Pengolahan Bijih Timah

Pengolahan Bijih Timah

HTB1ckFKKpXXXXXtXXXXq6xXFXXXT

Salah satu sumberdaya mineral yang sudah sejak dulu dimanfaatkan oleh masyarakat disektor pertambangan, adalah timah. Timah atau timah putih dan stannum dalam bahasa latin ialah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang mempunyai simbol Sn dan nomor atom 50.Timah termasuk logam pasca-transisi di kelompok 14 di dalam tabel periodik.Timah menunjukan kesamaan kimia dengan Germanium dan Timbal yang juga berada di kelompok 14 yang mempunyai dua kemungkinan bilangan oksidasi, +2 dan +4 yang sedikit lebih stabil. Timah ialah elemen ke 49 yang paling banyak melimpah di bumi, memiliki 10 isotop stabil, jumlah terbesar dalam tabel periodik. Secara garis besar, pengolahan bijih timah jadi logam timah terdiri atas operasi konsentrasi atau mineral dressing maupun ekstraksi yaitu peleburan atau smelting dan pemurnian atau juga refining.

  1. Tahap Konsentrasi
    Tahap Konsentrasi bijih timah merupakan operasi peningkatan kadar timah dengan menggunakan peralatan seperti Jig Concentator, palong dan meja goyang. Bijih timah yang diolah memiliki kadar awal sekitar 30 sampai 65 persen Sn, Setelah melalui operasi pemisahan kadar timah minimum yang harus tercapai supaya dapat dipergunakan sebagai umpan peleburan tahap pertama adalah sebesar 70 persen Sn.
  2. Tahap Smelting
    Proses smelting merupakan proses reduksi dari konsentrat bijih timah pada temparatur tinggi menjadi logam timah. Prinsip reduksi adalah melepas ikatan ksigen yang terdapat mineral kasiterit. Reduktor yang digunakan sebagai pereduksi adalah gas CO. Reaksi yang terjadi selama proses smelting adalah:
    SnO2 +CO = SnO +CO2
    SnO + CO = Sn + CO2
    Pada proses smelting akan terbentuk lelehan terak dan timah yang tidak saling Larut. Slag akan mengikat pengotor-pengotor yang terdapat di dalam konsentrat. Pengotor yang paling banyak terdapat di dalam konsentrat timah adalah unsur Fe. Proses smelting ini terdiri dari dua tabapan, Peleburan tahap pertama adalah peleburan konsentrat timah yang menghasilkan timah kasar atau crude tin dan terak 1 (slag). Kadar timah dalam terak I ini adalah sekitar 20 persen. Tahap ini juga dikenal dengan sebutan peleburan konsentrat timah karena umpan yang dilebur adalah konsentrat bijih timah. Terak I kemudian dilebur kenbali di peleburan tahap kedua. Peleburan pada tahap dua ini menghasilkan senyawa Fe-Sn yang disebut hardhead dan terak II dengan kadar Sa kurang daripada satu persen. Hardhead menjadi bahan bakı untuk peleburan tahap satu.
  3. Tahap Refining
    Crude tin dari proses peleburan tabap satu kemudian dibawa ke proses selanjutnya yaitu proses pemurnian. Kandungan timah dalam crude tin adalah Sn >90 persen dan sisanya adalah pengotor seperti As, Pb, Ag, Fe, Cu, dan Sb. Pemurnian timah dari pengotomya dapat dilakukarmdengan kettle refining, eutectic refining serta electrolytic refining. Pemilihan teknologi untuk proses pemurnian adalah berdasarkan tingkat kemurnian logam timah yang diinginkan. Setelah melewati tabap refining ini, kemurnian logam timah dapat mencapai 99,93 persen.

Daftar Pustaka :

Abdi. Husnul. 2020. Manfaat Timah dan Dampaknya. Diakses di : |hot.liputan6.com/read/4184680/manfaat-timah-putih-dalam-kehidupan-|sehari-hari-dan-dampaknya. Diakses Pada : 31 Agustus 2020.

Ardra. 2020. Tahap Proses Pengolahan Biji Timah. Diakses di : ardra.biz/sain-|teknologi/mineral/pengolahan-mineral/pengolahan-bijih-timah/. Diakses |Pada : 31 Agustus 2020.

Moztrip. 2020. Manfaat Timah Untuk Kehidupan Sehari-Hari. Di: |moztrip.com/manfaat-timah-untuk-kehidupan-sehari-hari/. Diakses pada : 31 Agustus 2020.

Murjana. Angga. 2020. Pengertian, Unsur, Sifat, Kegunaan, dan Rumus Kimia |Timah. Diakses di : rumusrumus.com/pengertian-kegunaan-rumus-kimia- |timah. Diakses Pada : 31 Agustus 2020.

Karakterisasi Bijih Timah

Bijih timah yang ditambang di Indonesia umumnya adalah dari jenis endapan timah aluvial dan sering disebut sebagai endapan timah sekunder atau disebut timah placer. Jenis bijih timah ini sudah terlepas dari endapan induknya yaitu timah primer, dan oleh air diendapkan kembali di tempat lain yang lebih rendah.

Secara ekonomis, mineral penghasil timah putih adalah kasiterit dengan rumus kimia SnO2, walaupun ada sebagian kecil timah yang dihasilkan dari sulfida seperti stanit, silindrit, frankeit, kanfieldit dan tealit. Mineral utama yang terkandung di dalam bijih timah adalah kasiterit, sedangkan mineral ikutannya adalah pirit, kuarsa, zirkon, ilmenit, galena, bismut, arsenik, stibnit, kalkopirit, xenotim, dan monasit.