Pengujian Impact Pada Material

Sejarah pengujian impak terjadi pada masa Perang Dunia ke 2, karena ketika itu banyak terjadi fenomena patah getas pada daerah lasan kapal – kapal perang dan tanker. Uji impak Charpy sendiri ditemukan pada tahun 1900 oleh Georges Augustin Albert Charpy (1865–1945), dan dianggap sebagai salah satu uji yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi ketangguhan relatif suatu bahan dengan cara yang cepat dan ekonomis.

Apa itu pengujian Impact?

Pada dasarnya pengujian impact adalah uji yang bertujuan untuk menguji ketangguhan, dilakukan dengan cara: batang uji bertakik dipukul dengan energi tertentu, diukur berapa banyak energi yang digunakan untuk mematahkan batang uji tersebut.

Alat Uji Impact :

image

Hal-Hal yang Mempengaruhi Ketangguhan:

Ketangguhan material sendiri dipengaruhi oleh:
-Temperatur
-Triaxialitas tegangan : bentuk dan ukuran benda
-Strain rate : kecepatan pembebanan

image

Hal Yang Dapat Diukur Dalam Pengujian Impact

  1. Impact Strength, besarnya energi untuk mematahkan batang uji, E ( Joule, kg.m atau ft.lb). Ada juga yang menyatakan impact strength ini sebagai energi/luas penampang pada takikan. Bahan yang tangguh menunjukkan IS tinggi.
  2. Persentasi patahan getas, dengan mengamati/mengukur permukaan patahan, patahan getas ditandai dengan permukaan yang granular/cleavage, lebih berkilau, sedang patahan ulet berserabut (fibrous) dan buram.
  3. Pengaruh Temperatur, pengujian dilakukan pada berbagai temperatur, pada temperatur rendah cenderung lebih getas -> temperatur transisi, temperatur perubahan ulet-getas.

Referensi :
https://www.sciencedirect.com/topics/engineering/charpy-impact-test
https://www.labtesting.com/services/materials-testing/mechanical-testing/impact-testing/

Langkah kerja Uji Impak:

  1. Siapkan spesimen
  2. Lakukan pengukuran pada spesimen menggunakan jangka sorong
  3. Siapkan 3 pasang spesimen dengan suhu rendah, suhu kamar, dan suhu tinggi
  4. Untuk suhu rendah, isi plastik dengan air dan spesimen lalu simpan didalam freezer
  5. Untuk suhu tinggi, masukkan spesimen kedalam furnance dan set suhu 100 derajat celsius
  6. Buat takik di tengah spesimen
  7. Simpan spesimen pada landasan dengan simetris demgam arah takikan membelakangi arah datangnya bandul pemberat
  8. Angkat lengan bandul lalu kunci
  9. Putar jarum searah jarum jam hingga sejajar lengan bandul
  10. Lepas kunci bandul, biarkan berayun
  11. Hentikan bandul bila sudah mengenai spesimen
  12. Ulangi langkah 6-11 untuk spesimen lainnya.