Penyakit Apa Saja Akibat Gizi Lebih?

gizi lebih
Penyakit Apa Saja Akibat Gizi Lebih ?

Penyakit Akibat Gizi Lebih:

  • Penyakit jantung. Indikasi penyakit jantung akan meningkat pada individu yang menderita overweight maupun obesitas (BMI>25). Bila dibandingkan orang sehat, penderita obesitas memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi. Selain itu juga bisa meningkatkan trigliserida dan menurunnya HDL ( Hight Density Lipoprotein ).
  • Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus tipe 2 terjadi karena peningkatan berat badan sebanyak 5-8 kg, dan dua kali lebih tinggi terjadi dibandingkan individu yang tidak mengalami peningkatan berat badan. 6,7% orang-orang gemuk menderita diabetes, sedangkan orang tidak gemuk hanya 0,95%.
  • Kanker. Meingkatnya resiko terjadinya beberapa jenis kankeer sepeti endometrium, kolon, empedu, prostat, ginjal, dan payudara (postmenopausal) dikarenakan overweight dan obesitas. Berat badan lebih dari 5kg sejak umur 18 tahun yang dialami oleh wanita memiliki resiko dua kali lipat mengalami kanker payudara, bila dibandingkan wanita dengan berat badan normal. Sedangkan untuk laki-laki mengalami kemungkinan lebih tinggi meninggal karena kanker usus besar dan prostat.
  • Masalah pernapasan. Obesitas dapat menyebabkan penyakit asma dan bias terjadi terhentinya pernapasan saat sedang tidur.
  • Arthritis. Penurunan berat badan dapat mengurangi masalah gejala-gejala arthritis dan peningkatan 1 kg berat badan dapat menimbulkan resiko terjadinya arthritis sebanyak 9-13%.
  • Penyakit tekanan darah tinggi. Penyakit tekanan darah tinggi 9hipertensi) rawan dialami oleh orang gemuk yaitu 10 kali lebih sering menderita hipertensi daripada orang dengan berat badan normal.
  • Disabilitas. D Finlandia, pensiun kaena alasan disabilitas (ketidakmampuan bekerja) terjadi dua kali lebih sering kepada laki-laki yang gemu dan satu setengah kali lebih sering kepada perempuan yang gemuk jika dibandingkan dengan orang-orang yang IMTnya rendah. Pada orang dewasa gizi lebih berpengaruh terhadap ketahanan fisik yang akan mengurangi kebugaran dan produktifitas kerja.
  • Kehidupan sosial. Surjana (1986) mengemukakan bahwa orang gemuk relatif sukar mendapat pekerjaan, demikian pula untuk mendapatan pendidikan, di beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat ada yang membatasi berat badan. Remaja gemuk juga lebih sering mengurun diri karena malu. Selain itu, ongkos hidup orang gemuk lebih mahal, misalnya bahan pakaian lebih banyak, makanan lebih banyak di samping itu ongkos-ongkos perjalanan baik becak tidak bisa berdua sendiri pun sudah kesempitan.

Sumber:

http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/734/1/94005-RIRA%20WAHDANI%20MARTALIZA-FKIK.pdf