Mengapa sarjana komputer harus terampil dalam algoritma, logika, dan bahasa pemrogramman?

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam pemrograman diperlukan beberapa aspek, salah satunya yaitu algoritma, logika pemrogramman, dan pemilihan bahasa pemrograman yang tepat untuk menghasilkan suatu sistem yang diinginkan. Mengapa kita harus terampil dalam algoritma, logika, dan bahasa pemrogramman?

Agar kita bisa :

1.Meningkatkan Kemampuan Berpikir Secara Logis

Untuk membuat sebuah produk dengan bahasa pemrograman, termasuk di dalamnya aplikasi, game, perangkat mikrokontroler, atau perangkat IoT, kita tidak akan bisa lepas dari logika-logika pemrograman yang akan digunakan untuk membuat produk tersebut agar produk tersebut bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Logika dan algoritma pemrograman menjadi suatu hal yang sangat penting dalam membuat atau mengembangkan sebuah produk.

Kesalahan logika yang digunakan, tentu akan berakibat fatal terhadap produk yang akan dikembangkan. Selain eror, tentu produk yang dikembangkan tidak akan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Oleh karena itu, belajar logika pemrograman merupakan hal yang wajib, agar produk yang dikembangkan tidak mengalami permasalahan dalam pengembangannya. Logika pemrograman menjadi bagian penting yang harus dipelajari oleh orang yang belajar bahasa pemrograman, tanpa melihat pilihan bahasa yang dipelajarinya.

Setelah memilih bahasa yang tepat, semua orang yang berkecimpung dalam mempelajari bahasa pemrograman harus mempelajari logika perograman. Bersamaan dengan ini, tentu kita akan menjadi terlatih untuk berfikir dengan menggunakan logika saat menghadapi permasalaan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, belajar pemrograman merupakan sebuah pembiasaan. Ketika pikiran kita dibiasakan untuk menggunakan logika, tanpa disengaja kita akan terbiasa untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari juga.

Tanpa sadar kita akan mendapatkan kemampuan berpikir secara logis sebagai salah satu manfaat belajar bahasa pemrograman. Kita akan terlatih untuk mempertimbangkan berbagai hal untuk mengatasi berbagaimacam permasalahan yang ada.

2. Mengembangkan Cara Berpikir Dengan Sistematis

Selain dapat mempertimbangkan dengan tepat bagaimana kita akan menyelesaikan sebuah permasalahan, manfaat belajar bahasa pemrograman yang lainnya adalah dapat mengembangkan cara berfikir sistematis.

Dalam membuat sebuah program, seseorang akan dihadapkan pada baris-baris kode yang harus disusun secara sistematis. Baris-baris kode ini tidak boleh terbolak-balik baik penyusunannya maupun penulisannya, agar program yang dibangun dapat berjalan tanpa permasalahan. Sistematika ini berlaku untuk berbagai macam jenis bahasa pemrograman yang ada sejak dulu sampai sekarang.

Hal ini menyebabkan seorang calon pembuat program harus mempelajari bagaimana menuliskan kode dengan aturan dan sistematika yang sebenarnya. Belajar membuat kode yang sistematis menjadi salah satu bagian yang harus dipelajari saat belajar bahasa pemrograman.

Sebagai dampak positifnya, kita tentu akan semakin terbiasa dengan cara berpikir sistematis. Cara berpikir ini akan terbawa ke kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi berbagai macam permasalahan yang sedang menghimpit.

3.Melatih Teliti Terhadap Detail

Dalam membangun sebuah program, sering kali seorang developer akan mengalami sebuah permasalahan, salah satunya adalah program yang dibangun eror saat diverifikasi atau di-build. Permasalahan ini akan memerlukan sedikit ketelitian untuk mengatasinya.

Seorang developer harus mengecek ulang kode, dan mencari bagian kode yang menyebabkan terjadinya permasalahan. Jika hal tersebut belum menyelesaikan masalah, developer masih harus mengecek berbagai hal yang berkaitan dengan program yang dibangun tersebut, seperti mengecek power yang digunakan jika dalam membuat program untuk perangkat keras, atau mengecek koneksi internet jika tools yang digunakan berjalan secara online.

Apalagi bagi pemula atau orang yang sedang belajar, permasalahan ini tentu akan menjadi bagian dari aktivitas membuat sebuah program. Karena belum terbiasa menulis atau membuat kode, kesalahan-kesalahan menuliskan baris-baris kode akan menjadi rutinitas.

Akan tetapi, dengan terbiasa mencari kesalahan dalam menuliskan kode saat belajar, kita akan menjadi terbiasa dan lebih teliti dalam menuliskan kode dalam membuat sebuah program. Hal ini tentu akan berimbas ke dalam aktivitas kita sehari-hari sebagai salah satu manfaat belajar bahasa pemrograman.

4.Meningkatkan Kemampuan dalam Mengatasi Masalah

Dengan mempelajari bahasa pemrograman, kita akan dilatih untuk menyelesaikan sebuah permasalahan, baik itu tentang bagaimana produk harus bekerja maupun bagaimana mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi.

secara tidak sadar, kita juga akan membawa hal ini ke dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi berbagai macam permasalahan yang terjadi. Kita secara tidak sadar akan berpikir secara logis dan sistematis, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Belajar bahasa pemrograman akan memberikan dapampat positif bagi kita. Bahkan perusahaan raksasa teknologi Google pun percaya, dengan belajar program, kita tak hanya akan memperoleh kemampuan dalam melakukan pemrograman, tetapi juga mengembangkan pikiran yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Kemampuan untuk memecahkan permasalahan ini akan menjadi salah satu manfaat belajar bahasa pemrograman.

Sumber :

Kita harus terampil dalam algoritma, logika, dan bahasa pemrogramman, karena:

1. Algoritma

Algoritma adalah istilah yang dikenalkan di dunia komputer/TI. Berdasarkan pengertian istilahnya algoritma adalah langkah-langkah yang disusun secara sistematis dan berdasarkan logika ( benar/salah). Begitupun perkembangan teknologi komputer yang dimulai dari awal pembuatan menyesuaikan dengan algoritma kehidupan manusia bahkan kemampuan komputer terus ditingkatkan hingga menyamai atau mirip seperti kehidupan atau tingkah laku manusia yang lebih dikenal dengan artificial intelligence dan manchine learning .

Ini tidak hanya asumsi saja, di dalam mengajar pun saya membuat program-program sederhana dengan bahasa pemrograman yang berbeda yang diambil dari algoritma sederhana seperti permainan tebak bilangan, simulasi lift (evevator), tebak kata (hang man) , traffic light dan algoritma permainan tradisional Indonesia yang lebih dikenal dengan nama “Suit” (menggunakan jari). Dari satu algoritma contoh tebak kata, saya membuat dengan bahasa pemrograman prosedural yaitu C++, lalu dilanjut dengan Java hingga berbentuk visual dengan menggunakan Android Studio.

Algoritma itu sendiri direpresentasikan bisa dengan Pseudocode (teks) atau dengan Flow Chart (gambar). Pada perkembangannya, salah satu penyedia simulasi proses industri dari Jerman, telah memudahkan programmer dengan membuat program micro controller nya mengggunakan teknik flow chart. Tidak lagi dibutuhkan penggunaan script yang panjang. Salah seorang pengajar nya berkata bahwa tren kedepanya bahasa pemrograman akan beralih menggunakan flow chart. Bila ini terwujud, wah programmer benar-benar dimanjakan.

2. Logika Pemrogramman

Hal lain yang harus dipahami adalah logika. Logika merupakan konstruksi dari pemrograman. Karena logika memegang peran penting dalam alur sebuah aplikasi / program. Pada intinya, logika di semua pemrograman adalah sama. IF, IF ELSE, FOR, WHILE, FOR EACH, dll., Semua bahasa pemrograman memiliki logika pemrograman tersebut. Sebelum masuk ke bahasa pemrograman, kita harus paham logika pemrograman tersebut. Jika sudah paham konsep dari logika tersebut, belajar pemrograman akan lebih mudah.

Belajar langsung ke bahasa pemrograman adalah langkah awal yang kurang baik walaupun sebagian orang berpikir ini merupakan langkah yang tepat. Saat pertama belajar, kita langsung masuk ke bahasa pemrograman tanpa memahami logika yang ada. Hasilnya, belajar jadi tidak karuan karena kurang paham konsep. Jika dari logika bahkan langsung masuk ke algoritma. Saat sudah paham apa itu logika pemrograman, semua terasa lebih mudah saat masuk ke bahasa pemrograman. Bahkan untuk belajar pemrograman lain pun terasa mudah. Karena perbedaan logika pemrograman terletak di syntax bahasa pemrograman itu sendiri. Jadi ketika kita ingin belajar pemrograman, disarankan untuk memahami apa itu logika pemrograman.

3. Bahasa Pemrogramman

Sekarang ini bahasa pemrograman sudah bersifat lebih manusiawi dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Bahasa pemrograman merupakan jembatan penghubung antara manusia dan komputer. Seperti translator, bahasa pemrograman menterjemahkan maksud dari manusia sehingga bisa dimengerti oleh komputer. Setiap bahasa pemrograman memiliki keunikan dan fungsinya sendiri-sendiri. Bahasa pemrograman yang sesuai sangat membantu otics untuk belajar. Kita akan merasa nyaman untuk belajar pemrograman jika menurut kita bahasa tersebut mudah dimengerti, powerfull, dan memiliki banyak fitur menarik.

Faktor kebutuhan juga bisa mempengaruhi kita untuk belajar bahasa tertentu. Seperti banyaknya penggunaan bahasa pemrograman tertentu pada tahun ini, pastinya ini akan menjadi sebuah peluang emas karena setiap perusahaan yang membutuhkan programmer akan mencari orang yang bisa bahasa pemrograman tersebut. Bahasa pemrograman yang banyak dicari didunia kerja adalah SQL. Lalu diikut dengan Java di peringkat dua, dan Python di peringkat tiga. Sedangkan bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan adalah Javascript.


Referensi:


Karena antara algoritma dan logika saling berkesinambungan. Dari masing-masing memiliki perannya sendiri dan sifatnya saling melengkapi.

1. Algoritma

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar. Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah, pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik. Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan). Algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai yang sebenarnya.

2. Logika

Logika dan algoritma pemrograman merupakan sesuatu yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan saat digunakan untuk membangun sebuah produk dengan menggunakan bahasa pemrograman. Logika dapat digunakan untuk memecahkan masalah pemrograman yang sedang dihadapi, sedangkan algoritma akan membuat permasalahan tersebut terselesaikan secara runtut sesuai alur yang seharusnya.

Sumber: