Mengenal lebih dalam apa itu Porselan?

Porselen adalah bahan keramik yang dibuat dengan pemanasan. Porselen pada umumnya terbuat dari kaolin yang kemudian ditanur dengan suhu antara 1200 dan 1400 °C (2190 dan 2550 °F). Tingkat ketahanan, kekuatan, dan sifat tembus pandang dari porselen muncul terutama dari vitrifikasi dan pembentukan mineral mullite pada suhu yang sangat tinggi.

Porselen mula-mula berkembang di Tiongkok dan akhirnya muncul di beberapa tempat sekitar 2.000 dan 1.200 tahun yang lalu, perlahan-lahan menyebar ke negara negara Asia Timur lainnya, Eropa dan kemudian di seluruh dunia. Porselen biasanya sudah dianggap sebagai jenis tembikar yang paling sering dipakai karena keindahan, ketahanan, dan warna putihnya. Porselen menggabungkan glasir dan cat dengan baik, dan sangat mudah untuk dibentuk. Hal ini memungkinkan adanya banyak macam dekorasi meja yang berbentuk kapal dan patung-patung. Porselen juga memiliki banyak kegunaan dalam teknologi dan industri.

Sifat-sifat material porselen antara lain permeabilitas dan elastisitas rendah, ketahanan yang tinggi, keras, andal, putih, transparan, dapat beresonansi, resistensi yang tinggi terhadap serangan kimia dan mudah pecah ketika dalam temperatur yang tidak menentu (thermal shock).

Sumber :

PROSES PEMBUATAN PORSELEN
Ada tiga cara/bentuk memproduksi poselen, yaitu : (1) Wet-Process Porcelain, digunakan untuk memproduksi poselain dalam bentuk butiran halus, alat penyekat atau bahan isolasi untuk tegangan tinggi; (2) Dry-Process Porcelain, dilakukan untuk memproduksi dengan cepat dengan bentuk yang beragam dan pembuatan bahan isolasi untuk tegangan rendah; dan (3) Cast Porcelain, merupakan proses yang penting untuk pembuatan potongan porselen yang terlalu sulit/ruwet atau besar dari dua metoda tersebut di atas. Tiga proses ini didasarkan pada bahan baku yang sama,sedangkan perbedaan di dalam memproduksi sebagian besar terdapat pada langkah pengeringan dan pembentukan.
Process tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Bahan baku (Feldspar, Tanah liat, dan batu api\geretan) dengan ukuran dan porsi yang sesuai dan dengan sifat-sifatnya untuk melengkapi mutu porselin yang diinginkan, dimasukkan ke dalam corong tuang (hopper) kemudian dilewatkan ke weight car. Feldspar, Tanah liat, dan batu api\geretan dimasukkan ke dalam blunger dan bercampur dengan air di dalam blunger (clay-water mixer) dan kemudian melewati suatu separator-magnit, disaring, dan kemuidan disimpan di dalam Storage Cistern. Kebanyakan dari air dipindahkan (dan dicuci) di dalam saringan tekan (Filter Press). Semua udara dari filter diambil atau disedot dengan bantuan vakum dan Slicing knives ke dalam Plug Mill. Dengan proses ini porselen yang diperoleh akan lebih padat, lebih menyatu, dan lebih kuat. Kemudian porselen yang telah disiapkan dibentuk di dalam cetakan yang kosong pada hidrolik tekanan (Hydroulic Press) atau pada sebuah cetakan yang sesuai dengan menggunakan panas. Cetakan tersebut pada awalnya dikeringkan, dihias, dan akhirnya dikeringkan dengan sempurna, semua proses tersebut harus di bawah dikendalikan atau dilakukan pada kondisi yang hati-hati.
Pada permukaan atas porselen yang berkilau diamankan dengan pemolesan dengan bahan-bahan terpilih.
Proses vitrifikasi pada badan dan lapisan kaca dilaksanakan pada tempat pengeringan (Tunnel Kiln), dengan benar-benar mengendalikan temperatur dan pergerakan. Porselen dilindungi dengan menempatkannya dalam saggers mencoba satu di atas sekali lain. Keadaan ini merupakan suatu one-fire process, dimana badan dari lapisan kaca dibakar secara simultan. Potongan porselen ini kemudian diperiksa dan kemudian diuji secara elektris.

Sumber: https://nayhndy.wordpress.com/2011/01/07/proses-pembuatan-porselen/amp/

Izin menambahkan bahan porseline biasanya sering digunakan untuk untuk area dengan intensitas terkena air cukup tinggi. Misal, kamar mandi atau dapur.Porselen menyerap kelembaban kurang dari 0,5 persen karena teksturnya yang padat. Porselen lebih cocok di tempat lembab seperti kamar mandi.

Lalu apakah porselen sama dengan keramik?

Simak penjelasannya berikut ini,

Diperlukan ketelitian dalam memilih bahan material untuk lantai. Kesalahan kecil saja bisa merusak tatanan di rumah Anda. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan pemilihan bahan material lantai yang cocok untuk rumah.

Umumnya, lantai rumah menggunakan keramik atau porselen. Namun banyak yang beranggapan keramik dan porselen adalah jenis yang sama. Padahal, keduanya berbeda. Dikutip Homify , berikut ini perbedaan antara porselen dengan keramik.

Bahan

Keramik dibuat dari tanah liat putih atau merah dicampur dengan air dan dibakar. Keramik memiliki karakter berpori, sehingga permukaan atas biasanya tertutup dengan glasir.

Sebaliknya, porselen berbahan dasar pasir. Proses pembakaran porselen harus dilakukan dengan suhu yang sangat tinggi. Hal itu membuat porselen menyerupai kaca dan tidak berpori.

Harga

Porselen lebih mahal daripada keramik karena pembuatannya yang lebih rumit.

Daya tahan

Keramik lebih rentan mengalami kerusakan karena tingkat penyerapan air hingga 4 persen. Sementara itu, porselen lebih kuat karena lebih tebal.

Kualitas yang baik ini membuat porselen untuk keperluan komersial atau industri perumahan. Namun, kekuatan keramik membuatnya sulit dipotong atau dibentuk.

Penggunaan

Melihat perbedaan karakteristik di atas, porselen lebih cocok digunakan untuk area dengan intensitas terkena air cukup tinggi. Misal, kamar mandi atau dapur.

Sementara, keramik lebih cocok digunakan untuk areal yang kompleks. Sebab, keramik mudah dibentuk, tidak seperti porselen.

Sumber: https://www.google.com/amp/s/m.medcom.id/amp/GbmLVD3N-keramik-dan-porselen-apa-perbedaannya

Wah, topik tentang porselen memang sangat menarik untuk dibahas, ya. Namun, saya masih kurang paham, mengenai pengujian porselen secara elektris, bagaimanakah prosesnya? dan apakah terdapat semacam suatu standard dalam pengujian tersebut? Terimakasih

•Ubin adalah lembaran datar dari bahan yang digunakan untuk lantai, atap, dinding, toilet dan meja. Mereka tersedia dalam berbagai bentuk, warna dan tekstur, membutuhkan sedikit perawatan dan lebih mudah dibersihkan daripada granit atau marmer.

Mereka terbuat dari tanah liat atau campuran tanah liat dan bahan lainnya. Ada dua kelompok utama ubin, porselen dan porselen atau ubin keramik.

•Ubin keramik

Ubin keramik terbuat dari tanah liat merah atau putih, yang dipecah menjadi tiga mekanisme terpisah dan kemudian dibagi menjadi ukuran yang menjadi dasar untuk berbagai jenis ubin. Tanah liat yang berbeda kemudian digabungkan dan digiling kering atau digiling basah untuk menghasilkan ubin keramik.

•Ubin porselen adalah ubin keramik yang dipanaskan hingga suhu tinggi dan memberikan hasil akhir yang transparan. Ini membuat ubin keras dan padat, membuat struktur dan permukaan keras tahan terhadap air dan noda, membuatnya lebih tahan lama dan tahan lama.

Pengujian secara elektris yang dimaksud adalah pengujian bahan terhadap tegangan listrik, yang biasanya menggunakan suatu alat yang mengeluarkan tegangan listrik, apakahdan nanti bahan tsb dapat ditembus oleh tegangan listrik atau tidak. Menurut saya jika dilakukan pengujian thdp suatu bahan itu pasti ada standar ujinya.
Begitu menurut pemahaman saya.