Menyelami kenangan

kenangan-899o

Menyelami kenangan

Malam Hari ini Hujan Kembali Turun. Ahiya Akhir-Akhir ini Hujan Memang Selalu Datang.

Ia datang membasahi bumi dan membuat tanaman menjadi segar. Dan malam ini bersama derasnya hujan, aku kembali mengenang-nya. Aah entahlah, seperti hujan dia akhir-akhir ini memang selalu datang di dalam pikiranku. Bedanya ia membuat hati ku kering dan jiwa yang lelah. Bagaimana tidak lelah? Kenangan yang selama ini ku kubur dalam. Namun kembali hidup dan bersemayam di otakku. Ahiya aku seolah memutar kembali rekaman memori lama. Memori yang memiliki sejuta kenangan. Kenangan yang selalu ku usahakan untuk tak lagi ku ingat. Tapi nyatanya malam ini aku gagal, Kenangan itu kembali teringat jelas. Bagaikan seseorang yang telah lama kehilangan ingatan dan kembali menemukan ingatannya.

Aku kembali menyelami masa lalu. Waktu memang seolah sengaja menyeretku kembali ke masa itu. Masa dimana aku masih bersama dengannya. Iya sekitar empat tahun yang lalu. Waktu mempertemukan aku dengannya. Entah tak sengaja dipertemukan atau memang Tuhan sengaja mempertemukan. Tapi aku percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Dan setelah bertemunya dua orang asing yang awalnya saling tak perduli. Bahkan seperti tak saling menyadari bahwa adanya kehadiran masing-masing. Ternyata Tuhan mempunyai rencana lain, ia menciptakan sebuah rasa yang kala itu ku namai dengan cinta.

Ahiya rasa itu tumbuh pesat dalam hatiku. Dan ternyata Tuhan juga menciptakan rasa itu didalam hatinya. Iya lebih tepatnya Desember 2019,

Dia menyatakan suatu perasaan yang memang selama ini ku tunggu. Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana bahagianya aku kala itu. Senyuman kecil dengan hati yang berdegub kencang. Aku dan dia mengharapkan sebuah kebersamaan yang akan selalu terjaga.

Hari kian hari hingga berbulan-bulan yang ku lewati dengannya tampak begitu menyenangkan.

Terlebih lagi ketika ia memberikan sebuah pengharapan yang nantinya akan indah pada waktunya. Dia pernah menjanjikan akhir yang begitu bahagia, Dia membuat ku terbang setinggi angkasa menjadikan aku seolah seorang malaikat yang menjadi sayap pelindungnya.

Dia pernah bilang;

“Aku sangat bersyukur karena terlahir sebagai laki-laki normal

yang bisa melengkapi kekurangan mu,

aku sangat bangga bisa membuatmu bahagia karena dengan kehadiranku dihatimu.

Memiliki mu adalah hal yang terindah dalam hidupku.

Aku tidak akan pernah membuatmu kecewa karena memilihku.

Bagiku kamu adalah sosok wanita yang sangat sempurna.

Aku sangat bahagia bisa menjadi bagian dari hidupmu.

Dan aku akan berusaha memberikan yang terbaik hanya untukmu.

Walaupun aku bukan yang terbaik”

Ya sebuah janji yang pernah ia tulis untukku. Dia juga pernah bilang bahwa ia takkan membuatku menangis dan bersedih karena perlakukannya padaku. Apalagi kalau meninggalkan ku dengan orang lain. Tidak akan pernah, tidak akan pernah terjadi. Ya dia memang selalu menjajikan sebuah kebahagiaan untukku. Dia juga pernah bilang kalau suatu saat nanti ia terpaksa akan pergi, Namun akan kembali lagi untukku. Dia pergi sementara untuk menyiapkan kebahagiaan yang utuh. Aku juga berjanji padanya bahwa aku akan setia menunggu. Tapi sebelum waktu itu tiba dia sudah pergi terlebih dahulu dari sebuah kebersamaan yang katanya selalu akan ia jaga. Ya dia memang pernah bilang kalau rasa dihatinya tidak akan pernah hilang, Meskipun sakit, meskipun pahit, akan tetap ia pertahankan. Dan meskipun begitu banyak rintangan dan halangan tetapi tekadnya untuk bersamaku akan tetap kuat. Namun kelihatannya ia lupa atau barangkali ia kehilangan ingatannya. Ahiya, dia lupa akan janjinya. Semua-nya hilang…

Jakarta,17 Oktober 2020
JC

#Challenge 30 Hari Menulis Karya Sastra | Kenangan | Hari Terakhir

Sumber Photo : http://mummyayu.blogspot.com/2020/04/kenangan-terindah.html

4 Likes