Mengapa suatu perusahaan harus memiliki strategi menghadapi risiko ?

risiko

Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Perusahaan tentunya memiliki strategi untuk meminimalisir dampak/resiko yang merugikan perusahaan mereka.

Mengapa suatu perusahaan harus memiliki strategi risiko ?

2 Likes

Semua perusahaan, dalam menjalankan operasional sehari-harinya pasti memiliki landasan maupun acuan yaitu strategi perusahaan. Dalam konteks diskusi ini, perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tentunya memiliki strategi yang di titik beratkan kepada layanan teknologi informasi yang ia miliki.

Menurut Ward&Peppard, suatu perusahaan TI memiliki strateginya yang disebut strategi TI. Yang mana strategi TI berfokus kepada memberikan gambaran umum atas visi permintaan organisasi akan informasi dan sistem-sistem yang akan didukung oleh teknologi—pada dasarnya berkaitan dengan ‘Suplai TI’ yang mana membahas mengenai penyediaan kemampuan-kemampuan dan sumber-sumber daya TI serta service seperti operasi TI, pengembangan sistem dan dukungan pelanggan.

Lalu, merujuk kepada definisi ‘Risiko’ sendiri yang dinyatakan oleh Ward sebagai “Efek kumulatif dari kemungkinan kejadian-kejadian tidak pasti yang dapat mempengaruhi objektif-objektif proyek secara positif atau negatif”, dapat disimpulkan bahwa risiko merupakan hal yang tak terhindarkan untuk terjadi dalam menjalankan suatu organisasi. Namun, sesuai dengan definisi risiko di atas, walaupun risiko merupakan hal yang tak bisa dihindari, ia memiliki kemungkinan untuk memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Oleh karena itu, risk strategy atau strategi risiko merujuk kepada kemampuan perusahaan dalam membuat gambaran umum atas risiko-risiko yang akan membahayakan visi dan misi organisasi. Strategi risiko juga dapat diartikan sebagai mengelola risiko-risiko yang ada. Pengelolaan risiko ini harus menjadi suatu perhatian dari perusahaan, hal ini dikarenakan dampak yang ditimbulkan beberapa risiko sangatlah besar, baik dampak positif maupun negatifnya. Tujuan pengelolaan ini adalah untuk memaksimalkan dampak positif dari risiko namun meminimalisir dampak negatif risiko.

Menurut buku “Prioritising Project Risks” yang ditulis oleh Asosiasi Manajemen Proyek, risiko-risiko yang ada di perusahaan harus dikelola dengan baik dan diberi prioritas sesuai dengan kemampuan perusahaan. Hal ini bertujuan untuk membantu perusahaan fokus terhadap hal-hal yang paling penting terlebih dahulu. Hal-hal terpenting disini merujuk kepada risiko-risiko yang memiliki dampak paling besar bagi perusahaan apabila terjadi (baik dampak positif maupun negatif, namun lebih sering merujuk kepada dampak negatif).

Perusahaan perlu melakukan Risk Strategy dalam bentuk pengelolaan risiko untuk menjawab atau menanggulangi implikasi-implikasi ketidakpastian yang ada dalam suatu perusahaan. Dengan berfokus kepad “hal-hal penting” terlebih dahulu, perusahaan akan menghemat biaya maupun waktu mereka dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Keberagaman “hal-hal penting” ini juga berbeda-beda bagi tiap perusahaan, tergantung kepada para stakeholder yang terlibat di dalam perusahaan tersebut. Salah satu cara memprioritaskan risiko adalah dengan menghitung, mengelompokkan dan memperkirakan likelihood atau kemungkinan terjadinya suatu risiko seperti gambar berikutsoal 1

Karena hal ini sangat penting jika terjadi serangkaian kondisi yang tidak terduga yang dapat mengurangi kemampuan manager untuk mengimplementasikan strateginya secara significan sehingga diperlukan nya risk strategic. Risk strategic disebabkan oleh adanya pengambilan keputusan dan penerapan strategic perusahaan yang tidak tepat atau kegagalan dalam merespon perubahan eksternal. Risk strategic akan menjawab beberapa pertanyaan seperti :

  1. Bagaimana jika harga bahan baku naik dua kali lipat?
  2. Apa yang akan terjadi jika sebuah competitor yang sangat kuat memasuki pasar dan memulai perang harga?

Mengelola risiko strategis antara lain melalui pengumpulan informasi strategis, pemantauan pasar serta melalui proses-proses pertimbangan dan pengambilan keputusan secara kolektif dan menyeluruh di lingkungan Komite-Komite pengawasan termasuk Komite-Komite dibawah Dewan Komisaris dan Komite Eksekutif, yang turut mempengaruhi langkah-langkah yang diambil setiap harinya dalam kerangka kebijakan dan arah yang telah ditetapkan.

Dengan adanya risk strategic maka akan adanya beberapa keuntungan bagi perusahaan yaitu :

  • Persiapan untuk resiko dengan memitigasi risiko tersebut dan tentunya dapat melindungi stabilitas perusahaan.
  • Persiapan yang lebih baik dibandingkan competitor salah satunya dengan cara mencari suatu sumber daya yang lebih menguntungkan dan kompetitif.
  • Dapat mengubah ancaman strategic menjadi pertumbuhan peluang atau kesempatan
  • Penggunaan modal yang lebih efektif dan mereduksi biaya.
  • Melindungi reputasi peusahaan

Jadi untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi di masa depan maka kita perlu membuat strategi risiko.

Sebuah perushaan pasti memiliki visi, misi , tujuan dan sasaran yang harus dicapai. Strategi ingin memastikan bahwa setiap misi, tujuan dan sasaran perusahaan dapat direalisasikan sesuai dengan perencanaan perusahaan. Namun dalam merealisasikan tujuan tersebut, perusahaan pasti menghadapi resiko. Setiap berkemungkinan mendapatkan resiko internal maupun eksternal.
Resiko internal berupa:

  1. Resikonya tidak tercapainya target produksi,
  2. Resiko Sumber Daya Manusia ,
  3. Resiko Kerusakan Peralatan.

Resiko eksternal berupa :

  1. Resiko dengan Pemberi Kerja
  2. Resiko Gagal atau tertundanya Proyek
  3. Resiko Pembayaran
  4. Resiko nilai Tukar Valuta Asing
  5. Resiko kebijakan Pemerintah , Kondisi Ekonomi , dan Sosial Politik
  6. Resiko Persaingan Usaha
  7. Resiko Bencana Alam
  8. Resiko Perkembangan Teknologi
  9. Resiko Lingkungan

Oleh karena itu sebuah perusahaan memerlukan Risk Strategis untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya resiko resiko yang ada seperti diatas. Salah satunya menggunakan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) . ERM adalah sebuah pendekatan yang komprehensif untuk mengelola resiko-resiko perusahaan secara menyeluruh, meningkatkan kemampuan perusahaan untuk mengelola ketidakpastian, meminimalisir ancaman, dan memaksimalkan peluang.

Enterprise Risk Management (ERM) juga merupakan proses pengelolaan yang mengidentifikasi, mengukur, dan memonitor resiko secara sistematis serta didukung oleh kerangka kerja manajemen yang memungkinkan adanya proses perbaikan yang berkesinambungan atas kegiatan perusahaan tersebut. Tujuan ERM adalah untuk menciptakan sistem atau mekanisme dalam perusahaan sehingga resiko bisa diantisipasi dan dikeola untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Enterprise Risk Management (ERM) merupakan konsep manajemen atau Strategi Resiko untuk menghadapi segala resiko yang mungkin terjadi pada perusahaan dalam waktu dekat ataupun waktu mendatang. Untuk itu, penting bagi perusahaan untuk melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada hal yang berpotensi menjadi resiko. Selain itu, ERM merupakan konsep yang terintegrasi, maka diperluka kerjasama dan komitmen dari seluruh bagian/divisi yang ada dalam perusahaan karena seringkali penyebab awal justru lebih sulit ditemukan.

risk-strategy-large

Pada umumnya, semua perusahaan memiliki visi dan misi organisasi yang harus dicapai. Dalam praktiknya untuk mencapai visi dan misi perusahaan pasti akan mengalami hal yang tidak diinginkan atau tidak pasti yang akan berdampak positif ataupun negatif, hal tersebut dapat disebut sebagai resiko. Risiko yang sudah terjadi tidak bisa dihindari lagi, walaupun perusahaan sudah mengupayakan kegiatan berjalan semaksimal mungkin. Risiko akan selalu ada dalam setiap penetapan tujuan strategis yang berpotensi menggagalkan tujuan strategis yang ditetapkan dalam berbagai unit seperti divisi, unit bisnis, dan proses bisnis. Tujuan strategis dibuat untuk menciptakan kondisi baik dalam perusahaan seperti kesejahteraan atau kesuksesan dalam setiap kegiatan yang dijalankan. Tujuan harus dibuat secara spesifik agar hal yang dilakukan benar-benar jelas dan dengan menentukan apa yang akan dilakukan serta mengapa hal itu dilakukan.

Menurut COSO ERM (Enterprise Risk Management) Integrated Framework, tujuan strategis merupakan tujuan tingkat tinggi yang diselaraskan dengan visi dan misi perusahaan yang mencerminkan pilihan manajemen dalam usaha untuk menciptakan nilai bagi stakeholder. Tujuan yang ditetapkan kemungkinan memberikan dampak tertentu yang dimana perusahaan harus menetapkan risk strategy untuk melakukan pencegahan. Risk strategy sebagai risiko yang diakibatkan penetapan strategi dan implementasi dari strategi yang keliru karena tidak sesuai dengan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Pengelolaan risiko strategis dilakukan dengan melakukan identifikasi, analisa dan, mengelola risiko serta ketidakpastian yang dipengaruhi oleh peristiwa internal dan eksternal. Untuk mengelola risiko, perusahaan dapat mengukur risiko dengan melihat potensi kerugian atau kerusakannya seberapa besar dan memastikan probabilitas kejadian yang jarang atau sering terjadi dengan memprioritaskan risiko yang berdampak besar.

Penerapan risk strategy pada perusahaan sangat penting karena akan membantu mencegah dan mengatasi risiko yang terjadi akibat penerapan strategi yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan lingkungan eksternal ataupun internal perusahaan. Selain itu, dengan adanya risk strategy dapat menciptakan value untuk stakeholder. Disisi lain, manfaat yang akan didapat perusahaan dari penerapan risk strategy antara lain :

  1. Memperoleh informasi dan perspektif kepada manajemen tentang profil risiko, perubahan mendasar mengenai pasar, produk, lingkungan bisnis dan perubahan yang diperlukan dalam proses manajemen.
  2. Dapat melindungi perusahaan dari risiko murni dan meningkatkan image publik.
  3. Dapat menghitung dan mengukur besarnya risk exposure serta menetapkan alokasi sumber-sumber dana serta limit risiko secara tepat.
  4. Menunjang peningkatan laba dan memberikan laba secara tidak langsung.
  5. Dapat memaksimalkan peluang-peluang yang didapat perusahaan dengan sebaik mungkin.

https://erm.ncsu.edu/library/article/coso-erm-framework
http://crmsindonesia.org/publications/membangun-strategi-manajemen-risiko-yang-baik/

Perusahaan yang baik ialah perusahaan yang salah satunya memiliki karakter proaktif dan reaktif, jadi proaktif yang dimaksud perusahaan tersebut juga memiliki perencanaan yang baik atau risiko strategi untuk mencegah/menghindari/menanggulangi masalah/dampak yang akan terjadi dimasa depan. untuk meminimalisir kerugian tersebut diperlukannya risk management

Strategi manajemen risiko memberikan pendekatan terstruktur dan koheren untuk mengidentifikasi, menilai dan mengelola risiko. Ini dibangun dalam proses untuk memperbarui dan meninjau penilaian secara berkala berdasarkan perkembangan atau tindakan baru yang dilakukan.

  • Risiko strategic adalah sebuah sumber kerugian yang mungkin muncul dari bisnis yang tidak berhasil/gagal. Contoh kegagalan dari risiko strategic sendiri bias muncul dari pembuatan dan pengambilan keputusan bisnis yang buruk, dari alokasi sumber daya kurang lancar, dari alokasi sumber daya yang tidak memadai, atau dari kegagalan merespons perubahan lingkungan bisnis dengan baik.

  • Risk Strategy adalah kerugian didapat akibat strategi yang ternyata cacat atau tidak tepat.

Sedangkan management risiko menurut definisi para ahli,

  • Menurut Clough and Sears, 1994, Manajemen risiko didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian.
  • Menurut Smith, 1990 Manajemen Resiko didefinisikan sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah resiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut.

Risiko strategik sendiri berhubungan dengan berbagai keputusan bisnis jangka panjang seperti Bisnis mana yang akan dikembangkan, atau bisnis mana yang menjadi prioritas utama, bahkan termasuk bisnis mana yang akan diakuisisi dan bisnis mana yang akan ditutup atau dijual.

Mengapa suatu perusahaan harus memiliki risk strategy?

Perusahaan harus memiliki risk strategi agar perusahaan tersebut dapat menghadapi dampak/risiko yang dapat membuat perusahaan tersebut tidak mengalami kerugian. dengan adanya risk strategy and management diharapkan perusahaan tersebut dapat meminimalisir risiko yang ada dengan melakukan planning dan menganalisis strategi apa yang harus perusahaan lakukan apabila terjadi masalah dan bagaimana caranya mengambil keputusan yang tepat agar masalah yang ada tidak lebih memburuk.

Cara memanage risiko :

  1. Membuat Perencanaan
  2. Menentukan Bagaimana Menangani Risiko (Menghindarinya, Menguranginya,Memindahkannya,
    Menerimanya)
  3. Monitor (Melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasikan dan menangani apabila ada risiko baru)

Referensi :