Mengasah Hati Generasi Muda di Era Milenial dari Pandangan Alquran dan Hadist

quote-syiar-islam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman teman yang dirindukan oleh surga

Segala hanyalah milik Allah semata, karena berkat nikmat hidayah, inayah dan karunianya sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam acara maulid nabi ini dengan keadaan iman dan islam. Karena tanpa kedua nikmat ini, segala kegiatan yang kita lakukan tidak akan bernilai dihadapan Allah.

Tak lupa sholawat serta salam semoga tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena berkat perjuangannya lah kita dapat menikmati manisnya islam yang masih bisa kita rasakan dan kita perjuangankan hingga hari, menit dan detik ini.

Teman teman yang dirindukan oleh surga, ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Perkenalkan nama saya muhammad raziq abdul ilah, Berasal dari Universitas islam negeri sumatera utara . selanjutnya,teman teman ada yang tau apa itu hati? Dalam bahasa Arab, hati adalah qolbu. Qolbu memiliki dua makna. Pertama, inti dan kemulian sesuatu. Manusia dikatakan memiliki qolbu karena di dalam diri manusia ada sesuatu yang paling initi dan mulia. Kedua, sesuatu yang bolak-balik dari satu arah ke arah yang lain. Tidak dinamakan qolbu kecuali karena ia sering bolak-balik (taqallub).

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

*Artinya: Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kata qalbu banyak terdapat dalam hadist dan alquran.tapi ada yang tau tidak dimana letak qalbu (hati) itu? letaknya di ada didada(jantung) atau akal diotak? Tiap tiap ulama berbeda pendapat. Saya akan menjelaskan menurut Dr. Muhammad Musa Al-Shareef ia berpendapat bahwa qolbu dalam alquran dan hadist bukan jantung yang ada di dada ,dan bukan pula akal yang ada didalam otak. Qolbu ini adalah unsur yang tidak terindra, bersifat spiritual dan memiliki hubungan yang erat antara jantung,otak, sistem indra dan sistem syaraf manusia. Sekalipun hubungannya sangat erat, namun bentuknya belum diketahui pasti.

Namun karena karena beliau berpendapat seperti itu jadi kita akan memberikan satu contoh hadist tentang letak hati .sebagai berikut:

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik bahwa saat masih kanak-kanak, Rasulullah pernah didatangi Jibril. Saat itu beliau tengah bermain dengan teman-temannya. Kemudian Jibril menarik Rasulullah, menelentangkannya, lalu membelah dadanya. Setelah itu Jibril mengambil hati beliau. Dari dalam hati tersebut, Jibril mengeluarkan ‘alqalah (sesuatu yang menempel atau berhubungan). Jibril lantas berkata ,“ ini adalah unsur setan yang ada di dalam dirimu,”. Kemudian Jibril mencuci hati dalam bejana emas dengan air zamzam. Ia kembali mengembalikan hati itu ke tempatnya semula.”Aku pernah melihat bekas jahitan di dada beliau. Ucapan anas ini menunjukan bahwa yang dimaksud dengan hati itu adalah jantung ,

Jadi dari sebuah kisah dan hadist berikut bisa kita ambil kesimpulan letak hati itu di dalam jantung namun dia tidak bisa terindra Karena dia bersifat spiritual.

Menurut pandangan dunia medis Hati adalah berasala dari (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) yaitu merupakan sebuah kelenjar yang “terbesar” di dalam tubuh manusia, ini terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi.

Ada banyak cara untuk kita bisa mengasah hati.karena hati ini adalah cerminan dari setiap orang yang memilikinya ,artinya apalabila seseorang memiliki hati yang baik maka baik pula jasad nya,jika hati nya buruk maka buruk pula jasad nya, hati adalah komponen paling penting dalam hidup dan kehidupan kita agar kita terhindar dari yang namanya penyakit hati.

Generasi Muda dalam Pandangan Alquran

Generasi muda adalah salah satu kekuatan bagi suatu umat atau negara. Untuk melihat nasib masa depan sebuah negara ialah dengan melihat generasi muda saat ini. Jika generasi mudanya baik maka baiklah masa depan sebuah negara tersebut. Karena saking pentingnya generasi muda, Ir. Soekarno Sang Proklamator pernah berkata, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh orang pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Generasi muda adalah aset suatu bangsa, sehingga harus dijaga dan dirawat dengan baik, mengingat generasi muda sangatlah rentan terhadap derasnya arus modernisasi saat ini. Jika kita lihat melalui konteks keislaman, tentu Islam sudah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap generasi muda. Kita lihat pada zaman dahulu banyak pemuda muslim yang tampil dengan keberanian dan kegagahannya untuk berjihad di medan perang. Inilah pemuda yang diharapkan Islam.

Bukan hanya sekedar mengikuti arus perkembangan zaman, namun juga mampu bersaing melawan zaman itu sendiri agar hidupnya tidak mudah goyah dan tetap berpegang teguh kepada Alquran. Alquran melarang jika meninggalkan generasi yang lemah, hal ini seperti yang termaktub dalam Alquran surah an-Nisa ayat 9 sebagai berikut.

Artinya: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Pengaruh Alquran di Era Milenial

Secara formal, Alquran telah diimani dan disepakati sebagai kitab yang terlengkap dan berlaku sepanjang masa, namun faktanya Alquran sudah diabaikan sebagai solusi dalam menyelasaikan permasalahan umat.

Padahal jika Alquran menjadi pegangan utama, tentu tidak ada lagi yang namanya krisis moral seperti yang sudah dipaparkan di atas. Jika kita membeli sebuah sepeda motor, tentu kita akan mendapat buku panduan untuk menjalankan sepeda motor tersebut agar aman dalam berkendara. Begitu juga Allah Swt. sudah memberikan manusia kaidah-kaidah atau petunjuk, yang mana petunjuk ini berguna untuk mengarungi segala masalah yang dihadapi hamba-hamba-Nya.

Tentu tidak lain dan tidak bukan petunjuk itu adalah Alquran. Dengan Alquran semuanya akan menjadi baik. Hal ini seperti yang termaktub dalam Alquran surah al-Isra ayat 9 sebagai berikut.

*…Artinya: Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus…

Ayat di atas mengindikasikan bahwa hal apa saja jika diselesaikan dengan Alquran maka Alquran itu akan menjadi jalan keluar baginya. Sama halnya di era milenial ini, jika kehidupan sekarang khususnya pada generasi muda tidak menanamkan nilai-nilai Alquran dalam dirinya tentu ini akan menjadi masalah besar bagi kita semua. Jika seseorang sudah beriman kepada isi Alquran maka dapat dipastikan tidak ada lagi kejahatan di muka bumi.

Pengaruh orang tua disini memberi pengertian kepada kita bahwa ada pengaruh lingkungan untuk membentuk karakter seorang anak. Begitu juga di era milenial yang sangat rentan ini, sudah seharusnya kita sebagai anak atau bahkan sebagai calon orang tua selalu berusaha menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan.

Dari hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa mendengarkan bacaan ayat suci Alquran membawa pengaruh yang signifikan terhadap perubahan fisiologi dan psikologi manusia. Melalui hasil penelitian tersebut dapat kita lihat betapa agungnya mukjizat dari sebuah kitab suci umat Islam ini. Tidak dapat kita pungkiri bahwa dengan kebesaran mukjizat yang sudah teruji tersebut terkandung banyak nilai-nilai positif di dalamnya dan nilai-nilai tersebut sangat berpengaruh terhadap orang yang berusaha mengamalkan isi dari Alquran itu. Sisi mukjizat lain dari Alquran yaitu sebagai penawar.

Hal ini juga terbukti dari penelitian di Florida yang menyimpulkan bahwa Alquran memberi pengaruh hingga 97% dalam memberikan ketenangan dan penyembuhann penyakit. Dari beberapa mukjizat dari Alquran tersebut dapat dikatakan bahwa rusaknya moral generasi era milenial disebabkan jauhnya mereka dari Alquran. Hal ini diperkuat lagi dengan penelitian yang saya lakukan terhadap 93 responden. Dari 93 responden tersebut, 98% mengatakan bahwa mereka sangat membutuhkan akan Alquran. Menurut mereka, hati mereka sangat tenang setelah membaca Alquran. Padahal dari 98% responden tersebut, ada 89% yang mengakui bahwa mereka hanya membaca Alquran tanpa melihat terjemah atau tafsirnya. Dari sini dapat kita lihat bahwasanya dengan membaca Alquran tanpa melihat terjemah atau tafsirnya pun bisa membuat hati seseorang tenang, apalagi berusaha memahami maksudnya, bahkan mengamalkannya.

Jika hati seorang hamba telah terikat dengan Alquran dan yakin bahwa keberhasilan, keselamatan, kebahagiaan serta kekuatannya terletak pada membaca dan menghayati kitab tersebut, maka itulah titik tolak kebangkitannya menaiki tangga kesuksesan dan kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Sehingga hal-hal yang buruk dapat ia hindari karena ia memiliki Alquran sebagai pedomannya. Beginilah besarnya pengaruh Alquran terhadap kualitas hidup seseorang, mendengarkannya saja mendapat pengaruh yang besar terlebih lagi membaca atau menghayati bahkan berusaha mengamalkan isinya.

Apa kaitan qalb(hati) diera milenial ini?

Dimasa atau era milenial ini semua hal dilakukan dengan teknologi .Jadi tidak menutup kemungkinan yang kita share,yang kita tulis dimedia sosial itu belum tentu menghasilkan hasil yang baik Karena banyak orang yang salah mempergunakan zaman ini untuk kepentingan menghina ,membuly dan mencela seseorang tanpa orang tersebut tau siapa dirinya,karena teknologi yang semakin pesat ini dapat menyembunyikan database seseorang

Bagaimana Hati Bisa Rusak?

Syaikh Sholih Al Fauzan mengutarakan bahwa rusaknya hati adalah dengan terjerumus pada perkara syubhat, terjatuh dalam maksiat dengan memakan yang haram. Bahkan seluruh maksiat bisa merusak hati, seperti dengan memandang yang haram, mendengar yang haram. Jika seseorang melihat sesuatu yang haram, maka rusaklah hatinya. Jika seseorang mendengar yang haram seperti [ mendengar nyanyian dan alat musik maka rusaklah hatinya. Hendaklah kita melakukan sebab supaya baik hati kita. Namun baiknya hati tetap di tangan Allah. Lihat Al Minhah Ar Robbaniyah, hal. 110.

Moga setiap langkah kita senantiasa berada di atas kebaikan.

Ada 3 cara untuk mengasah hati menurut imam algazhali yaitu yang pertama adalah dengan keyakinan yang benar tanpa disisipi oleh unsur bidah. Maksud nya adalah kita harus yakin dengan ajaran islam Ini yang berlandaskan alquran dan hadist dan tidak atau menyaring pernyataan atau penanfsiran alquran yang bisa menjerumuskan kea rah bid’ah

Yang kedua adalah meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti .emang sulit itu dilakukan tapi alangkah baik nya jika kita bisa melakukan itu berarti kita telah mengasah hati kita untuk selalu bersih dan terikat kepada allah swt

Yang ketiga adalah mengutamakan mempelajari ,menghapal dan mengamalkan isi alquran dan hadist dan juga tidak lupa pula ilmu-ilmu yang ada seperti: ilmu akhlak,ilmu fiqih dan ilmu syariat islam . dengan hati yang ikhlas kita belajar dengan sepenuh hati dan menjalankan apasaja yang disuruh oleh allah swt…

Jika ada 3 cara untuk mengasah atau melatih pasti ada 3 cara untuk menjaga hati kita supaya kita terhindar dari nama nya penyakit hati diera milenial ini. Rasul pernah bersabda ada 3 cara untuk kita bisa menjaga hati kita sebagai berikut

1.Musahabah Diri

Akan lebih baik jika sebelum mulai menyalahkan orang lain, terlebih dulu kita berkaca dan intropeksi pada diri sendiri. Dengan memeriksa diri sendiri, kita mungkin bisa menemukan kenapa seseorang bersikap seperti demikian dan mungkin saja kita sudah pernah berbuat kesalahan pada orang tersebut.

2.Jauhkan Diri Dari Sikap Iri dan Dengki

Iri dan juga dengki menjadi ruang untuk syaitan agar bisa masuk ke dalam hati manusia. Angan yang terlalu berlebih akan membuat seseorang menjadi buta dan tuli. Jika angan tersebut tidak dilandasi dengan agama, maka seseorang akan melakukan berbagi cara untuk mewujudkan angan tersebut. Sifat ini bisa timbul dari kecintaan seseorang akan kehormatan, material dan juga pujian dan manusia tidak akan hidup dengan tenang apabila mempunyai sikap yang seperti ini.

Rasulullah bersabda,

“Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Iaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian membelanjakannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

3.Jauhkan Dari Sifat Keras Hati dan Amarah

Marah yang terjadi dari hati manusia terkadang membuat seseorang bisa melakukan tindakan tanpa membuat pertimbangan akal. Apabila akal sudah melemah, maka yang tersisa hanyalah hawa nafsu dan syaitan akan dengan bebas melancarkan aksinya kemudian mempermainkan mausia.

Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin berkata jika iblis pernah berucap,

“Jika manusia keras hati, maka kami akan membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola.”

Kesimpulan dari artikel saya ini kita harus bisa melatih hati kita agar selalu bersih dan jauh dari sifat sifat atau pemikiran yang tidak baik .dan juga kita harus bisa menjaga hati kita karena semua dilakukan dengan mudah diera globalisai milenial ini atau industry 4.0 yang memanfaatkan teknologi sebagai alat nomor satu dalam hidup dan kehidupannnya,dan kita tidak boleh melupakan apa yang sudah kita menjadi dari ajaran agama kita yaitu alquran dan hadist

1 Like