Pentingnya komunikasi antar anak dan orang tua

https://images.app.goo.gl/6Vi2Y9HTfhyCAhTd6
Pada era digital seperti sekarang banyak waktu yang hilang karena aktif di sosial media ataupun berkencan gadget. Sifat sosial seakan pudar berinteraksi pun jarang namun berinteraksi dengan gadget seakan jadi rutinitas yang tidak bisa di tinggalkan.
Di era digital ini banyak anak yang kehilangan peran orang tua. Kehilangan waktu bersama hingga kadang lupa bahwa anak butuh waktu di peluk, di cium bahkan di manja. Sebagian orang tua hanya akan berinteraksi melalui media sosial saja sudah cukup. Padahal komunikasi secara langsung sangat di butuh oleh anak. Dengan berkomunikasi secara langsung anak merasa dirinya di anggap ada.
Karena pudarnya komunikasi sebagian anak menjadi asing dengan orang tuanya sendiri. Merasa acuh tak acuh, sekali komunikasi hanya menegur bahkan anak butuh di puji di sayang jangan hanya di jatuhkan.
Sempatkanlah bercerita dan bertanya “bagaimana hari ini nak , apakah baik baik saja” kasih waktu anak untuk berbicara akan keluh kesahnya. Tanggapi dengan baik dan berusahalah jadi pendengar yang baik. Jangan melulu salahkan anak, bercermin dan menengoklah ke belakang apakah kemarin sudah menjadi orang tua yang baik.
Banyak sekali kasus anak tertekan , salah faktornya adalah kurang nya komunikasi antara anak dan orang tua. Anak tidak berani menyampaikan keinginannya sedangkan orang tua tidak sempat menanyakan keinginan anaknya. Hal itu terjadi karena kesibukan mencari uang, padahal uang bisa di cari tetap waktu untuk anak tidak bisa di ulang kembali. seorang anak akan selalu bertumbuh dewasa sedangkan pekerjaan tetap akan di situ menunggu anda.
Berkomunikasi lah dengan anak, walau hanya menanyakan sudah makan ? Gimana sehat? Jangan tidur malam malam ya?. Dengan pertanyaan sederhana itu anak akan merasa bahwa dirinya “ada”.
Jika anak adalah seorang pendiam , tanyakan lah saat dia melakukan hal yang di senang inya. Jangan bertanya saat marah, itu hanya akan membuat mereka semakin diam. Jika anak pandai bercerita , tanyakan dia suruh dia bercerita, dia pasti akan menyambut dengan riang gembira bahkan semuanya akan di diceritakannya.
Bagaimana jika jarang berjumpa dengan anak, di era digital seperti ini kita di suguhkan dengan beberapa teknologi. Kita bisa berbicara melalu telepon atau pun video call. Tidak ada hambatan , berkomunikasi dengan klien mu saja semangat kenapa berkomunikasi dengan anak mu sendiri tidak ? Apa hanya karena harta ? Padahal harta yang paling berharga adalah keluarga.
Faktor lain yang mengakibatkan pudarnya komunikasi antar anak dan orang tua adalah orang tua yang banyak menutup diri dan jarang berinteraksi dengan anak nya sendiri ataupun sebaliknya anak yang enggan terbuka dengan orang tuanya sendiri dan memilih bercerita dengan orang lain . Karena rasa percayanya dengan orang tuanya sendiri tidak ada. Atau orang tuanya yang selalu menyepelekan cerita cerita anaknya.
Jadilah orang tua yang bijak dan jangan serta merta mendurhakankan anak tanpa mengoreksi dan menrenungi kesalahan sendiri. Anak butuh komunikasi tidak hanya di suapi harta benda saja. Lihat lah orang pinggiran nampak bahagia karena selalu berkumpul dengan anaknya dan banyak pengusaha yang terbaring lemah di kasur di rawat suster.
Komunikasi tak melulu dengan berbicara dengan bahasa tubuh pun kita bisa berkomunikasi. Jangan sepelekan waktu, selagi sempat berkomunikasilah. karena komunikasi akan merampatkan jiwa hilang.
dar-alifta.org-

1 Like