© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Mengapa Tikus Putih Dipilih sebagai Hewan Percobaan pada Penelitian

mice

Hewan laboratorium atau hewan percobaan adalah hewan yang sengaja dipelihara dan diternakkan untuk dipakai sebagai hewan model guna mempelajari dan pengembangkan berbagai macam bidang ilmu dalam skala penelitian atau pengamatan laboratoris (Malole dan Pramono, 1989). Tikus putih (Rattus norvegicus) banyak digunakan sebagai hewan percobaan pada berbagai penelitian.

2 Likes

Tikus putih (Rattus norvegicus) banyak digunakan sebagai hewan percobaan pada berbagai penelitian. Penggunanaan hewan percobaan pada penelitian kesehatan banyak dilakukan untuk uji kelayakan atau keamanan suatu bahan obat dan juga untuk penelitian yang berkaitan dengan suatu penyakit.

Tikus putih tersertifikasi diharapkan lebih mempermudah para peneliti dalam mendapatkan hewan percobaan yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Kriteria yang dibutuhkan oleh peneliti dalam menentukan tikus putih sebagai hewan percobaan, antara lain:

  • kontrol pakan,
  • kontrol kesehatan,
  • recording perkawinan,
  • jenis (strain),
  • umur,
  • bobot badan,
  • jenis kelamin,
  • silsilah genetik.

Tikus putih memiliki beberapa sifat yang menguntungkan sebagai hewan uji penelitian diantaranya :

  • perkembangbiakan cepat,
  • memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan mencit,
  • mudah dipelihara dalam jumlah yang banyak.

Tikus putih memiliki ciri-ciri seperti berkepala kecil, albino, ekor yang lebih panjang dibanding badannya, pertumbuhannya cepat, kemampuan laktasi tinggi, tempramennya baik dan tahan terhadap arsenik tiroksid

Terdapat tiga galur tikus putih yang memiliki kekhususan untuk digunakan sebagai hewan percobaan antara lain Wistar, Long evans dan Sprague dawley. Penentuan umur reproduktif pada tikus adalah dengan cara mempelajari fase-fase kehidupan dan perilakunya. Beberapa fase tersebut antara lain adalah:

  • rentang hidup antara 2,0–3,5 tahun,
  • mulai disapih saat umur 3 minggu,
  • fase kematangan seksual atau pubertas mulai umur 6 minggu,
  • fase pradewasa saat umur 63–70 hari,
  • fase kematangan sosial saat umur 5–6 bulan, dan
  • fase penuaan saat umur 15–24 bulan.
2 Likes