Pendapatan perkapita turun saat pandemi, apakah Indonesia bisa bangkit?

Dalam laporan “World Bank Country Classifications by Income Level: 2021-2022” menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pendapatan per kapita di seluruh negara di dunia, salah satunya Indonesia.
Pendapatan per kapita Indonesia di tahun 2019 turun dari US$4.050 menjadi US$3.870 di tahun 2020. Penurunan pendapatan per kapita ini membuat Indonesia kembali masuk pada kategori Lower Middle-Income Country. Di masa pandemi, Pemerintah terus membuat kebijakan untuk upaya penanganan pandemi, penguatan perlindungan sosial, serta dukungan bagi dunia usaha, termasuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Karena sampai saat ini pandemi masih memberikan ketidakpastian terhadap ekonomi di indonesia. Jika pandemi tak kunjung usai, menurutmu apakah Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi ini?

Topik ini relate sekali dengan keadaan sekarang ya. Saya sendiri merasakan dampak adanya pandemi terhadap ekonomi keluarga secara langsung. Tapi kebijakan pemerintah untuk melakukan PPKM Mikro saya kira efektif karena tidak mematikan ekonomi rakyat melainkan membiarkannya bangkit secara perlahan-lahan. Serta bangkitnya perekonomian Indonesia ini berasal dari arah yang tak diduga-duga yakni dari ibu-ibu rumah tangga yang khawatir akan perekonomian keluarga akibat sang suami yang terkena PHK. Ibu-ibu yang saat ini mendapat julukan “Emak Milenial” memanfaatkan teknologi dan kemudahan internet untuk berjualan secara online. Banyaknya praktek berjualan online pun menarik minat anak muda sehingga mereka meniru gebrakan ini dan mempromosikannya lewat berbagai cara. Sampai akhirnya saat ini mayoritas warung yang belum membuka toko online mulai membuka toko mereka serta memperoleh pelanggan bukan hanya dari satu wilayah melainkan pelanggan dari berbagai provinsi.

Referensi :

wah, baik ka terima kasih atas pertanyaanya

Pandemi Covid-19 membuat Indonesia harus rela kembali turun posisi jadi negara berpendapatan menengah bawah. Padahal sebelumnya, Bank Dunia sempat memasukan Indonesia ke dalam kategori negara berpendapatan menengah atas atau Upper Middle-Income Country (UMIC).

Posisi Upper Middle-Income Country didapat setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif tinggi secara konsisten rata-rata 5,4 persen dalam beberapa tahun terakhir sebelum pandemi. Pada 2019 lalu, Indonesia mencatat pendapatan per kapita mencapai USS 4.050 di 2019, sedikit di atas ambang batas minimal yakni USD 4.046.

Meski turun peringkat menjadi negara berpendapatan menengah bawah, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, tetap yakin Indonesia bisa kembali merebut posisi negara berpendapatan menengah atas.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia masih bisa menjaga agar pertumbuhan ekonomi nasional tidak terkontraksi sedalam negara-negara lain di tengah pandemi Covid-19.

“Turunnya kan sedikit itu. Mustinya peluang sangat terbuka pasca pemulihan,” ujar Yustinus kepada Liputan6.com, Jumat (9/7/2021).

Yustinus menilai, pemerintah saat ini tengah fokus dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menyelaraskan pemulihan kesehatan sekaligus perputaran roda ekonomi masyarakat. Sehingga Indonesia bisa kembali bangkit dari level negara menengah bawah.

Ungkapan ini senada dengan pernyataan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, yang mengatakan pandemi Covid-19 merupakan sebuah tantangan yang besar. Krisis kesehatan telah memberi dampak sangat mendalam pada kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi global.

“Pandemi telah menciptakan pertumbuhan ekonomi negatif di hampir seluruh negara, termasuk Indonesia, di tahun 2020. Dengan demikian maka penurunan pendapatan per kapita Indonesia merupakan sebuah konsekuensi yang tidak terhindarkan,” ujarnya.

berdasrkan hal tersebut tentu pertumbuhan ekonomi indonesia akan bangkit kembali
kita ketahui bersama bahwa salah satu hal yang melonjak tinggi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi indonesia adalah pariwisata industri kreatif yang di gencarkan oleh kementrian pariwisata Bapak sandiaga Uno.

pasti bisa bangkit kembali walupun di era pandemi.

Referensi: