Paku dan Pagar!

Paku dan Pagar : Pendidikan Emosi Anak

Ada seorang anak kecil yang memiliki temperamen buruk. Ayahnya memberinya sekantong paku dan mengatakan kepadanya bahwa setiap kali dia marah, dia harus memalu paku itu ke pagar. Hari pertama, bocah itu memalu 37 paku ke pagar. Selama beberapa minggu berikutnya ketika dia belajar mengendalikan amarahnya, jumlah paku yang dipalu setiap hari, secara bertahap berkurang. Dia mendapati lebih mudah menahan emosinya daripada memukulkan paku-paku itu ke pagar.

Akhirnya, bocah tersebut sudah bisa mengendalikan emosinya dan mampu sabar. Dia memberi tahu ayahnya tentang hal itu dan sang ayah menyarankan agar bocah itu mencabut satu paku untuk setiap hari agar dia bisa menahan emosinya. Hari-hari berlalu dan bocah itu akhirnya memberi tahu ayahnya bahwa semua paku sudah hilang.

Sang ayah memegang tangan putranya dan membawanya ke pagar. Dia berkata,

“Kamu telah melakukannya dengan baik, anakku, tetapi lihatlah lubang-lubang di pagar. Pagar tidak akan pernah sama. Ketika kamu mengatakan hal-hal buruk dalam kemarahan, mereka meninggalkan bekas luka seperti ini.”

Anda bisa menusukkan pisau pada seseorang dan menariknya keluar. Tidak masalah berapa kali Anda meminta maaf, luka itu akan tetap ada.

Referensi

https://projectaccess.uoregon.edu/teachers/selfawareness/motivation/e.%20ACCESS%2012%20Motivational%20Stories%20Writing%20Discussion%20Questions%20SH.pdf