Pelatihan Pengembangan Diri - Self Development

develop

Kita semua menginginkan kehidupan yang lebih baik, seperti nilai yang memuaskan, kepercayaan diri yang meningkat, peingkatan kreativitas, menguasai Bahasa baru, pencapaian dibidang pendidikan atau karir dan hal-hal indah lainnya. Segala hal tersebut mempunyai satu resep dan permulaan yang sama. Kira-kira apakah itu? Ya semua berawal dari diri kita sendiri. Berawal dengan lebih mengenal diri sendiri, kita dapat mengetahui batas kemampuan diri dalam suatu hal, kelebihan diri yang dapat dikembangkan, ketakutan yang dapat dikuasai, potensi diri yang dapat digali, hal-hal yang dapat membuatmu bahagia dan masih banyak lagi. Kemampuan mangenal diri merupakan salah satu bagian dari self development atau pengembangan diri .

Apa yang dimaksud Self Development ?


Banyak teori seputar self development dengan penyebutan lain, misalnya personal development , self actualization , self awareness , dan sebagainya. Self development diartikan sebagai mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam kehidupan karir seseorang, memperoleh informasi dan keterampilan baru yang membuka banyak peluang, mempelajari hal-hal baru dan mempertahankan semua pengetahuan tersebut sepanjang hidup mereka. Self development juga dapat diartikan sebagai cara seseorang untuk menilai keterampilan dan kualitas dirinya, menetapkan tujuan hidup dan memaksimalkan potensi diri untuk mewujudkan tujuan atau impian mereka.

Fokus pada self development akan membuat seseorang lebih baik dalam memahami dirinya sendiri. Memunculkan kesempatan bertransformasi menjadi versi terbaik dari diri sebelumnya. Transformasi seseorang ini juga berpengaruh terhadap lingkungan di sekitar individu tersebut.

Tingkat perkembangan tiap individu bergantung pada kebutuhan yang telah terpenuhi dan kebutuhan ini membentuk sebuah hierarki. Ketika satu tingkat kebutuhan tercukupi maka tingkatan yang lebih tinggi dapat dikembangkan. Setiap kali perubahan terjadi pada pemenuhan kebutuhan, maka motivasi perilaku seseorang juga akan berubah [1]. Untuk memahami mengapa self development itu penting mari kita perhatikan sebuah hierarki Maslow (1970) yang mengilustrasikan kebutuhan setiap individu sesuai tingkatannya.

  • Tingkatan terbawah dari hierarki merupakan kebutuhan dasar fisik manusia, seperti asupan makanan, minum, suhu, istirahat, dan lain sebagainya.

  • Tingkatan kedua merupakan rasa aman dan terlindungi secara fisik maupun psikis. Sama seperti tingkatan pertama, tingkatan kedua merupakan kebutuhan dasar setiap individu.

  • Tingkatan ketiga merupakan kebutuhan psikis, yaitu rasa dicintai dan mencintai, merasa dipercaya, dibutuhkan/berharga.

  • Tingkatan keempat merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan harga diri, seperti perasaan dihargai, dihormati, dan jiwa kompetisi.

  • Tingkatan kelima merupakan kebutuhan kognitif, seperti rasa penasaran, haus ilmu pengetahuan, eksplorasi, dan sebagainya.

  • Tingkatan keenam merupakan kebutuhan akan keindahan, seperti kecantikan, keseimbangan, keindahan karya seni atau keindahan alam.

  • Tingkatan ketujuh merupakan hierarki tertinggi yaitu self-actualisation atau aktualisasi diri. Seseorang yang telah mengembangkan diri pada tingkatan ini telah mencapai seluruh potensi diri dan menjadi sosok terbaik dari dirinya.

Setiap individu membutuhkan perasaan sebagai individu kompeten dan mandiri, setiap orang juga dapat terus berkembang tanpa ada batasan. [2]. Hal ini mengacu pada keinginan bahwa setiap orang ingin “menjadi segala yang mereka mampu menjadi”. Dengan kata lain, self development mengacu pada pemenuhan diri dan kebutuhan untuk mencapai potensi penuhnya sebagai individu yang unik.

Bagaimana cara mengembangkan diri ( self deevelopment )?


Sebelum memahami cara mengembangkan diri, kita perlu memahami diri kita terlebih dahulu. Untuk membantumu memahami dirimu, mari perhatikan grafik dari Harvard Business Review [3]. Grafik ini membantumu menyadari dirimu dan membantumu menentukan apa yang perlu diperhatikan dalam self development .

Berdasarkan grafik diatas, terdapat empat tipe self-awareness (kesadaran diri), yaitu :

  1. Seekers, merupakan pribadi yang memiliki kesadaran diri sendiri yang rendah dan kemampuan yang rendah dalam memahami bagaimana orang disekitar mereka menilai pribadi diri mereka. Seekers tidak mengetahui ingin menjadi apa, apa yang sedang mereka perjuangkan, bagaimana pandangan teman atau orang disekitar mereka menilai. Akibatnya orang-orang dengan tipe ini sering merasa frustasi dalam kemampuan mereka ataupun dalam kehidupan sosialnya.

  2. Introspectors, orang-orang yang masuk kategori ini memiliki kemampuan yang rendah dalam memahami bagaimana orang disekitar mereka menilai pribadi diri mereka dan memiliki pemahaman yang baik dalam memahami diri sendiri. Introspectors memahami diri mereka sendiri tetapi tidak dengan bagaimana lingkungan sekitar mereka. Introspectors tidak berusaha untuk mendapatkan feedback dari orang lain, untuk menemukan sisi lain dirinya dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini dapat mempengaruhi hubungannya dengan oran lain dan membatasi peluang yang datang.

  3. Pleasers, adalah orang-orang yang menyadari bagaimana orang lain melihat kepribadian mereka tetapi tidak/belum menyadari bagaimana diri mereka memahami diri sendiri. Pleasers terlalu fokus pada bagaimana orang lain memandang mereka dan mengabaikan apa yang penting bagi diri mereka. Akibatnya banyak dari keputusan yang mereka ambil tidak sesuai dengan keinginan mereka.

  4. Aware, merupakan pribadi yang mengetahui bagaimana orang disekitar mereka menilai pribadi diri mereka dan memiliki pemahaman yang baik dalam memahami diri sendiri. Aware mengetahui apa yang mereka mau, apa yang harus mereka lakukan, dan menghargai pendapat orang lain terhadap diri mereka. Orang yang masuk dalam tipe ini memahami manfaat dari self-awareness.

Bagaimana? Apakah Anda sudah menyadari diri sendiri dan masuk dalam tipe yang mana? Tentu kini Anda mengetahui apa yang perlu dirubah atau ditingkatkan untuk mencapai apa yang Anda mau. Setelah menyadari diri sendiri (self- awareness), berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam self development, yaitu [4] :

  1. Jujur pada dirimu dengan mengidentifikasi sepuluh hal yang paling bernilai bagi dirimu dan beri nilai pada tiap hal tersebut dalam skala satu hingga sepuluh. Fokus pada rencana meningkatkan potensi diri.

  2. Berani mengetahui batas kemampuanmu dan berkomitmen pada hal yang diinginkan.

  3. Penasaran pada tujuan yang mendukung impian dan aspirasimu, dengan membayangkan beberapa scenario dan pilihan.

  4. Bahagia karena kamu tidak lagi menunda-nunda mencapai tujuan pribadi dan impian profesionalmu, dengan memberi tahu orang-orang disekitarmu untuk memeberikan dukungan.

  5. Kreatif dalam memilih metode untuk mengukur progres dan memberikan penghargaan terhadap diri sendiri. Usahakan untuk tidak melewati dua hari berturut-turut, agar tetap konsisten.

  6. Bangga karena telah memperkecil jarak dengan impianmu disetiap kemajuan yang kamu buat.

  7. Proaktif dan mintalah bantuan, terutama ketika kamu membutuhkan dorongan emosional agar tetap teliti dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan masa depan.

  8. Memaafkan diri sendiri dan meminta maaf pada orang lain dengan menerima kesalahan masa lalu dan melepaskan rasa bersalah.

  9. Jadilah cahaya dengan bersinar lebih terang untuk orang lain. Ketika kamu berbagi dengan mereka, ada hadiah dan pelajaran yang kamu temukan dalam perjalanan self developmentmu.

  10. Progrsif dengan mengevaluasi nilai yang kamu beri pada sepuluh hal paling bernilai bagi dirimu yang ingin kamu kembangkan. Fokus pada impianmu dan jalanilah hidup lebih bermakna. Ulangi langkah satu hingga Sembilan.

Bagaimana strategi self development?


Terdapat beberapa langkah untuk memulai self development, berikut ini salah satu strateginya :

  1. Tentukan Visi
    Menentukan tujuan self development dapat memotivasimu untuk belajar dan berkembang. Tentukan apa yang ingin dicapai dalam beberapa bulan kedepan atau beberapa tahun kemudian dan alasannya. Hal ini merupakan bagian penting dalam self development karena menentukan langkah selanjutnya. Misalnya Karto ingin menjadi seorang peneliti pada sepuluh tahun mendatang karena dengan menjadi peneliti Karto dapat menyumbangkan hasil penelitian yang bermanfaat bagi banyak orang.

  2. Susun Rencana Self Development
    Buatlah rencana dalam mencapai visimu sedatail mungkin, seperti skill yang ingin dekembangkan dan dampaknya terhadap visi. Dengan memiliki rencana yang jelas kamu akan lebih mudah dalam mengevaluasi dan menentukan langkah selanjutnya. Tentukan juga jangka waktu dalam setiap rencana. Misalnya untuk menjadi peneliti Karto harus memiliki keterampilan laboratorium, pernah terlibat dalam beberapa penelitian orang lain, dan sebagainya.

  3. Mulai Proses Self Development dan Catat Perkembangannya
    Banyak cara untuk memulai pengembangan dirimu, pilihlah teknik belajar yang sesuai dengan diri agar self development lebih efektif. Catat setiap perkembangan yang terjadi, dengan mencatat perkembangan mempermudah evaluasi nanti. Jika kamu membutuhkan motivasi selama proses self development, ingatlah visimu dan alasannya.

  4. Tinjau dan Evaluasi Rencana Self Development
    Evaluasi perkembangan self development akan membantumu memastikan hal-hal yang sudah dipelajari, memastikan bahwa kamu berkembang menuju visi dan tetap relevan. Evaluasi juga membantumu dalam menemukan kekurangan yang dapat diimprovisasi. Jujurlah pada diri sendiri dalam proses evaluasi untuk mendapatkan data yang akurat dan tentukan langkah selanjutnya.

Referensi :


### Apa yang dimaksud *Self Development* ?