Misteri Watu Dodol dan Patung Gandrung, Banyuwangi

Hai teman-teman kali ini aku mau membahas, salah satu lokasi yang menyimpan misteri di Banyuwangi, yaitu Watu Dodol dan Patung Gandrung. Watu dodol adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Banyuwangi. Konon, watu atau batu tersebut pernah menghalangi pembuatan jalan jalur pantura saat penjajahan Hindia-Belanda. Ketika para pekerja mencoba untuk memindahkan, batu tersebut tidak bergerak sedikitpun meskipun sudah melakukan berbagai upaya termasuk salah satunya dengan menggunakan kapal yang berujung tenggelam tanpa daya. Batu tersebut dipercayai sebagai bagian dari bumi, paku yang menjaga pulau jawa untuk tetap mengambang. Lokasi tersebut ditandai dengan adanya patung seorang penari yang lengkap dengan kipas dan baju adat. Patung ini dinamai dengan patung gandrung yang juga sekaligus digunakan sebagai ikon selamat datang ketika memasuki wilayah Banyuwangi. Bagi anda yang pernah berkunjung ke Banyuwangi, mungkin sudah pernah melihat salah satu tempat angker dan menyeramkan di Banyuwangi tersebut. Benarkah? ada yang pernah mendengar kisahnya?

menurut sumber yang saya baca, Gandrung merupakan sebuah tarian adat masyarakat Banyuwangi. Di area wisata Watu Dodol ini terdapat sebuah patung gandrung yang dibangun diatas sebuah pos di tepi pantai. Patung ini merupakan sebuah icon Kota Banyuwangi. Dan ketika anda menjumpai patung tersebut, berarti anda sudah berada di kawasan wisata Watu Dodol. Menurut beberapa kabar yang beredar di Banyuwangi, Patung Gandrung tersebut dapat menari dan bergerak dengan sendirinya. Kesaksian tersebut pernah di alami oleh warga setempat, dimana posisi badan dan tangan terkadang berubah ubah. Dan berubah nya posisi tersebut sama persis dengan pola tarian Gandrung. Ada lagi sebuah fenomena yang aneh tapi nyata yang dapat teman teman jumpai ketika berkunjung ke wisata ini, yaitu Sumber Air Tawar. Jadi begini, ketika sedang dalam keadaan pasang, air laut bisa masuk ke Sumber Air Ini. Nah anehnya, air laut yang masuk ke sumber ini rasanya tidak lah asin, melainkan tetap tawar. Jadi Sumber ini dapat mengubah rasa air laut yang mula nya asin menjadi tawar. Aneh kan?

Air yang berasal dari sumber tersebut konon katanya dapat digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Nah oleh penduduk setempat, sumber air ini pun diberi pembatas layak nya sebuah sumur. Siapapun yang ingin mengambil air nya dapat menggunakan sebuah timba yang telah disediakan oleh warga.