Pengembangan Organisasi di Era Globalisasi? Apa pentingnya?

Pengembangan Organisasi di Era Globalisasi

Tau kan kalian perusahaan Nokia? Yap! Pasti tau dong. Salah satu perusahaan yang pernah mendominasi pasar dengan bisnis mobile-nya. Tapi, kemana sekarang perusahaan itu?. Mungkin bukan hanya Nokia saja yang seperti itu. Masih banyak perusahaan lain yang bernasib sama. Salah satu hal yang menjadi penyebab dalam kegagalan sebuah perusahaan adalah manajemen dari perusahaan itu sendiri. Terutama bagi perusahaan atau organisasi yang sudah terbilang sangat besar dibutuhkan effort yang lebih dalam mengelolanya. Apalagi ditambah dengan persaingan global yang semakin ketat. Sebuah perusahaan tentunya harus memiliki strategi dalam mengembangkan perusahaannya agar dapat bersaing secara global. Maka dari itu, penting bagi perusahaan/organisasi untuk dapat berkembang seiring berjalannya zaman dan ternyata, pengembangan organiasi sendiri itu ada teorinya loh.

Ketahui dulu sejarahnya

Kembali kepada bahwa pengembangan organisasi memiliki cangkupan yang luas sehingga dalam pengimplementasiannya pun bisa terjadi secara terencana maupun tidak terencana (McLean,2006). Mungkin saja kejadian ini sudah terjadi bahkan tahun sebelum masehi. Berikut merupakan sejarah pengembangan organisasi pada masa masehi (McLean, 2006):

  1. 1940-an
    Dipertengahan 1940, bermula dari sebuah laboratorium training atau pelatihan oleh National Training Laboratories (NTL) membentuk sebuah grup pelatihan yang dinamakan T-groups. (Cummings & Woley, 2005). Kurt Lewin, seorang researcher dan practicioner bekerja dengan sebuah organisasi NTL untuk meningkatkan produktivitas T-groups melalui konsultasi yang dibuat berdasarkan konsep dari analisis medan daya atau force field analysis guna untuk menginformasikan pembuatan keputusan dalam perencanaan dan pelaksanaan program manajemen perubahan suatu organisasi, sensitivity training untuk menciptakan pembangunan sebuah tim, feedback, action research, dan self-managed work teams.

Di akhir tahun 1940, Wilfred Bion yang merupakan seorang pimpinan dari institusi Tavistock di Britania Raya membuat sebuah temuan yang kurang lebihnya mirip dengan T-groups.

  1. 1950-an
    W. Edward Deming melakukan studi di Jepang pada sekitar tahun 1950-an yang kemudian studinya dikembangkan dan dibawa pada tahun 1980 ke Amerika Serikat dan memopulerkan konsep dari peningkatan proses yang kontinu (continuous process improvement) yang mengatakan “Proses yang terbaik akan menciptakan hasil yang terbaik.”

Di tahun yang sama, Eric Trist menciptakan sociotechnical system (STS) yang dikembangkan pada studinya dengan mengambil sampel tambang batu bara di Inggris yang difokuskan kepada hubungan-hubungan antara manusia, mesin, dan lingkungannya.

  1. Pertengahan 1960-an
    Ada yang mengatakan bahwa Richard Beckhard merupakan orang pertama yang mencentuskan penamaan organization development atau pengembangan organisasi.

Definisi pengembangan organisasi

Secara umum, pengembangan organisasi merupakan aplikasi atau alat untuk suatu sistem secara luas yang dikaitkan dengan menggunakan perilaku dan ilmu pengetahuan untuk peningkatan dan pengembangan yang direncanakan, dan penguatan strategi, struktur, dan proses yang mengarah pada efektivitas organisasi (Cummings & Worley, 2005). Definisi lainnya yang terbagi atas 5 poin mendasar yang dapat disebut perubahan Beckard (dalam Cummings & Worley, 2005) pengembangan organisasi suatu usaha yang:

  1. Planned atau terencana.
  2. Organization-wide atau organisasi yang luas yang artinya mempengaruhi atau meliputi keseluruhan sebuah perusahaan.
  3. Managed from top atau dikelola dari atasan.
  4. Efektif dan sehat, artinya organisasi tersebut dapat meningkatkan keefektifan dan organisasi dan menciptakan organisasi yang sehat.
  5. Menggunakan pengetahuan ilmu perilaku (behavioral science knowledge).

Tantangan dalam mengembangkan organisasi

Tantangan terberat dan yang paling utama yang dialami oleh pengembang organisasi atau OD professional khususnya adalah globalisasi. Globalisasi biasanya dikatikan dengan kata yang negatif (McLean, 2006:209). Menurut Adler (dalam McLean, 2006:209) mengatakan “Sudah waktunya bagi manusia untuk bergerak dalam peningkatan kesadaran terhadap urgensi kompetisi global dan mulai mengembangkan skills untuk meraih kesuksesan dalam arena global itu sendiri.” Dalam pernyataannya menuntut seluruh organisasi berkembang seiring berjalannya globalisasi.
Globalisasi menjadi tantangan terberat bagi sebuah organisasi. Hal ini diperkuat pula dengan pernyataan dari Marquardt et la al. (dalam McLean, 2006:209) bahwa “Globalisasi merupakan simbol dari terciptanya konvergensi (memusat) dari sisi ekonomi dan sosial, nilai dan rasa, tantangan dan kesempatan.” Perspective (dalam McLean, 2006:209) melakukan observasi terkait globalisasi. Hasil observasinya menunjukkan baha globalisasi berbentuk dinamis dan nyata yang menyebabkan perubahan secara radikal untuk beberapa aspek.

Apa sih pentingnya pengembangan organisasi?

Menurut Sutherland dalam situsnya https://explorance.com/blog/5-key-benefits-organizational-development/ peran serta fungsi dari pengembangan organisasi adalah:

  1. Menciptakan suatu siklus perbaikan yang berkelanjutan agar mudah beradaptasi dalam perubahan lingkungan.
  2. Peningkatan komunikasi internal organisasi dalam penyelarasan visi dan misi organisasi.
  3. Pengembangan internal yang dapat membentuk karakter bagi setiap individu dan keterampilan.
  4. Peningkatan output atau keluaran yang terinovasi dari pengembangan internal organisasi.
1 Like