Mengungkap Potensi Wakaf di Kecamatan Kwadungan

wakaf Terletak di ujung selatan Kabupaten Ngawi, membuat Kecamatan Kwadungan menjadi salah satu Kecamatan dengan daya tarik yang cukup tinggi. Berada di dataran rendah dengan dilintasi dua aliran sungai besar, menjadilkan Kecamatan Kwadungan, sebagai salah satu daerah yang seringkali dilanda bencana banjir. Hampir setiap tahun, ketika musim penghujan tiba, daerah ini akan terendam hingga beberapa waktu. Sehingga dari segi alokasi anggaran, penanggulangan bencana merupakan salah satu hal yang menyita cukup banyak perhatian.

Berada dalam kondisi yang demikian, tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap berkurangnya jumlah penduduk, karena perpindahan. Menurut Badan Pusat Statistika (2018), Kwadungan memiliki luas kurang lebih 30,30 Km2, Kecamatan Kwadungan dihuni oleh sekitar 27.572 jiwa pada tahun 2017. Sampai saat ini, jumlah ini senantiasa bertambah seiring dengan banyaknya angka kelahiran di Kecamatan Kwadungan. Tentu saja hal ini menjadikan Kecamatan Kwadungan menjadi salah satu Kecamatan yang cukup ramai dengan mobilitas penduduk.

Dalam hal mata pencaharian, penduduk di Kecamatan Kwadungan mengandalkan pertanian sebagai pekerjaan utama. Hal ini dibuktikan dengan luasnya lahan sawah yang dimiliki oleh Kecamatan Kwadungan, yaitu sekitar 70.06% dari luas keseluruhan Kecamatan Kwadungan (Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi, 2018). Pada dasarnya, kondisi ini dipengaruhi oleh letak geografis Kecamatan Kwadungan yang berada di dataran rendah dan dilewati oleh dua aliran sungai besar.

Kendati demikian dalam hal pendidikan, Kecamatan Kwadungan menjadi salah satu Kecamatan yang memiliki penduduk dengan tingkat kesadaran akan pendidikan, yang cukup tinggi. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi (2018), pada tahun 2017 terdapat 677 penduduk yang telah menamatkan pendidikan hingga strata satu. Tentu, bagi kota kecil seperti Kabupaten Ngawi, pendidikan menjadi salah satu hal yang cukup krusial untuk memacu kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, jumlah tersebut menjadi jumlah yang cukup banyak.

Selain memiliki penduduk dengan kesadaran akan pendidikan yang cukup tinggi, Kecamatan Kwadungan juga menjadi salah satu Kecamatan dengan geliat perwakafan yang cukup baik. Berdasarkan data dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Kwadungan (2020), terdapat lebih dari 200 aset wakaf yang terdapat di Kecamatan Kwadungan. Hal ini tentu tidak mengherankan, mengingat praktik perwakafan telah dilakukan sejak tahun 1930-an, dan jumlahnya terus bertambah seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat akan sarana dan prasarana religiusitas. Akan tetapi, sungguh sangat disayangkan, dari 200 aset tanah wakaf tersbeut hanya sekitar 85 aset yang dapat dikumpulkan dan dicatat keberadaannya oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Kwadungan.

Permasalahan yang sering dihadapi dalam pencatatan aset wkafa di Kecamatan Kwadungan, tidak jauh berbeda dengan derah lainnya. Aset wakaf seringkali belum dilaporkan keberadaannya dan ditindaklanjuti untuk dilakukan proses sertipikasi. Dari 85 aset wakaf hanya sekitar 60% aset wakaf yang telah melalui sertipikasi (Kementerian Agama, 2020). Jika dilihat dari sudut pandang urgensi proses sertipikasi, tentu jumlah ini menjadi jumlah yang cukup kecil, dan perlu untuk mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Hal ini dikarenakan sebagai salah sertipikat menjadi salah satu dokumen yang dapat menyelamatkan aste tanah wakaf dari berbagai dampak buruk yang akan terjadi di kemudian hari.

Hal tersebut cukup disayangkan, mengingat apabila dilihat dari berbagai aspek, termasuk kondisi geografis dan demografis wilayah Kecamatan Kwadungan, memungkinkan potensi pengembangan aset wakaf yang lebih baik. Pengembangan praktik perwakafan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi atas permasalahan kesejahteraan yang dimiliki masyarakat. Sehingga nantinya, apabila wakaf telah sampai pada taraf tersebut, bukan tidak mungkin apabila Kecamatan Kwadungan menjadi salah satu Kecamatan yang mampu secara mandiri dalam menyediakan berbagai keperluan, dari keperluan publik hingga keperluan bagi setiap individu masyarakat.