Pengolahan Bauksit menjadi Alumina

Bauksit adalah mineral bahan baku pembuatan alumina. Salah satu pabrik yang melakukan pengolahan bauksit menjadi alumina terdapat di PT. ICA ( Indonesia Chemical Alumina). Bauksit memiliki tipikal komposisi kimia yaitu 30-60% Al2O3; 1-30&Fe2O3; 1-20%SiO2 dan TiO2, dan sisanya adalah minor constituents seperti P2O5, CaO, V2O5, ZnO, dan lain-lain.

Bauksit ini memiliki 3 jenis mineral pembawa alumium dalam bauksit yaitu gibbsite, bohmite, dan diaspore. Di Indonesia, tipe bijih umumnya yaitu gibbsite. Umumnya, alumina di produksi dengan mencampurkan bauksit dengan reagen pelindi yaitu NaOH dengan menggunakan Proses Bayer

Proses Bayer adalah proses yang paling banyak digunakan pada pengolahan bauksit menjadi alumina di seluruh dunia. Proses bayer memiliki 4 tahap yaitu:

a. Digestion
Bauksit yang telah digerus dan dicuci dicampurkan dengan NaOH panas didalam sebuah autoklaf tegak sehingga terbentuk sodium aluminate yang larut dan mineral pengotor yang tidak terlarut. Faktor yang mempengaruhi efisiensi yaitu konsentrasi NaOH, kadar alumina, kandungan silika, persen padatan, dan suhu

b. Klarifikasi
Proses pemisahan bagian yang terlarut dan tidak terlarut dengan cara thickening dan filtering. Bagian yang tidak terlarut akan dilakukan penetralan di tumpuk menjadi redmud

c. Presipitasi
Bagian terlarut akan terpresipitasi dalam suatu reactor menjadi sebuah alumina hidrat. Tahap ini merupakan tahapan yang paling lama yaitu sekitar 1-2 hari. Biasanya ditambahkan sebuah seed alumina untuk percepat reaksi.

d. Kalsinasi
Kalsinasi dilakukan didalam fluidized bed roster dengan bahan bakar gas atau minyak dengan temperature sekitar 1050-1350oC.

image

Gambar 1. Sistematika pengolahan Bauksit

Alumina hasil kalsinasi biasa disebut calcined Alumina yang dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu Smelter Grade Alumina (SGA) yang akan digunakan untuk peleburan elektrolisis menjadi aluminium dan Chemical Grade Alumina yang dapat digunakan sebagai binder, bahan kosmetik, tawas, pasta gigi dan lain-lain

Referensi

  1. http://mine-engineer.com/mining/minproc/bauxite-processing.htm diakses 4 September 2020
  2. Yingyi, Zhang. 2018. Aluminum Mineral Processing Metallurgy: Iron-Rich Bauxite and Bayer Red Muds

Topik yang sangat menarik. Mohon maaf saya ijin bertanya mengenai smelter grade alumina (SGA). Apakah dapat dijelaskan mekanisme dan reaksi lebih lanjut mengenai proses peleburan elektrolisis dari smelter grade alumina (SGA) menjadi aluminium? Terimakasih

Alumina menjadi aluminium dapat dilakukan dengan proses hall-heroult. Proses ini dilakukan didalam suatu sel baja dilapisi dengan refraktori atau insulator. Lalu terdapat kompenen kelistrikan yaitu anoda katoda collector bar dan bus bar. Di dalam sel tersebut akan menjalani prose elektrolisis dimana katoda tempat reduksi aluminium sedangkan anoda adalah evolusi CO2.

Bauksit adalah bijih utama penghasil alumunium, bauksit bukan mineral tetapi merupakan batuan yang terdiri kumpulan mineral aluminum hidroksida seperti gibbsit, boehmit atau diaspor dan mineral tambahan seperti geothit, hematit, kaolinit, dan anatase atau rutil.

Sejarah bauksit pertama kali ditemukan oleh geologist Pierre Berthier pada tahun 1821, Les Baux di bagian selatan Perancis, untuk batuan di paleokarst yang kaya akan aluminum hidroksida. Sedangkan di Indonesia pertama kali ditemukan pada tahun 1924 di Kijang, Pulau Bintan.

1 Like