Mengapa terkadang Jantung berdetak lebih cepat?

Di saat-saat tertentu, seperti sedang ketakutan, terkejut karena teman, atau bahkan bertemu dengan idola, jantung kita selalu berdebar lebih cepat dibanding kondisi normal.

Hal tersebut dikarenakan pada saat-saat tertentu itu, otak kita mengirimkan sinyal bahwa kita sedang dalam bahaya, atau dalam kondisi yang mengancam nyawa. Istilah biologinya adalah kondisi fight or flight. Pilihan apakah menghadapi, atau segera pergi.

Di saat-saat tertentu, seperti sedang ketakutan, terkejut karena dikagetin teman, atau bahkan bertemu dengan idola, jantung kita selalu berdebar lebih cepat dibanding kondisi normal.

Hal tersebut dikarenakan pada saat-saat tertentu itu, otak kita mengirimkan sinyal bahwa kita sedang dalam bahaya, atau dalam kondisi yang mengancam nyawa. Istilah biologinya adalah kondisi fight or flight. Pilihan apakah menghadapi, atau segera pergi.

Tubuh akan merespon sinyal ini dengan melepaskan hormon bernama adrenalin. Sebentar, hormon itu apa sih?

Singkatnya, hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan oleh tubuh dan diedarkan ke sel-sel atau bagian tubuh tertentu sesuai fungsinya.

Jadi ada hormon yang membuat kamu bertambah tinggi, ada hormon yang membuat suaramu bertambah berat seiring bertambahnya usia, ada juga hormon yang membuat kamu punya jakun jika kamu seorang pria.

Kembali ke adrenalin. Hormon yang satu ini disalurkan oleh darah ke sel-sel tubuh yang membutuhkan. Fungsinya untuk menambahkan lebih banyak energi ke tubuh agar siap menghadapi ancaman, atau untuk pergi secepat mungkin.

Nah, untuk memberikan energi tambahan ini tentu saja tidaklah “gratis”. Tubuhmu secara otomatis membutuhkan lebih banyak oksigen untuk bahan pembakaran. Dan oksigen ini disebarkan melalui darah pula, itulah mengapa jantung akan berdetak lebih cepat dalam rangka menyuplai darah segar yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Kebutuhan akan oksigen ini juga membuat membuat kita bernapas lebih cepat dari biasanya.

Tak percaya bahwa adrenalin ini memberikan tenaga ekstra? Pernah tidak mendengar cerita seorang ibu yang karena panik rumahnya kebanjiran sampai kuat mengangkat perabotan rumah yang berat-berat seorang diri ke lantai atas?

Atau seorang yang baru saja kecelakaan tidak merasakan sakit sama sekali padahal tubuhnya memar? Nah itu karena darah mereka dibanjiri adrenalin. Jantung pun berdetak lebih cepat dan napas seperti memburu.

Tapi tak perlu khawatir, karena kondisi yang sering disebut sebagai adrenalin rush ini tidak akan bertahan terlalu lama. Biasanya hanya akan berlangsung dalam hitungan sekian menit, atau paling lama selama beberapa jam. Kemudian pada umumnya kita akan merasakan sedikit lemas setelah si adrenalin pergi.

Sumber: