Mengapa startup sejenis gojek berani melakukan subsidi besar-besaran?

gojek

Di awal munculnya gojek, mereka berani memberi tarif gila-gilaan untuk memikat para penumpang. Dari sisi driver pun tidak merugi karena mereka dapat mengambil banyak penumpang tanpa harus “mangkal” di suatu dalam waktu yang tidak jelas. jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, yang dirugikan dalam hal ini adalah gojek sendiri dengan “membakar” uang demi menarik pelanggan baru dan mengungguli pesaingnya.

Jadi mengapa startup sejenis gojek berani mengambil risiko seperti ini?

Mungkin banyak yang mempertanyakan perihal keuntungan yang di dapat dari Gojek dengan memasang tarif yang sangat murah bagi para customernya. Banyak sekali orang orang yang berfikir dan mempertanyakan darimanakah gojek mendapatkan keuntungan? Sehingga gojek berani menaruh subsidi yang cukup besar untuk menurunkan tariff customernya. Banyak juga yang mempertanyakan apakah Gojek tidak mengalami kerugian dengan memasang tariff serendah itu?

Dari semua pertanyaan tersebut jawaban nya adalah dengan pengelolahan risiko yang baik dan benar. Gojek sangat berani mengambil risiko dengan memasang tarif serendah mungkin untuk menarik banyak orang untuk memasang dan menggunakan aplikasi nya. Ketika tujuan tersebut telah tercapai maka hal tersebut akan memicu banyak nya para investor yang akan menginvestasikan dana mereka untuk Gojek.

Mungkin keuntungan yang di dapat oleh gojek melalui para customer nya memang kecil. Dan hal tersebut sempat beredar kabar bahwa Gojek mengalami kerugian. Seperti berita yang telah diterbitkan oleh KOMPAS.com bahwa Gojek akui akan kehabisan uang apabila terus memasang harga murah.

Namun hal tersebut dapat diatasi oleh Gojek dengan banyak nya investor yang melakukan investasi serta kerjasama dengan Gojek. Dan Gojek akan mengembangkan bisnis nya dan tentu saja Gojek akan mencari keuntungan tidak hanya dari satu sisi. Jadi dengan adanya investor Gojek dapat mengembangkan bisnis nya dan tentu saja dari pengembangan bisnis tersebut keuntungan lain akan di dapatkan oleh Gojek.

Risiko yang di ambil Gojek memang sangat besar karena pada awal pembukaan untuk menarik customer nya Gojek telah memberikan subsidi yang cukup besar untuk melakukan promosi discount dan lainya. Dan subsidi tersebut di dapat dari para investor tentunya. Dengan pengelolahan dan manajemen risiko yang baik maka gojek akan dapat mengelola bisnis ini secara berkelanjutan. Berikut beberapa arah gojek untuk menghasilkan keuntungan dan tentunya dengan tujuan untuk mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan keuntungan :

1. Gojek Apps as Advertising Media/ Channel

Jumlah user aplikasi Gojek semakin banyak, maka seiring peningkatan jumlah ini menjadikan aplikasi Gojek sebagai salah satu channel/media beriklan yang potensial, karena akan ada banyak orang yang bisa terekspos dengan iklan yang dipasang di dalam aplikasi ini.

Analogi simple nya adalah semakin tinggi rating sebuah program TV (artinya yang nonton makin banyak) maka pengiklan akan semakin mempertimbangkan program tersebut untuk menjadi channel beriklan produk/jasa dia… dan peningkatan jumlah penonton tersebut juga berarti peningkatan harga/rate setiap pemasangan iklan.

2. Go-Ride Feature Reveals the Location Heatmap

Ketika user menggunakan aplikasi Go-ride maka tentu akan diminta untuk mengisi atau menyebutkan lokasi mereka + tujuan mereka. Kegiatan ini dilakukan di dalam apps, artinya rute-rute tersebut masuk ke dalam database perusahaan Gojek dan Gojek mempunyai data, jalur-jalur mana saja yang sering dilalui pelangganya dan di jam berapa. Lalu cari untungnya gimana? untuk perusahaan pengiklan atau penyedia jasa billboard, informasi rute konsumen adalah data yang sangat berharga. dari sini mereka bisa membuat estimasi RoI (Return of Investment).

3. Go-Mart Reveals Consumers Product Usership

Konsepnya sama dengan Go-Ride. Semua transaksi pembelanjaan barang yang dilakukan akan tersimpan di database GoJek. Data yang bisa digali sangat banyak :

  • Kategori produk yang dibeli (produk pembersih badan, sabun cuci, snack, roti, beras, dll)
  • Brand atau merknya
  • Waktu pembelian (tanggal berapa, jam berapa, channelnya apa : traditional atau modern dll)

4. Go-Food Reveals Consumers’ Food Compsumtion and Brand Behavior

Pada fitur gofood gojek juga memanfaatkan data data pembelian dari customer untuk disimpan pada Gojek akan memicu perusahaan perusahaan untuk ikut kerjasama dengan Gojek.

5. GoJek will receive profit dari provider

Aplikasi GoJek digunakan dengan menggunakan Data. Semakin banyak jumlah aplikasi yang didownload maka otomatis akan bertambah sering juga.penggunaannya. Dan semakin sering penggunaannya maka akan semakin banyak data yang terpakai, hal ini akan memberi keuntungan bagi perusahaan Telco, dan GoJek bisa mendapatkan revenue sharing dari sini. Bahkan salah satu Telco provider, Tel#omsel sekarang sudah menjalin kerjasama dengan GoJek… caranya adalah mensuplai/menjadikan kartu telkomsel sebagai kartunya si abang Gojek. Hal ini sangat efektif karena sudah pasti penggunaan data dari telkomsel akan semakin meningkat, belum lagi efek snowballnya ke peningkatan volume call dan sms dari kartu Telkomsel tersebut.

Pada intinya Gojek berani mengambil risiko ini karena Gojek telah memiliki banyak sekali langkah untuk mengurangi risiko kerugian dengan cara mengembangkan bisnis dan melebarkan sayap nya untuk terus dapat dikenal oleh para investor dan menarik semua kalagan bisnis sehingga Gojek dapat digunakan dalam berbagai hal yang menjadi aktivitas semua orang. Baik aktivitas yang sepele sekalipun. Dan gojek tentunya akan selalu menjaga hubungan dengan para investor dan customer customernya.

sumber :

  1. http://tekno.kompas.com/read/2016/05/02/11181767/GoJek.Akui.Kehabisan.Uang.gara-gara.Tarif.Murah
  2. https://williamskusumablog.wordpress.com/2016/01/05/bagaimana-gojek-mendapatkan-keuntungan/
  3. https://tirto.id/bagaimana-data-pengguna-memberi-untung-bagi-go-jek-cukG