Pentingnya motivasi dari pihak eksternal ( orang lain ) sebagai dasar yang mendorong pengembangan kemampuan diri

Pentingnya motivasi dari pihak eksternal ( orang lain ) sebagai dasar proses pengembangan potensi personal

Motivasi adalah suatu dorongan positif untuk memberikan kekuatan terhadap seseorang, motivasi dapat tumbuh dari keinginan kita untuk meraih tujuan. Motivasi bisa berupa kata-kata positif atau afirmasi, bisa juga ajakan untuk bergerak. Terkadang, kita kehilangan motivasi untuk melakukan apapun dan bingung bagaimana menumbuhkannya. Menurut kalian, apakah motivasi eksternal sangat penting dalam mendorong kita untuk mengembangkan potensi diri? atau tidak terlalu penting, karena motivasi bisa didapatkan dari mana saja, termasuk diri sendiri?!.

4 Likes

Ya sangat benar kak. Sangat penting nya motivasi Dari pihak eksternal sebagai dasar yang mendorong pengembangan kemampuan diri Kita.
Motivasi yaitu Salah satu cara Yang membuat Kita menjadi lebih percaya diri, lebih bersemangat untuk maju, Dan apalagi jika motivasi bukan hanya Dari internal tetapi bahkan motivasi Dari pihak eksternal itu sangat dapat mendorong perkembangan kemampuan diri Kita.
Jadi artikel kakak sangat saya setujui.
Terimakasih kak…
Jangan lupa berkunjung di artikel ku juga kak🤗

Motivasi menjadi dasar manusia melakukan sesuatu. Motivasi dari pihak eksternal untuk mendukung perkembangan diri sangat dibutuhkan melihat manusia adalah makhluk sosial. Namun, perlu kita sadari motivasi dari pihak eksternal hanya beberapa persen untuk pengenbangan diri kita, selebihnya motivasi dasar ada di dalam diri kita. Khawatirnya, mengharap motivasi dari pihak eksternal justru membuat kita haus akan validasi. Nyatanya, kita yang akan berkembang dan kita yg bertanggung jawab atas diri kita. Sebesar apapun motivasi eksternal jika diri kita enggan berprogress, motivasi itu tak berarti apa-apa.

1 Like

Saya setuju dengan pendapat kak @veronikasianturii dan @Alsyadira_Acha, eksistensi motivasi baik internal dan eksternal sangat penting untuk menjadi sumber kekuatan kita dalam beraksi. Namun, terlalu lama berharap akan datangnya motivasi terutama dari pihak eksternal, juga dapat menyebabkan hambatan dalam memulai aksi. In the end, semua balik ke diri kita, ingin mengubah keadaan, atau stuck dalam ketiadaan motivasi ( demotivasi )?. Terimakasih kakak atas opininya.

1 Like

Ya kak sama-sama kak.
Jangan lupa berkunjung di artikel saya ya kak :hugs:

Ya kak, motivasi Dari pihak eksternal sangat lah baik. Tapi motivasi dari internal lah yang sering Kita dapatkan, seperti dari orangtua, kakak,abang,adik, atau keluarga dekat Kita. Tapi jika ada lagi motivasi dari luar, Kan lebih bagus lagi🤗

“Sukses adalah 1% inspirasi dan 99% kerjas keras”

Saya rasa motivasi dari orang lain adalah salah satu bom besar yang mampu menjaga semangat kita untuk terus memperbaiki diri.

Namun itu saja tentunya tidak cukup.

Tak akan ada perubahan tanpa adanya aksi.

Generasi saat ini sudah sangat banyak yang hanya terlena dengan inspirasi.Mereka sibuk mencari inspirasi setiap harinya tanpa mengeksekusi target yang mereka ingin capai.Inspirasi memang penting tetapi itu hanyalah suatu pemicu/penggerak.Jika tidak ada aksi kamu hanya akan diam dan terus tertinggal.Segera eksekusi target/mimpimu.
Jika kamu tidak berjalan hari ini maka kamu harus berlari besok
Jika tidak kamu akan diam dan hanya akan terus tertinggal
#semangatmenolakmenyerah
Demikian pendapat saya, mari kita saling berdiskusi juga di artikel saya Bagaimana pendapatmu mengenai “inspirasi” sebagai salah satu katalisator Self-Improvement ? Apakah sudah tepat?. Ditunggu kehadirannya.

Motivasi itu sendiri merupakan keseluruhan daya untuk menggerakan individu itu sendiri sehingga menimbulkan kegiatan-kegiatan apa yang diinginkan sehingga tujuan tersebut dapat terpenuhi, terutama pada belajar yang sering kali menjadi salah satu tujuan motivasi itu sendiri. lalu motivasi dari pihak eksternal orang lain untuk mendorong pengembangan kemampuan diri salah satu belajar. dilihat hasil penelitian menujukkan pola asuh dan lingkungan mencapai 36 persen dapat meningkatkan dan memberikan kontribusi pada motivasi belajar, oleh karena itu perlu dibutuhkan dukungan yang positif dari orangtua seperti sikap yang terbuka dan membantu anak untuk memahami dirinya yang terus mengalami perubahan dan perkembangan. indicator motivasi belajar sendiri diklarifikasikan sebagai adanya hasrat untuk berhasil, harapan dan cita-cita, kegiatan yang menarik dalam belajar dan lingkungan sehingga memungkinkan seseorang untuk belajar lebih baik
Menurut Sadirman terdapat ciri-ciri orang yang memiliki motivasi, antara lainnya :

  1. tekun menghadapi tugas
  2. tidak putus asa dan tidak pernah puas karena prestasi yang pernah di raih
  3. minat akan macam-macam masalah orang dewasa
  4. lebih senang bekerja sendiri
  5. sendang mencari dan memecahkan masalah
  6. cepat bosan pada tugas-tugas rutin, dan biasanya dapat mempertahankan pendapatnya jika sudah benar-benar yakin akan sesuatu.
    Motivasi belajar yang berasal dari luar diri disebut dengan ekstrinsik atau yang disebut dengan motivasi dari lingkungan keluarga atau sekolah. orangtua memiliki peran untuk menumbuhkan motivasi agar mencapai prestasi akademik dengan baik, selain itu perlu adanya kerja sama antara orangtua dengan sekolah. karena skolah adalah belajar mengajar, adanya kaadaan dan fasilitas, peraturan, dan cara penyajian materi yang disampaikan. hal ini juga sependapat dengan Hasbullah (2006) bahwa sarana prasarana yang ada dilingkungan pembelajaran dan jumlah dalam suatu ruangan akan mempengaruhi motivasi belajar, maka lingkungang pembelajaran juga dapat menentukan kualitas prestasi akademik. Jika kekurangan ataupun bahkan ketiadaan motivasi baik yang bersifat internal ataupun ekstenal akan menyebabkan kurangnya semangat untuk belajar baik disekolah maupun dirumah. oleh karena itu perlu adanya dukungan motivasi baik dari orangtua, ataupun guru untuk terutama peserta didik karena motivasi merupakan faktor penentu keberhasilan atau tidaknya dalam menggapai apa yang diinginkan atau prestasinya.

Sumber :
Harianti, R., & Amin, S. (2016). Pola Asuh Orang tua dan Lingkungan Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Curricula, 1 (2), 20-29.

Menurutku motivasi eksternal penting sekali disamping sudah ada motivasi internal. Motivasi eksternal sebagai penunjang dalam diri ketika motivasi internal mulai menurun. Ketika diri sendiri sudah merasa malas dan putus asa, peran orang lain sebagai motivasi eksternal sangatlah penting. Tidak dapat dipungkiri, manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya. Selain itu, dengan bercerita dengan orang lain mengenai masalah kita, maka pikiran kita jadi makin terbuka dan sadar bahwa orang lain pun pernah mengalaminya dan bisa melewatinya. Lingkaran pertemanan merupakan hal yang membawa pola pikir kita sama dengan teman-teman.