Michael J. Ward : CEO CSX Corporation

image

Michael J. Ward adalah Chairman dan Chief Executive Officer CSX Corporation, salah satu perusahaan transportasi dan logistic utama di negara Amerika. Selama 39 tahun karirnya, Ward telah memimpin operasi, penjualan batubara, pemasaran, dan departemen keuangan CSX. Di bawah kepemimpinan Ward, perusahaan terus mencapai kinerja yang tinggi dan memberikan layanan vital bagi pelanggan serta memberikan hasil keuangan yang kuat bagi para pemegang saham.

Memberi warna baru untuk perusahaan

Ketika Ward menangani CSX pada tahun 2003 setelah 23 tahun di Jacksonville, Florida, perusahaan kereta api tersebut memiliki sedikit konsistensi dalam hal manajemen, kinerja atau tujuan strategis. CSX menduduki peringkat bawah dalam hal efisiensi dan keamanan operasi di antara perusahaan kereta api lain di Amerika Serikat. Ward mengatakan “kami adalah organisasi yang mematahkan hati investor dan nasabah secara reguler”.

Ward telah berhasil memfokuskan kembali CSX menjadi kereta api terbesar di Timur, di beberapa prioritas, termasuk peningkatan keselamatan, kinerja operasi dan layanan pelanggan. Ward juga memberikan penekanan utama pada analisis berbasis data.

“Menjadi sangat kreatif dan imajinatif bukanlah apa yang saya lakukan dengan baik,”
“Saya mengambil ide bagus dan membuat mereka bekerja, dan membunuh yang buruk.”

Gagasan terbaik Ward adalah melangkah ke luar perusahaan, sebuah langkah yang dinilai tidak konvensional dalam industri kereta api, sebagai upaya untuk menemukan pemimpin baru. Akhirnya Ward memperkerjakan Tony Ingram sebagai chief operating officer pada tahun 2004 dari saingannya Norfolk Southern (NSC).

Tantangan telah didefinisikan

Perjalanan karir Ward pada tahun-tahun sebelumnya mengalami pasang surut, terutama ketika CSX berjuang untuk mengintegrasikan Conrail setelah pembelian pengangkut barang pada tahun 1998 secara kompleks dan menjual setengahnya ke Norfolk Southern. Ketika Ward menjadi executive vice president kelompok jasa batu bara, ia menyadari bahwa integrasi tersebut telah menimbulkan kekacauan, setiap dua minggu Ward mengeluhkan hal tersebut kepada atasannya, namun kekhawatirannya tersebut tidak dihiraukan. Akhirnya John Snow, yang saat itu menjabat sebagai CEO CSX, mengendalikan integrasi, dan pada tahun 2000 menunjuk Ward sebagai presiden bisnis perkeretaapian.

Tiga tahun kemudian Ward menggantikan posisi Snow yaitu sebagai CEO dan mengambil alih tugas untuk mendapatkan rel kereta api kembali ke jalur semula. Langkah awal yang di ambil Ward yaitu mempersempit prioritas dan menetapkan tujuan yang harus dicapai untuk membangun kembali semangat kerja, meningkatkan metrik keselamatan dan pengoperasian perusahaan secara optimal. Ward juga bersikap berani untuk memotong 20% tim manajemen untuk menghilangkan jejak masa lalu perusahaan, yang pada yahun sebelumnya telah membuat beberapa manajer hanya memiliki dua atau tiga laporan pertanggung jawaban.

image

Pencapaian perusahaan yang signifikan
Ward mengubah budaya di CSX dan membangun kembali semangat kerja karyawan, ia menghasilkan jenis data yang dapat disukai oleh para pemegang saham. Pendapatan perusahaan meningkat 54% dalam 10 tahun terakhir, menjadi $12 miliar, dan pendapatan naik 886% menjadi $1,86 miliar, yang mencerminkan tiga kali lipat laba operasi dalam rentang waktu tersebut. Perusahaan diperkirakan memperoleh $1,90 per saham pada tahun ini dan $2,14 pada tahun 2015, naik dari $1,83 pada tahun 2013.

Saham CSX pada saat itu telah berhasil mencapai rata-rata 18% per tahun dalam dekade terakhir. Sepanjang 58 tahun karir kereta api, industri ini menghadapi perubahan yang signifikan. Memfokuskan pada biaya, keamanan dan efisiensi membuat CSX menjadi pemimpin di industri ini. Pada tahun 2007, CSX menjadi sasaran investor aktivis, Simpanan Investasi Anak, atau TCI, kemudian bergabung dengan 3G Capital Partners. CSX juga mencoba memaksimalkan kontrak batubara yang masih tersisa.
Ward mengatakan kebangkitan kereta masih hidup dan baik. Dengan peningkatan produktivitas, harga, dan pertumbuhan bisnis intermodal yang masih terus berlanjut, Ward mengharapkan perusahaan bisa menghasilkan satu digit angka yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan.

Dibawah kepemimpinan Ward, CSX mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk memiliki rasio operasi pada pertengahan tahun 60an, dan menegaskan komitmennya terhadap tujuan tersebut dalam konferensi. Ward memiliki pemikiran sendiri mengenai permasalahan ekonomi yang menyebabkan terganggunya industri kereta api.

Sumber :


https://www.bizjournals.com/jacksonville/news/2016/01/13/csxs-ceo-were-in-a-freight-recession.html