Mike Cannon - Brookes : Founder dan CEO Atlassian

Biografi, Mike Cannon – Brookes


Pekerjaaan
Penemu serta CEO, Atlassian

Afiliasi Lainnya
Blackbird Ventures - Venture Partner
Juli 2012 – sekarang (4 tahun 6 bulan)

Tyro - Director / Investor
Desember 2009 – sekarang (7 tahun 1 bulan)

Adjunct Professor - Computer Science & Engineering
University of New South Wales
Februari 2014 – sekarang (2 tahun 11 bulan)

Shoes of Prey - Investor
Mei 2012 – sekarang (4 tahun 8 bulan)

Startmate - Investor / Mentor
2010 – sekarang (6 tahun)

Ninja Blocks Inc - Investor
2012 – sekarang (4 tahun)

Homethinking - Investor
September 2005 – sekarang (11 tahun 4 bulan)

Pollenizer - Advisor
April 2008 – Oktober 2009 (1 tahun 7 bulan)

Gliffy - Advisor
Januari 2007 – Juni 2009 (2 tahun 6 bulan)

Jupiter Media - Technology Director, Asia Pacific
Februari 2000 – Agustus 2001 (1 tahun 7 bulan)

Tempat dan Tanggal Lahir
New Haven, Connecticut, Amerika. Bulan November 1979

Umur
37 tahun

Kewarganegaraan
Australia

Pendidikan
Cranbrook School, Sydney
University of New South Wales jurusan sistem informasi

Total Kekayaan
1.7 Billion US Dollar – 22,1 Triliun Rupiah (2016)

Peringkat Kekayaan Menurut Forbes

  • 93 Richest In Tech (2016)
  • 1275 Billionaires (2016)
  • 15 in Australia
  • 14 Australia’s 50 Richest (2016)

Kehidupan Pribadi


Mike Cannon – Brookes adalah anak dari seorang eksekutif perbankan internasional, Mike dan ibunya bernama Helen Cannon – Brookes. Mike sudah menikah dengan istrinya yang bernama Annie Todd dan mempunyai dua orang anak. Mike tinggal di Centennial Park yang berada di pinggiran Sidney sebelah Timur.

Karir


Bersama mitra bisnisnya, Scott Farquhar, mereka bekerjasama dalam perusahaan perangkat lunak yang membantu lebih dari 51,000 organisasi besar dan kecil, termasuk beberapa media ternama juga menggunakan teknologi manufaktur dari Atlassian dalam bidang komunikasi, layanan manajemen produk, dan pembangunan.

Dia juga seorang asisten profesor di University of new south wales dalam bidang ilmu komputer dan rekayasa. Mike dan Scott diakui dalam dengan mendapat penghargaan dari sebuah acara dengan kategori Australian IT Professional of the Year tahun 2004, dan Australian 2006 Entrepreneur of the Year.

Mike juga dihormati oleh forum ekonomi dunia karena ketika masih remaja sudah menjadi pemimpin global pada tahun 2009 dan merupakan anggota dari forum muda para pemimpin global.

Dengan pencapaiannya yang luar biasa, Mike Cannon - Brooks sempat dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 93 di dunia dengan kategori orang terkaya dalam bidang teknologi oleh Forbes tahun 2016 dengan keuntungan sebesar 1,74 Milyar dolar. Oleh BRW Rich 200, Mike nomor 18 dengan keuntungan sebesar 2 Milyar dolar tahun 2016 dan oleh Perusahaan surat kabar Sunday Times dengan kekayaan 906 juta dolar.

Sekilas Tentang Atlassian


Mike Cannon-Brookes dan Scott Farquhar saat masih berusia 22 tahun dan berstatus mahasiswa di Universitas New South Wales mendirikan perusahaan teknologi Atlassian pada tahun 2002 dengan bermodalkan 10.000 dolar (setara Rp 100 juta) dari kartu kredit mereka.

Dan pada tahun 2015, perusahaan teknologi ini melonjak di bursa Nasdaq dengan menutup bursa saham dengan nilai pasar 5.8 miliar dolar (setara Rp 80 triliun), jauh di atas valuasi pribadi senilai 3,3 miliar dolar (setara Rp 45 triliun) pada tahun 2014, sehingga membuat perusahaan ini sebagai perusahaan Australia paling sukses di pasar modal AS. Padahal tahun 2015 banyak saham teknologi yang jatuh.

Atlassian mempekerjakan sekitar 1.200 orang, dan melayani klien internasional termasuk Twitter, Verizon, dan badan antariksa AS- NASA, yang menggunakan teknologi Atlassian pada robot luar angkasa mereka, Space Rover. Perusahaan ini bertanggung jawab atas sejumlah program termasuk HipChat, Jira, Confluence dan Bitbucket.

Mike dan Scott, masing-masing dari mereka memiliki 37% saham perusahaan, dan masing-masing akan mempertahankan 33% saham setelah dilempar ke publik.

Saham Atlassian mengakhiri hari di Wall Street dengan nilai 27.78 dolar (atau setara Rp 300.000), hampir sepertiga lebih tinggi dari harga IPO sebesar 21 dolar (atau setara Rp 240.000), menurut data Reuters.

Produk Dan Layanan Attlassian

Atlassian menyediakan developer dan project manajer dengan software yang terinstal yang dikelompokkan ke dalam 6 kategori.

  • project and issue-tracking software
  • collaboration and content sharing
  • distributed version control system DVCS
  • code quality
  • addons
  • training products

Penghargaan Yang Diperoleh Atlassian

  • Annual Computerworld Honors Program Names 2012 Laureates
  • Best Places to Work finalists revealed
  • Atlassian Wins Deloitte Technology Fast 50 Award
  • Technology Pioneers
  • Great Places to Work Australia, 3rd place, 2016.

Quote


  • “It’s just giving back to the community and the other great tech companies ­following behind us. I get enjoyment from seeing people succeed.”

  • _“You can’t generate experience,” _

  • “Technology is the largest ­industry in the world now. It’s only opening up a bigger and bigger­ gap on No 2, which is finance­. And it’s becoming more a part of every single company’s competitiveness,”

  • “And we’re already seeing ourselves going backwards down all the various league tables because we’re not investing enough in technology as an economy.

  • “If we’re just consuming technology as an economy, we’re stuffed in 20 years’ time. We need to be producing our own IP (intellectual property) in technology as a country.”

  • “A lot of the new startups you see nowadays, they’re looking to raise cash a lot quicker and most of the capital and cash is in the United States,”

  • “Intellectual property and building the education of our citizens is a renewable resource and I think that’s where we should be investing.”

  • “It was one of the smartest decisions that we made without really knowing it at the time.

  • “Even I don’t know how to talk about it, but I understand the problem.”

  • “If we’re not creating technology, not all of it, if we’re not creating 1% of technology, we’re not going to have 1% of the world’s economy.

Referensi


1456806354387

Mike Cannon Brookers

Michael Cannon-Brookes (lahir November 1979), ia adalah miliarder Australia, co-founder dan co-CEO perusahaan perangkat lunak Atlassian. Cannon-Brookes sering dijuluki miliarder yang tidak disengaja setelah dia dan rekan bisnisnya Scott Farquhar mendirikan Atlassian dengan tujuan sederhana untuk meniru gaji lulusan S1 A $ 48.000 di perusahaan besar tanpa harus bekerja untuk orang lain. Ia dan rekannya memulai perusahaannya segera setelah lulus kuliah, mendanai dengan kartu kredit sebesar US$10.000… Atlassian, yang tidak memiliki tim penjualan, sempat menawarkan rencana usahanya pada NASA, Tesla dan SpaceX.

Dia menempuh pendidikan di Cranbrook School di Sydney, dan lulus dari Universitas New South Wales dengan gelar sarjana sistem informasi dengan beasiswa UNSW Co-op

Bersama Scott Farquhar, Cannon-Brookes adalah co-founder dan co-CEO Atlassian, sebuah perusahaan perangkat lunak kolaborasi. Dia juga seorang profesor tamu di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknik Universitas New South Wales. Cannon-Brookes dan Farquhar mendapatkan penghargaan Australian IT Professional of the Year pada tahun 2004, dan Pengusaha Terbaik Australia tahun ini. Cannon-Brookes juga dinobatkan oleh World Economic Forum sebagai Young Global Leader pada tahun 2009 dan merupakan anggota Forum Young Global Leaders.

Dia menikah dengan Annie Todd dan memiliki empat anak, ia tinggal di pinggiran timur Sydney di Centennial Park. Di samping rekan bisnisnya, Farquhar, Cannon-Brookes memulai debutnya sebagai BRW Young Rich tahun 2007 dari orang Australia terkaya berusia 40; dan di BRW Rich 200 pada tahun 2013 dengan perkiraan kekayaan bersih sebesar A 250 juta. Pada 2016, kekayaan bersihnya diperkirakan oleh Forbes dalam daftar 50 orang terkaya di Australia sebesar US 1,69 miliar; oleh BRW Rich 200 sebesar $ 2,00 miliar; dan oleh Sunday Times Rich List sebesar GB £ 906 juta.

Sebagai pembicara utama di TEDxSydney, Mike Cannon-Brookes mengaku menderita sindrom impostor dan hampir setiap hari merasa dirinya tidak tahu apa yang sedang dilakukannya. Imposter Syndrome adalah perasaan seseorang yang menganggap bahwa prestasi yang dicapainya hanyalah kebetulan, bukan dari hasil kerja kerasnya sendiri. Perasaan itu berbentuk ketidakpercayaan lagi pada diri sendiri, sehingga sadar atau tidak, tindakan yang diambilnya justru membawanya kepada hal-hal yang menghancurkan reputasi. Jadi selama 15 tahun ini, Mike merasa bahwa ia tidak melakukan sesuatu yang berharga dalam mencapai kesuksesannya. Ia tak tau apa yang sudah dilakukannya, mungkin kesuksesannya hanyalah sebuah kebetulan.

Lalu, apa yang menyebabkan perusahaan IT asal Australia ini berkembang lebih cepat dibanding perusahaan sejenis? Beberapa analis mengatakan hal tersebut karena Atlassian menjalankan model bisnis unik. Atlassian mengkhususkan diri mengembangkan bisnis software secara online, seperti JIRA, produk yang mengelola proyek dan alur kerja sistem IT. Produk software yang diproduksi Atlassian kini digunakan oleh 35.000 perusahaan di seluruh dunia, seperti BMW, American Airlines, Cisco, Facebook, dan Citigroup. Perusahaan IT itu terus berkembang pesat dalam 10 tahun terakhir dengan tingkat pertumbuhan dalam lima tahun terakhir mencapai 40 persen.

Berbeda dengan perusahaan software besar dunia seperti Oracle, Box, atau Workday, Atlassian lebih memilih untuk meminimalkan biaya pemasaran. Mereka memasarkan produk mereka secara online dengan harga yang kompetitif.

Seperti yang dialami banyak perusahaan start-up lainnya, penjualan awal Atlassian hanya dibeli oleh teman-teman dan kenalan sang pendiri. Penjualan kemudian terus berkembang dan memperoleh pembeli besar pertama yakni American Airlines.

Sekarang, setelah 12 tahun perusahaan IT itu memiliki pendapatan sebesar US$200 juta. Perusahaan ini memiliki kantor pusat di Sydney dan San Francisco, serta kantor cabang di Amsterdam, Yokohama, dan Manila.

Setelah membaca kisah kesuksesannya, maka kita dapat menyimpulkan. Walaupun Mike merasa tidak melakukan apapun dalam hidupnya, kita semua tahu bahwa “setiap kesuksesan pasti memiliki cerita di belakangnya”.

Mike Cannon – Brookes adalah anak dari seorang eksekutif perbankan internasional, yang lahir pada November 1979. Mike saat ini sudah menikah dengan seorang wanita bernama Annie Todd, dan telah dikaruniai empat orang anak.

Mike menjadi salah satu milliarder Australia akibat ketidaksengajaan setelah dia bersama dengan rekan bisnisnya Scott Faequhar mendirikan Atlassian, sebuah perusahaan perangkat lunak, pada tahun 2002. Mereka mengembangkan Atlassian dengan usaha mereka sendiri selama beberapa tahun dengan dana yang berasal dari kartu kredit sebesar 10.000 USD. Bersama mitranya, mereka bekerja sama dalam mendirikian Atlassian sebagai salah satu perusahaan perangkat lunak. Tak hanya Atlassian, Mike juga merupakan seorang asisten professor di University of New South Wales bidang ilmu komputer dan rekayasa perangkat lunak sejak 2014 hingga sekarang. Oleh sebab itu, Mike sempat dinobatkan sebagai orang terkaya di bidang teknologi nomor 93 di dunia dengan harta kekayaan mencapai 2.5 Milliar USD.

Mike mendirikan Atlassian tahun 2002 saat berumur 22 tahun. Saat itu, ia masih berstatus sebagai mahasiswa dan mendirikan Atlassian dengan dana yang pas pasan. Selang 13 tahun kemudian, pada tahun 2015, perusahaan teknologi ini telah melonjak naik di bursa Nasdaq dengan menutup bursa saham dengan harga pasar 5.8 Milliar USD, jauh diatas valuasi pribadi dengan nilai 3.3 Milliar USD pada tahun 2014, sehingga perusahaan teknologi ini menjelma menjadi perusahaan Australia paling sukses di pasar modal AS.

Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, mengapa Atlassian dapat berkembang sedemikian cepat dibandingkan dengan perusahaan sejenis? Beberapa analis mengatakan bahwa Atlassian memiliki strategi bisnis yang tidak biasa. Atlassian dalam strateginya ini lebih mengkhususkan untuk pengembangan bisnis perangkat lunaknya secara online. Yang mengakibatkan Atlassian dapat berkembang sedemikian pesat, dikarenakan lebih menghemat biaya pemasaran. Saat ini, perangkat lunak yang diproduksi oleh Atlassian telah digunakan di lebih dari 35.000 perusahaan. Bahkan, perusahaan sebesar BMW, American Airlines, Cisco, hingga Facebook menjadi klien mereka. Dan bahkan, perusahaan ini bahkan dalam 5 tahun terakhir memiliki indeks pertumbuhan sebesar 40 persen.

Akan tetapi, Mike sebagai pembicara utama di TEDxSydney, mengakuibahwa dirinya menderita sindrom imposter. Sindrom ini dapat mengakibatkan penderitanya merasa tidak melakukan apa apa atas pencapaiannya. Dengan kata lain, sang penderita akan merasa semua pencapaiannya merupakan suatu kebetulan belaka, dan bukan merupakan hasil kerja kerasnya sendiri. Begitu pula Mike, ia tidak merasa bahwa pencapaiannya selama ini merupakan buah dari kerja kerasnya, melainkan hanya sebuah kebetulan semata.

“You can’t generate experience” - Mike Cannon-Brookes

Sumber :


https://www.linkedin.com/in/mcannonbrookes/?ppe=1

964580097-Atlassian-Mike-Cannon-Brookes-HipChat-vs-Skype
“If you watch your [stock price] every day, it’s like going to the casino. If you play roulette, your money is going to go up heaps and down heaps. What’s the point of that? Let’s focus on what the company is like in five years." - Mike Cannon-Brookes

Michael Cannon-Brookes yang juga dikenal sebagai mike Cannon-Brookes adalah seorang Co-Founder dan co-CEO of Atlassian Corporation Plc sejak oktober 2002. Dia adalah salah satu pendiri perusahaan yang menjual software ke berbagai perusahaan besar di dunia (Atlassian Softeware System) yang berbasis di Sydney, Australia. Kini mike masuk daftar miliarder baru Australia setelah perusahaan IT itu mendapatkan pembiayaan dari investor baru dengan total kekayaan senilai 22,1 triliun rupiah.

Mike cannon brookes terlahir dari pasangan seorang eksekutif perbankan internasional dengan istrinya yang bernama Helen Cannon-Brooks pada bulan November 1979 di New Haven, Connecticut, Amerika. Mike dibesarkan dan menetap di Centennial Park, Sydney, New South Wales, Australia. Mike bersekolah ke Cranbrook School di Sydney. Kemudian mike melanjutkan studynya ke University of New South Wales.

Saat masih kuliah di University of New South Wales, Mike bertemu dengan Scott Farquhar yang sama-sama ahli dalam bidang programmer kemudian memulai karir dengan mendirikan Atlassian pada tahun 2000an. Dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk drop out dari kuliah karena ingin focus mengembangkan perusahaan yang telah mereka rintis.

Modal awal yang mike dan scott gunakan untuk mendirikan Atlassian berasal dari hutangan kredit bank senilai US$10.000. perusahaan yang mereka dirikan berfokus untuk mengembangkan bisnis software secara online dan memilih untuk meminimalkan biaya pemasaran. Produk yang dikembangkan berupa beberapa jenis software yang memungkinkan pebisnis dapat mengatur tugas dan alur kerja sekaligus berkolaborasi dengan proyek. Ide inilah yang membuat mike dan scott berhasil dengan nilai penjualan programnya yang tinggi.

Sejak awal mike mendirikan Atlassian bertujuan untuk membangun sebuah perusahaan yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Karena keyakinan ini lah yang mengantar mike dapat meraih keberhasilannya dan menjadi salah satu seorang miliader Australia.

Referensi
https://www.theaustralian.com.au/business/companies/the-cannon-brookes-balancing-life-as-accidental-billionaires
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mike_Cannon_Brookes