Penyakit apa saja yang sering menyerang burung Jalak Bali ?

image

Burung jalak bali merupakan burung yang khas Indonesia. Bagi seorang pecinta burung yang masih awan yang ingin memelihara burung satu ini, apa saja penyakit yang bisa terjadi yang bisa menyebabkan burung ini sakit?

Jika jalak bali peliharaan Anda mengalami ciri-ciri tersebut, dapat dipastikan burung tersebut sedang terserang penyakit. Penyakit yang sering menyerang jalak bali antara lain berak darah, gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, dan cacingan.

Bagi Anda pencinta jalak bali, sebaiknya Anda mengetahui gejala-gejala dari penyakit tersebut, cara pencegahannya, dan cara mengobatinya. Anda tidak mau kan jika jalak bali kesayangan mati karena penyakit yang sebenarnya bisa diatasi sendiri?

Berikut adalah 4 jenis penyakit, gejala yang ditimbulkan, dan cara mengobati burung jalak bali:

1. Berak Darah

Jika jalak bali mengalami berak darah, gejala yang ditimbulkan antara lain tubuh akan terlihat lesu; dari mata, sayap hingga bulu akan berwarna kusam. Gejala ini akan disertai diare, kotoran menjadi encer dan berwarna kemerahan. Kondisi tersebut akan membuat jalak bali enggan bertengger dan hanya akan berdiam di lantai sangkar.

Saat berak darah terjadi, Anda harus mengurangi porsi makannya. Ini bertujuan untuk memberi waktu istirahat bagi usus yang terluka. Berikan pakan yang halus seperti voer dicampur dengan air hangat.

Untuk mengobatinya, Anda bisa memberikan Coccilin dan tambahan vitamin. Obat ini sering digunakan untuk membasmi bakteri pada unggas.

Sebagai pencegahannya, Anda harus sering membersihkan sangkar burung dari kotoran dan sisa makanan yang basi. Perhatikan juga asupan gizi pakan jalak bali agar usus tidak terluka.

2. Gangguan Pencernaan

Burung jalak bali yang mengalami gangguan pencernaan memiliki gejala yang hampir sama dengan berak darah. Hanya saja pada kasus ini, burung tidak akan berjingkat-jingkat saat buang kotoran.

Anda perlu membersihkan sangkar dengan baik dari kotoran, serta menjaga kebersihan tempat makan dan minum. Ganti makanan dan minuman secara teratur untuk menghindari bibit penyakit. Pilih makanan yang sehat dan bersih untuk menghindari burung jalak terkena gangguan pencernaan lagi. Jika hendak memberikan pakan berupa jangkrik, potong dulu kaki-kakinya yang tajam.

3. Gangguan Pernapasan

Gangguan pernapasan yang terjadi diakibatkan sangkar yang kurang bersih dan perubahan cuaca yang ekstrem. Cuaca yang berubah-ubah membuat daya tahan burung menurun dan pernapasannya terganggu.

Burung jalak yang terkena gangguan pernapasan akan mengalami megap-megap dan sering membuka paruhnya. Napasnya pun akan mengeluarkan bunyi seperti orang terkena asma. Kemudian, ekornya akan bergerak naik turun tidak selincah biasanya. Burung akan jarang berkicau dan nafsu makannya menurun.

Sebaiknya, jemur burung Anda di bawah sinar matahari dan berikan kapsul Terafit yang dicampur air minum untuk mengobatinya.

4. Cacingan

Cacing biasanya masuk ke dalam usus burung melalui air minum yang tercemar telur cacing. Cacing-cacing itu pun berkembang biak dalam perutnya. Selain itu, bisa juga burung Anda tertular oleh burung lain yang terkena cacingan. Cacing akan memakan sari-sari makanan sehingga burung tidak akan tumbuh besar dan sakit-sakitan.

Gejala yang ditimbulkan si burung yaitu mencret—kotoran akan menjadi encer bercampur lendir, kondisi burung melemah, malas berkicau, dan nafsu makan menurun.

Berikan obat cacing khusus burung. Setelah sembuh, berikan si jalak bali obat antistres agar suara kembali normal. Bersihkan kandang dari segala macam kotoran. Hindarkan dari kerumunan lalat yang menularkan bibit penyakit. Berikan makanan dan minuman yang bersih serta mengandung nutrisi.