukan orang itu sendiri yang melakukan peristiwa pidana, akan tetapi ia menyuruh orang lain.

  1. Orang yang Turut Melakukan

Turut melakukan dalam arti kata “bersama-sama melakukan”. Sedikit-dikitnya harus ada dua orang, ialah orang yang melakukan (pleger) dan orang yang turut melakukan (medepleger) peristiwa pidana itu.

  1. Orang yang dengan Pemberian, Salah Memakai Kekuasaan, Memakai Kekerasan dan Sebagainya, dengan Sengaja Membujuk Melakukan Perbuatan Pidana.

Orang itu harus sengaja membujuk orang lain, sedang membujuknya harus memakai salah satu dari cara seperti dengan pemberian, penyalahgunaan kekuasaan, yang artinya tidak boleh memakai cara lain selain dari yang disebutkan di atas.

Lebih lanjut, dalam Pasal 55 KUHP tentang Penyertaan (Deelneming) diatur bahwa orang yang melakukan penyertaan dipidana sebagai orang yang melakukan tindak pidana tersebut.

Dengan demikian, perbedaan antara konsep penyertaan dalam Pasal 55 KUHP dengan unsur bekerja sama atau bersekutu dalam Pasal 365 KUHP adalah Pasal 55 KUHP merupakan aturan yang bersifat umum (legi generali) untuk tindakan penyertaan (deelneming) dalam suatu tindak pidana, yaitu untuk orang yang melakukan, menyuruh lakukan, turut serta melakukan, dan yang menganjurkan melakukan perbuatan pidana, di mana terhadap pelaku turut serta dihukum sebagai orang yang melakukan suatu tindak pidana; sedangkan Pasal 365 [khususnya ayat (2)] KUHP merupakan aturan yang bersifat khusus (lex specialis), yakni ada pemberatan pidana bagi Pencurian dengan Pemberatan yang dilakukan secara bersama-sama (bersekutu).

Sumber