© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Mengapa tingkat kemiskinan di Indonesia semakin tinggi?

Indonesia merupakan negara yang mempunyai penduduk sangat padat terutama di kota-kota besar. Dengan jumlah penduduk yang sangat padat tersebut, membuat Indonesia banyak mengalami masalah sosial seperti Kemiskinan.

  • Kemiskinan dalam Perspektif

Jika kita bertanya tentang hakikat kemiskinan kepada para ahli, maka puluhan bahkan ratusan definisi kemiskinan akan muncul kepermukaan tergantung kepada fokus kajian masing-masing para ahli tersebut. Sampai disini kita bisa menyimpulkan bahwa kemiskinan merupakan masalah yang kompleks dan multidimensional (Nugroho dkk, 2004). Menganggapnya hanya sebagai masalah ekonomi belaka merupakan logika berfikir yang berbahaya. Apalagi jika dibarengi dengan menyalahkan satu pihak yang dianggap bertanggung jawab, (terutama pemerintah) yang tidak cukup mampu dalam menanggulangi kemiskinan. Hal ini tidak akan membebaskan kita dari jerat lingkaran setan kemiskinan dan konflik tuduhan, dimana kemajuan hanyalah mimpi yang membuat kita berjalan ditempat.

  • Modal Sosial sebagai Alternatif

Kebanyakan pandangan menekankan bahwa kemiskinan adalah masalah ekonomi, demografi serta politis semata, secara tidak langsung akan mereduksi urgensi kemiskinan itu sendiri menjadi masalah yang esklusif untuk beberapa bidang kajian tertentu dan melupakan alternatif atau pemecahan masalah melalui jalur yang lain dianggap menjadi tidak penting.

Adalah Modal Sosial sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah ketika alternatif yang utama dianggap tidak memberikan signifikansi yang memadai. Tidak dapat dipungkiri bahwa terutama aspek ekonomi sangat dibutuhkan dalam pengentasan kemiskinan, tetapi ini tidak lantas menjadi persoalan pokok. Apalagi jika masalah kemiskinan sudah merambah di level mikro (kabupaten/kota/desa), maka sudah menjadi kewajiban untuk melibatkan multi sektor dan harus memperhatikan kebutuhan dan potensi masyarakat lokal yang dapat memberikan signifikansi (Salman, 2004).

Modal Sosial dapat memanifestasikan dirinya dalam berbagai hal, seperti institusi lokal, kepercayaan, serta jaringan sosial. Hal seperti ini justru sangat sering dikesampingkan, padahal masyarakat juga harus memenuhi kebutuhan hidup diluar kebutuhan ekonomi, seperti menjalin komunikasi dengan warga sekitar, melakukan ritual ibadah dll. Modal sosial menjadi pengaman & penyeimbang bagi masyarakat dalam melakukan segala kegiatannya. Kepercayaan, kemurahan hati, toleransi, norma, aturan, solidaritas, partisipasi mejadi mata dan hati masyarakat.

Jika kita ingin mengentaskan kemiskinan, maka kebanyakan dari kita masih percaya bahwa kemiskinan harus ditanggulangi dengan membangun sesuatu yang sifatnya fisik, seperti pabrik, perkantoran dan tempat produksi dimana realitasnya sungguh sangat bertolak belakang dengan masyarakat sekitarnya. Kita perlu melihat soft knowledge dalam masyarakat itu, kita juga perlu melihat dinamika sosialnya. Maka proses pembangunan fisik dengan meninggalkan kekosongan manusiawi akan menjadi cerita lama yang usang tentang pengentasan kemiskinan.