Metal Recycling

Pada abad 21 ini, manusia yang menempati bumi sudah mencapai 7 miliar yang mana semakin banyak kelahiran, maka semakin banyak konsumsi yang akan dilakukan terhadap sumber daya alam yang ada di bumi. Hal ini akan menyebabkan kekurangan sumber daya tak terbaharukan yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah sumber daya alam mineral yang mengandung logam-logam berharga. Kebutuhan material akan meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Salah satu mencegah hal ini terjadi adalah dengan meningkatkan keefisienan pemakaian dengan mengubah eknomi yang pada awalnya linear menjadi circular. Hal ini berarti jika kita memiliki barang-barang yang sudah tidak berguna, maka hal yang terbaik dilakukan adalah melakukan daur ulang terhadap komposisi yang ada di barang tersebut dan menjadikan barang yang baru yang memiliki manfaat sehingga bumi akan dapat mengurangi limbah yang telah menumpuk.

Pengetahuan mengenai waste management sangat penting diterapkan pada sector kehidupan masyarakat yaitu dengan melakukan pengurangan limbah, pengunaan Kembali produk-produk, melakukan daur ulang, mengambil Kembali hal yang berguna pada limbah seperti logam-logam dan energinya, dan terakhir adalah dengan melakukan treatment dan landfill pada barang-barang yang benar-benar sudah tidak berguna.

Recyling atau daur ulang adalah usaha dalam memproses Kembali material habis pakai yang dikumpulkan dan dikembalikan ke rantai suplai. Pemakaian material dari material habis pakai adalah material sekunder yang biasa disebut recylate. Berikut siklus daur ulang pada metal
image
Gambar 1. Siklus daur ulang scrap (https://elyrecyclingequipment.wordpress.com/2016/08/30/scrap-metal-recycling-process/)

Alasan dilakukan daur ulang adalah menghemat energi yang digunakan saat melakukan penambangan, pengolahan mineral, konsentrasi, dan lain-lain, banyak logam berharga yang dapat diambil dan berguna pada material habis pakai seperti handphone yang memiliki emas, perak, aluminium di dalam handphone tersebut, dan pada material sekunder memiliki lebih banyak logam berharga dibandingkan dari mineral tambang atau material primer.

Referensi