Pakaian apa saja yang pernah dan sedang dilarang digunakan di suatu negara ?


(Johan Kusuma Wijaya) #1

Pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Pakaian apa saja yang pernah dan sedang dilarang digunakan di suatu negara ?


(Amalia Laisa) #2

Burqa

Negara-negara yang melarang penggunaan Burqa antara lain, diambil dari dw.com :

  • Belanda
    Di penghujung November 2016, parlemen Belanda menyetujui larangan pemakaian burqa dan niqab di beberapa tempat umum, termasuk di transportasi publik. Alasannya untuk jaminan keamanan publik. Aturan itu masih membutuhkan persetujuan dari senat.

  • Perancis
    Perancis adalah negara Eropa pertama yang melarang pemakaian burqa di tempat umum. Aturan ini perlahan dimulai tahun 2004, dengan pengawasan ketat atas simbol keagamaan di sekolah yang dikelola negara. Tapi April 2011, pemerintah melarang sepenuhnya pemakaian cadar di wilayah publik. Denda bagi pemakainya 150 €, sementara siapa pun yang memaksa perempuan menutupi wajah bisa didenda € 30.000.

  • Belgia
    Belgia mengikuti jejak Perancis dengan memperkenalkan larangan pemakaian cadar pada tahun 2011. Aturannya melarang seseorang mengenakan pakaian yang mengaburkan wajah mereka di tempat umum. Perempuan yang tertangkap mengenakannya dapat dipenjara hingga tujuh hari atau dipaksa untuk membayar denda sekitar € 1.300.

  • Italia
    Italia tidak memiliki larangan nasional atas pemakaian niqab atau burqa. Tetapi pada tahun 2010, kota Novara memberlakukan pembatasan itu- meskipun saat ini belum ada ketetapan sistem denda mengenainya. Di beberapa bagian Italia, pemerintah setempat telah melarang ‘burqini’.

  • Spanyol
    Beberapa distrik di Katalonia, Spanyol memiliki hukum terhadap burqa dan niqab. Pada tahun 2013, Mahkamah Agung membatalkan larangan di beberapa negara bagian, dengan alasan bahwa hal itu “membatasi kebebasan beragama”. Tapi beberapa wilayah lain tetap memberlakukannya, berdasar ketetapan Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia ECHR yang menyatakan pelarangan jilbab tidak melanggar HAM.

  • Bulgaria
    Menyusul negara-negara lainnya di Eropa kini di Bulgaria, burka pun tak diperkenankan dikenakan di tempat umum- seperti gedung pemerintah dan lokasi wisata- dengan alasan keamanan. Tapi warga boleh memakainya untuk alasan pekerjaan maupun kesehatan.

  • Chad
    Sejak dua serangan bom bunuh diri pada bulan Juni 2015, pemerintah melarang pemakaian niqab dan burqa di Chad. Perdana menteri Chad, Kalzeube Pahimi Deubet menyebutnya ‘kamuflase’ dan mengatakan semua burqa yang terlihat dijual akan dibakar. Sedangkan mereka yang kedapatan mengenakannya bisa ditangkap dan dihukum penjara…

  • Kamerun
    Sebulan setelah Chad, Kameren mengikuti jejaknya dengan melarang pemakaian burqa, menyusul aksi bom bunuh diri yang oleh orang-orang yang mengenakannya. Larangan itu ditetapkan di lima provinsi di negara itu

  • Niger
    Jilbab dilarang di Diffa, kawasan yang terteror oleh aksi kelompok Boko Haram. Presiden Niger juga tengah menyarankan agar jilbab pun dilarang.

  • Kongo-Brazzaville
    Jilbab dengan penutup wajah penuh telah dilarang di tempat umum sejak tahun 2015 untuk mencegah serangan terorisme.

  • Swiss
    Meskipun aturannya baru berlaku di wilayah Tessin, undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2016. Siapapun yang tertangkap mengenakan cadar dapat didenda sampai 9200 €.

  • Mesir
    Parlemen Mesir menggodok undang-undang larangan pemakaian cadar di tempat umum dan lembaga pemerintah. Aturan ini dibahas setelah Universitas Kairo melarang staf akademik mengenakan niqab di kelas agar lebih mudah berkomunikasi dengan para mahasiswanya.


(Budi Wanan Salaka) #3

Busana jeans di Jerman Timur

Awalnya orang mengecam jins di era Jerman Timur. Tulisan “dilarang masuk dengan jins” tercantum di pintu banyak klub di wilayah itu.

Sejumlah murid juga disuruh pulang jika datang ke sekolah dengan jins.

Akhirnya rezim Jerman Timur menyerah. Ketua partai komunis Erich Honecker kemudian dikabarkan memesan sejuta produk Levi’s untuk memenuhi permintaan para konsumen.

Topi fez dari Turki

Hingga tahun 1920-an, topi fez adalah aksesori biasa di Turki.

Sejak runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah dan berdirinya Republik Turki, Presiden Atatürk melarang topi ini di tempat umum.

Topi Fez ini dianggap sebagai simbol masa yang sudah berlalu.

Tahun 1930-an, fez hampir lenyap sepenuhnya. Larangan sebenarnya masih berlaku sekarang, tetapi tidak lagi ada sanksinya.

Kilt di Inggris

Sekarang busana pria yang menyerupai rok ini menjadi bagian tak terpisahkan di Skotlandia.

Namun siapa sangka, di abad ke-18 kilt dilarang penggunaannya di Inggris.

Orang Inggris menganggap busana tradisional itu melambangkan resistensi dan patriotisme Skotlandia.

Larangan ditetapkan tahun 1747, dan berlaku hingga 37 tahun kemudian.

Pakaian dalam perempuan di Rusia

Sampai sekarang di Rusia dilarang penggunaan pakaian dalam atau lingerie yang mengandung kurang dari enam persen katun.

Artinya, semua lingerie yang terbuat dari renda, beludru, dan sutra dilarang.

Larangan ditetapkan dua tahun lalu. Alasan resminya: pakaian dalam dari bahan sintetik tidak baik bagi kesehatan.

Namun, sebenarnya tujuannya untuk membatasi impor. Sebab, dulu sebagian besar lingerie di Rusia hasil impor.

Hoodie di AS dan Inggris

Setidaknya di sejumlah tempat dilarang untuk mengenakan pakaian yang memiliki bagian untuk menutup kepala.

Misalnya di Mal Bluewater, Kent. Di sana, 10 tahun lalu orang boleh membeli hoodie, tapi kini orang tidak boleh mengenakannya.

Di AS, banyak sekolah melarang penggunaannya di kelas-kelas.

Bahkan di Oklahoma, seorang senator Partai Republik ingin melarang sepenuhnya.


(Ari Jayadi ) #4

Mantel dari bulu binatang - Norwegia

Walaupun belum dilarang digunakan secara publik, tetapi norwegia sudah melarang pakaian ini untuk diperagakan pada Oslo Fashion Week tahun 2011.

Menurut Paul Vasbotten, general manager of Oslo Fashion Week, dalam berpaikain juga diperlukan nilai-nilai etika dalam penggunaannya.

It has been a very natural choice for us. We are doing this in order to increase ethical values in fashion.