Pemimpin adalah Seorang Pendengar

leadership

(Rida Nafianti) #1

Setiap manusia pasti ingin didengarkan. Begitupula dalam suatu organisasi. Para anggota organisasi pasti ingin memiliki pemimpin yang dapat mendengarkan mereka. Baik berupa ide-ide, usulan, atau bahkan kritikan. Oleh karenanya, untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan disenangi oleh para anggotanya, salah satu keterampilan yang harus dimiliki adalah menjadi seorang pendengar.

Bahkan keterampilan mendengar adalah satu-satunya keterampilan yang paling penting dari pada keterampilan berkomunikasi lainnya. Bahkan lebih penting dari keterampilan berorasi, keterampilan berbicara dan keterampilan menulis menurut S.R Levine & M.A.

Keterampilan berkomunikasi antar sesama tidak hanya berupa penyampaian pesan-pesan, namun juga dalam hal penerimaan pesan-pesan. Mendengar merupakan metode utama dalam penerimaan pesan.

Dalam hal ini, mendengar bukan hanya sekedar mendengarkan, namun mendengar secara aktif yaitu menerima informasi, mengelola, memahami, dan mengingat apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Mendengar secara aktif bukanlah keterampilan alamiah yang dimiliki kebanyakan orang.

Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah sikap kebanyakan orang untuk cenderung lebih mendengarkan atasannya daripada anggotanya.

Allah SWT menciptakan manusia dengan satu mulut dan dua telinga, hal tersebut memiliki tujuan agar manusia lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Seorang pemimpin yang baik harus mampu mendengarkan anggotanya. Karena tidaklah mudah untuk memahmi apa yang dipikirkan oleh para anggota, apa permasalahan yang dihadapinya, mengapa karirnya menurun, selain dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka.

Menjadi seorang pendengar yang baik memang terlihat mudah, namun sebenarnya hal tersebut cukup sulit dilakukan. Mendengar secara aktif tidak hanya membutuhkan konsentrasi untuk dapat memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Namun juga memberikan perhatian pada bahasa tubuh yang dilakukannya.

Mendengar secara aktif sangat berguna untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada lawan bicara. Untuk dapat meningkatkan kemampuan mendegar secara aktif, terdapat beberapa cara efektif yang dapat dilakukan menurut Ken Blanchard melalui howwelead.org :

  • Memberikan perhatikan dengan seksama tidak hanya pada apa yang disampaikan oleh lawan bicara namun juga ekspresi, tatapan mata, gerak gerik, bahasa tubuh, dan nada dari lawan bicara.

  • Mengajukan pertanyaan terkait berbagai macam informasi, opini, ide-ide, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang dapat membantu untuk lebih memahami lawan bicara dan mendorong komunikasi. Hal tersebut sekaligus membuat lawan bicara merasa didengarkan.

  • Menunjukkan sikap bahwa pendengar tidak hanya memahami pesan-pesan yang disampaikan lawan bicara tetapi juga berempati dengan perasaan mereka.

  • Menyusun kalimat dari apa yang disampaikan oleh lawan bicara dengan bahasa sendiri untuk mempermudah memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara.

  • Meringkas topik yang dibicarakan dan memberikan kesimpulan kepada lawan bicara untuk menunjukkan bahwa kita memahami apa yang disampaikannya.

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kemampuan mendengar yang baik dapat mengembangkan pribadi seseorang, membangun rasa kepercayaan antar sesama, dan menciptakan hubungan yang bermakna.

Seorang pemimpin yang mampu mendengar dengan baik, biasanya juga mampu untuk:

- Mengantisipasi permasalahan yang akan terjadi dan menyelesaikannya.
- Menunjukkan kepedulian sehingga membangun rasa percaya dan loyalitas.
- Memberikan saran untuk meningkatkan produktivitas.
- Menjaga komunikasi dengan baik sehingga organisasi akan berjalan lancar.

Oleh karenanya, keterampilan mendengar secara aktif sangatlah perlu dikuasai oleh para pemimpin. Dengan menjadi seorang pendengar yang baik, seorang pemimpin mampu untuk menciptakan suasana organisasi yang lebih baik lagi.

Salah satu tokoh yang kuat akan keterampilannya mendengarkan secara aktif adalah Hillary Clinton. Ia adalah wanita pertama yang menjadi kandidat sebagai seorang presiden di Amerika Serikat yang akan bersaing dengan Donald Trump pada pemilihan Presiden Amerika Serikat, 8 November 2016 mendatang.

Namun banyak sekali komentar tentang dirinya. Terutama mengenai bagaimana cara ia berbicara di depan umum. Andrew Sullivan menuliskan pada New York Magazine bahwa Hillary Clinton mengalami kesulitan dalam beribcara di depan umum dan hal tersebut sangatlah terlihat. Mungkin memang Hillary Clinton tidak pandai untuk berbicara didepan umum, tetapi ia mampu dan mau untuk mendengarkan orang lain.

Oleh sebab itu, tidak hanya seorang pemimpin saja yang wajib menguasasi keterampilan dalam mendengar aktif, namun semua orang. Karena banyak sekali keuntungan yang didapat dengan menjadi seorang pendengar aktif.

Sumber :