Ngono ya ngono, ning aja ngono

image

Ada pesan lain dalam kalimat ngono yo ngono ning ojo ngono. Ngono yang pertama maknanya datar dan netral, sementara ngono yang kedua maknanya berbeda lagi. Ngono terakhir itu bermakna ngono yang berlebihan atau keterlaluan.

Maka, belajar ya belajar tapi jangan berlebihan. Makan ya makan tapi jangan sampai berlebihan. Karena belajar maupun makan, juga segala urusan lain, tak boleh berlebihan agar tak berbuah kerusakan.

Filosofi Jawa ini penting untuk memahami cara berpikir masyarakat Jawa. Mereka tak suka apapun yang dianggap berlebihan. Sedang, lumayan, pertengahan dan netral adalah sikap favorit orang Jawa menghadapi permasalahan sosial. Ngono yo ngono ning ojo ngono.

Terjemahan praktisnya kadang menimbulkan kesimpulan bahwa orang Jawa “nanggung” dalam bersikap. Mereka tak pernah all out mendukung kebenaran ataupun 100 persen menolak kebatilan.