© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Pentingkah media sosial?


media sosial merupakan saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking).

ada pentingnya juga, karena di media sosial juga ada banyak manfaat yang bisa diambil. Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dari sosial media, contohnya untuk bisnis, untuk ilmu pengetahuan, dan lainnya. Tentunya dalam menggunakan sosial media pun kita harus bisa menyeleksi setiap informasi yang kita dapatkan dari sana, karena tidak semua informasi atau hiburan atau hal lainnya yang kita dapat itu baik dan positif untuk kita lihat atau kita nikmati

Perkembangan teknologi baru di bidang komputer dan informasi membawa dua
hal sekaligus, yaitu harapan dan kekuatiran, khususnya di kalangan pihak yang
mengelola dan memanfaatkan sumber daya berupa data, informasi, dan pengetahuan. Pada dunia perpustakaan, perpustakaan digital lahir karena adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini. Perubahan tersebut dari kulit sampai isi, dari perubahan teknis hingga pergeseran paradigma, dan dari perubahan sederhana hingga ke perubahan kompleks (Pendit et al, 2007).

Media Sosial merupakan medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerjasama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual. Jadi bersosial berarti cognition (pengenalan), komunikasi (communication), dan kerjasama (co-operation) (Nasrullah, 2015). Media sosial telah menjadikan keterlibatan masyarakat global dengan memiliki kesempatan yang sama (flat). Media sosial juga telah mampu mewujudkan kolaborasi manusia tanpa batasan waktu dan tempat. Media sosial merupakan alat komunikasi reversible generasi sekarang (Kamil, 2014).

Pentingnya media sosial


Media sosial memberikan kontribusi babak baru dalam peradaban ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan tidak lagi menjadi monopoli para pemikir atau ilmuan di institusi keilmuan, tetapi semua orang yang ikut terkoneksi dalam jejaring sosial global pun bisa memberikan sumbangsih sekaligus menikmatinya. Dengan hadirnya beragam jenis media sosial dengan segala karakternya, memberikan dampak keefektifan dan keefisianan waktu, tidak perlu kopi darat untuk menuangkan ide dan berdiskusi panjang lebar tanpa batasan waktu dan jarak, cukup dengan PC atau smartphone (Kamil, 2014).

Media sosial atau medsos seakan telah mengubah wajah jurnalistik. Jurnalisme penuh akurasi dan tahapan berganti dengan jurnalisme serba cepat tanpa memperdulikan sumber berita dan akurasi berita. Medsos seakan telah menggusur “kemampuan jurnalisme” dengan wajah dan gayanya. Setiap orang dapat membuat akun medsos dan menggunakannya sebagai alat menyampaikan berita. Orang merasa tergugah dengan ketinggalan berita sehingga merekapun ikut berpartisiapsi menjadi pengabar berita dengan akun yang dimiliki. Terus bersambung dan ini menjadi berkembang nyaris menjadi trending seluruh masyarakat atau rakyat ikut andil dalam menyebarkan berita (citizen jurnalism). Tentunya kesadaran akan pentingnya informasi menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Tentu ada hal positif dan negatif, namun itulah yang membuat menarik dan orang pun menjadi serasa butuh.

Sebuah ciri khas dari medsos yang telah mendorong perubahan perilaku sosial sekarang ini karena berita tersebut bersifat langsung (real-time), interaktif, berita terdokumentasi dengan baik, dan sebagai pengelola media dapat langsung berperan sebagai jurnalis, editor, pemimpin redaksi dan distributor sekaligus menjadi feedbacker dari sebuah berita (Widada, 2017).

Budaya siber (cyberculture) adalah praktik sosial maupun nilai-nilai dari komunikasi dan interaksi antar pengguna yang muncul di ruang siber dari hubungan antar manusia dan teknologi maupun antar manusia dengan perantara teknologi. Budaya itu diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi melalui jaringan internet dan jaringan yang terbentuk antar pengguna. Media sosial (medsos) merupakan ruang terjadinya interaksi tersebut (Nasrullah, 2015).

Media Sosial dalam Perspektif

Media sosial sendiri didefinisikan sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content ".

Media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial. Sosial media menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Beberapa situs media sosial yang populer sekarang ini antara lain : Blog, Twitter, Facebook, Instagram, Path, dan Wikipedia. Definisi lain dari sosial media juga di jelaskan oleh Van Dijk media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai fasilitator online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.5

Menurut Shirky media sosial dan perangkat lunak sosial merupakan alat untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi ( to share ), bekerja sama ( to co- operate ) diantara pengguna dan melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada diluar kerangka institusional meupun organisasi. Media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berpikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri.

Ciri-Ciri Media Sosial

Merebaknya situs media sosial yang muncul menguntungkan banyak orang dari berbagai belahan dunia untuk berinteraksi dengan mudah dan dengan ongkos yang murah ketimbang memakai telepon. Dampak positif yang lain dari adanya situs jejaring sosial adalah percepatan penyebaran informasi. Akan tetapi ada pula dampak negatif dari media sosial, yakni berkurangnya interaksi interpersonal secara langsung atau tatap muka, munculnya kecanduan yang melebihi dosis, serta persoalan etika dan hukum karena kontennya yang melanggar moral, privasi serta peraturan. Dalam artikelnya berjudul “ User of the World, Unite! The Challenges and Opportunities of Social Media ,” di Majalah Business Horizons (2010) Andreas M Kaplan dan Michael Haenlein membuat klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial yang ada berdasarkan ciri-ciri penggunaannya.

Menurut mereka, pada dasarnya media sosial dapat dibagi menjadi enam jenis, yaitu:

  • Pertama , proyek kolaborasi website , di mana user -nya diizinkan untuk dapat mengubah, menambah, atau pun membuang konten-konten yang termuat di website tersebut, seperti Wikipedia.

  • Kedua , blog dan microblog, di mana user mendapat kebebasan dalam mengungkapkan suatu hal di blog itu, seperti perasaan, pengalaman, pernyataan, sampai kritikan terhadap suatu hal, seperti Twitter.

  • Ketiga , konten atau isi, di mana para user di website ini saling membagikan konten- konten multimedia, seperti e-book , video, foto, gambar, dan lain-lain seperti Instagram dan Youtube.

  • Keempat , situs jejaring sosial, di mana user memperoleh izin untuk terkoneksi dengan cara membuat informasi yang bersifat pribadi, kelompok atau sosial sehingga dapat terhubung atau diakses oleh orang lain, seperti misalnya Facebook .

  • Kelima , virtual game world , di mana pengguna melalui aplikasi 3D dapat muncul dalam wujud avatar-avatar sesuai keinginan dan kemudian berinteraksi dengan orang lain yang mengambil wujud avatar juga layaknya di dunia nyata, seperti online game .

  • Keenam , virtual social world, merupakan aplikasi berwujud dunia virtual yang memberi kesempatan pada penggunanya berada dan hidup di dunia virtual untuk berinteraksi dengan yang lain. Virtual social world ini tidak jauh berbeda dengan virtual game world , namun lebih bebas terkait dengan berbagai aspek kehidupan, seperti Second Life .

Muatan tentang media sosial diatas maka ciri-ciri media sosial adalah sebagai berikut :

  • Konten yang disampaikan dibagikan kepada banyak orang dan tidak terbatas pada satu orang tertentu;

  • Isi pesan muncul tanpa melalui suatu gatekeeper dan tidak ada gerbang penghambat;

  • Isi disampaikan secara online dan langsung;

  • Konten dapat diterima secara online dalam waktu lebih cepat dan bisa juga tertunda penerimaannya tergantung pada waktu interaksi yang ditentukan sendiri oleh pengguna;

  • Media sosial menjadikan penggunanya sebagai creator dan aktor yang memungkinkan dirinya untuk beraktualisasi diri;

  • Dalam konten media sosial terdapat sejumlah aspek fungsional seperti identitas, percakapan (interaksi), berbagi ( sharing ), kehadiran (eksis), hubungan (relasi), reputasi (status) dan kelompok ( group ).8

Tak bisa dipungkiri, media sosial dalam perkembangan media telah mengambil bentuk yang menandingi media-media konvensional atau tradisional, seperti televisi, radio, atau media cetak. Keunggulan itu dapat terjadi karena media sosial tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak, modal yang besar, dan tidak terikat oleh fasilitas infrastruktur produksi yang massif seperti kantor, gedung dan perangkat peliputan yang lain.

Fungsi Media Sosial

Media sosial memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :

  • Media sosial adalah media yang didesain untuk memperluas interaksi sosial manusia menggunakan internet dan teknologi web.

  • Media sosial berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran dari satu institusi media ke banyak audience (“one to many”) menjadi praktik komunikasi dialogis antar banyak audience (“many to many”).

  • Media sosial mendukung demokratisasi pengetahuan dan informasi. Mentransformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi pembuat pesan itu sendiri.

Manfaat Media Sosial

Media sosial merupakan bagian dari sistem relasi, koneksi dan komunikasi. Berikut ini sikap yang harus kita kembangkan terkait dengan peran, dan manfaat media sosial :

  • Sarana belajar, mendengarkan, dan menyampaikan.
    Berbagai aplikasi media sosial dapat dimanfaatkan untuk belajar melalui beragam informasi, data dan isu yang termuat di dalamnya. Pada aspek lain, media sosial juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai informasi kepada pihak lain. Konten-konten di dalam media sosial berasal dari berbagai belahan dunia dengan beragam latar belakang budaya, sosial, ekonomi, keyakinan, tradisi dan tendensi. Oleh karena itu, benar jika dalam arti positif, media sosial adalah sebuah ensiklopedi global yang tumbuh dengan cepat. Dalam konteks ini, pengguna media sosial perlu sekali membekali diri dengan kekritisan, pisau analisa yang tajam, perenungan yang mendalam, kebijaksanaan dalam penggunaan dan emosi yang terkontrol.10

  • Sarana dokumentasi, administrasi dan integrasi.
    Bermacam aplikasi media sosial pada dasarnya merupakan gudang dan dokumentasi beragam konten, dari yang berupa profil, informasi, reportase kejadian, rekaman peristiwa, sampai pada hasil-hasil riset kajian. Dalam konteks ini, organisasi, lembaga dan perorangan dapat memanfaatkannya dengan cara membentuk kebijakan penggunaan media sosial dan pelatihannya bagi segenap karyawan, dalam rangka memaksimalkan fungsi media sosial sesuai dengan target-target yang telah dicanangkan. Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan media sosial, antara lain membuat blog organisasi, mengintegrasikan berbagai lini di perusahaan, menyebarkan konten yang relevan sesuai target di masyarakat, atau memanfaatkan media sosial sesuai kepentingan, visi, misi, tujuan, efisiensi, dan efektifitas operasional organisasi.

  • Sarana perencanaan, strategi dan manajemen.
    Akan diarahkan dan dibawa ke mana media sosial, merupakan domain dari penggunanya. Oleh sebab itu, media sosial di tangan para pakar manajemen dan marketing dapat menjadi senjata yang dahsyat untuk melancarkan perencanaan dan strateginya. Misalnya saja untuk melakukan promosi, menggaet pelanggan setia, menghimpun loyalitas customer, menjajaki market, mendidik publik, sampai menghimpun respons masyarakat.

  • Sarana kontrol, evaluasi dan pengukuran.
    Media sosial berfaedah untuk melakukan kontrol organisasi dan juga mengevaluasi berbagai perencanaan dan strategi yang telah dilakukan. Ingat, respons publik dan pasar menjadi alat ukur, kalibrasi dan parameter untuk evaluasi. Sejauh mana masyarakat memahami suatu isu atau persoalan, bagaimana prosedur-prosedur ditaati atau dilanggar publik, dan seperti apa keinginan dari masyarakat, akan bisa dilihat langsung melalui media sosial. Pergerakan keinginan, ekspektasi, tendensi, opsi dan posisi pemahaman publik akan dapat terekam dengan baik di dalam media sosial. Oleh sebab itu, media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana preventif yang ampuh dalam memblok atau memengaruhi pemahaman publik.