Menghadapi Rintangan dengan Rasa Syukur dalam Memimpin

kepemimpinan

FACES OBSTACLES WITH GRACE

Bagi saya, organisasi adalah wadah dimana kita bisa memulai suatu kehidupan social kita. Banyak orang yang pandai dalam mengatasi segala masalah yang terjadi dalam kehidupan social mereka, baik di lingkungan maupun organisasi, dan tidak sedikit pula orang yang kesulitan dalam menjalani kehidupan sosialnya dan seringkali menghadapi masalah, seperti sering terjadi salah paham, sering menyendiri, dan lain-lain yang tentunya dapat kita atasi dengan perlahan dan benar. Dan judul saya, yaitu Menghadapi masalah dengan sikap yang anggun, menjadi suatu hal yang cukup penting dan cukup sulit untuk dilakukan oleh kita, merupakan sikap kita dalam menghadapi suatu masalah yang diakukan dengan tenang dan elegan, yang membuat masalah tersebut selesai dengan tepat tanpa menghadapi kendala yang berarti.

Sering kali kita dihadapi oleh suatu masalah yang menurut kita baru dan sulit untuk dilakukan, tapi kita haruslah tetap tenang dan tidak panik untuk menyelesaikannya. Menghadapi suatu masalah dengan sikap yang anggun dan tenang dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya seperti yang dilansir oleh popbela.com. Dalam web tersebut, disebutkan bahwa terdapat 7 cara dimana kita bisa menghadapi suatu masalah dengan anggun dan elegan.

  1. Berani salah dan beda.
    Berani salah merupakan hal yang selama ini jarang kita lakukan, tapi itulah yang akan membuat kita makin terjerumus dalam memecahkan suatu masalah. Banyak orang yang memilih untuk diam saja dan tidak berbuat apa-apa dibandingkan dia berani mencoba dan siap melakukan kesalahan. Tidak masalah bagi kita untuk membuat suatu kesalahan, karena kita semua masih dalam tahap pembelajaran. Justru orang yang diam-lah yang akan menyesal dikemudian hari karena banyaknya kesempatan yang ia lewatkan. Seperti ada suatu kutipan yang mengatakan “Anda diharuskan untuk membuat suatu kesalahan, tapi hanya orang bodoh yang membuat kesalahan yang sama dan mengulangnya setiap hari.”.

  2. Bertanya tentang hal-hal yang kamu belum tahu.
    Banyak bertanya memang membuat kita terlihat seperti orang dengan ilmu yang kurang. Tapi percayalah, kelak kita akan lebih menyesal jika kita malu bertanya dan akhirnya diam dengan ilmu yang kurang. Jangan malu untuk mempelajari segala sesuatu yang baru, dan jangan terlalu menghiraukan apa yang dikatakan oleh orang lain tentangmu.

  3. Paksa dirimu untuk mencapai batas diri sendiri
    Hampir semua dari kita memang terlena di zona nyaman dan merasa cepat lelah dengan dalih kita telah melaksanakan sesuatu hal dengan maksimal. Padahal, kita belum maksimal untuk mendorong diri kita sendiri untuk mencapai ke batas maksimaldari diri kita masing-masing. Memanglah lelah, tapi perlahan kita harus menolak perasaan lelah kita dan terus mencoba semampu kita, barulah kita beristirahat.

  4. Ambil rutinitas yang berbeda dari biasanya
    Jika kita merasa jadwal kita terlalu senggang atau merasa terlalu banyak waktu bebas, mulailah mencoba memulai aktifitas yang baru serta bermanfaat bagi diri kita, seperti mulai menata ruangan di rumah kita, membersihkan serta merawat benda-benda di sekitar kita, dan lain-lain. Atau jika kamu merasa jadwal kita terasa terlalu padat, cobalah untuk melakukan suatu aktifitas lebih efektif, atau bahkan melakukan 2 atau lebih pekerjaan secara bersamaan agar waktunya lebih efisien.

  5. Jangan putus asa ketika tantangan menghadang
    Seringkali kita dihadapkan oleh banyak tantangan yang dimana membuat kita merasa sangat lelah dan akhirnya jatuh gagal. Pada titik tersebut, kita lebih sering memilih untuk diam dan mengakhiri perjuangan tersebut dikarenakan trauma akan kegagalan tersebut. Namun, kita tidak akan tau apa yang akan terjadi jika kita terus-menerus berhenti untuk menyerah, maka selesailah sudah semua. Lampu tidak akan tercipta jika Thomas Alva Edison menyerah pada kegagalan pertama.

  6. Selalu terbuka dengan orang baru
    Bertemu dengan orang baru tentulah hal yang sering kita hadapi dalam kehidupan kita. Bagi saya pribadi, yang paling mahal dari suatu hubungan ialah sebuah kepercayaan. Kepercayaanlah yang membuat suatu hubungan berjalan dengan baik dan tanpa hambatan. Maka dari itu, jagalah suatu kepercayaan jika kita bertemu dengan orang baru dikarenakan kepercayaan sangatlah mahal harganya.

    1. Jangan biarkan orang lain memegang kendali atas dirimu
      Membantu orang lain ataupun memenuhi perintah atasan kita merupakan suatu kewajiban. Namun, memilih suatu keputusan pribadi adalah hak penuh atasa diri kita dan jangan terpengaruh oleh orang lain. Meminta suatu saran kepada orang lain yang lebih berpengalaman memanglah penting, namun, kita juga harus memiliki komitmen atas diri kita sendiri dan berani membuat keputusan dan bertanggung jawab dengan konsekuensinya.

Tokoh dunia yang terkenal memiliki sifat Menghadapi Masalah Dengan Anggun tidak lain ialah Ir. H. Joko Widodo. Beliau lahir di Surakarta, 21 Juni 1961 lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi adalah pengusaha mebel dan Beliau merupakan Walikota Surakarta (Solo) selama dua kali masa bakti 2005-2015. Dalam masa jabatannya, ia diwakili F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ketika itu, dia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tahun 2012 ini, Beliau bersama dengan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok) menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dan selanjutnya menjadi Presiden Indonesia bersama wakilnya Jusuf Kalla. Beliau merupakan Alumnus Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985.

Saya memilih beliau sebagai contoh tokoh yang memiliki sifat anggun dalam menghadapi masalah dikarenakan beliau selalu terlihat kalem walaupun sesungguhnya terdapat masalah yang sangatlah banyak, baik masalah pribadi maupun negara. Banyak hasil kerja beliau yang sebenarnya sedikit kita ketahui, terutama dalam bidang infrastruktur yang sangat ia utamakan. Ia memiliki motto “Kerja, Kerja, Dan Kerja” yang dimana, bagi ia kerja ialah segalanya. Sebuah inovasi hanya akan menjadii mimpi bila tidak dikerjakan. Saya akan menutup dengan kutipan dari beliau yaitu “Kehidupan adalah cinta dan kerja. Itu kita jalani dengan sederhana saja.”

Referensi :

http://www.netterku.com/2014/08/kata-bijak-joko-widodo.html

http://jokowi-widodo.blogspot.com/2012/10/biografi-jokowi-ir-h-joko-widodo.html

http://www.popbela.com/titaflorita/seven-way-of-being-a-risk-taker