Mengapa Rumah Sakit Selalu Identik dengan Warna Putih?

Pasti sudah banyak yang tahu bahwa ketika kita masuk ke rumah sakit, yang kita lihat adalah dominasi warna putih. Dulu saya berpikir, dominasi warna putih ini sengaja diciptakan untuk memberikan kesan bersih, mengingat semua yang berkaitan dengan kesehatan selalu identik dengan putih juga. Namun, belum lama ini saya mendapatkan insight bahwa pemilihan warna putih ini juga ada kaitannya dengan pasien. Menurut kalian, bagaimana warna putih ini bisa memberikan kenyamanan kepada pasien? Bisakah inovasi pemberian warna pada rumah sakit dilakukan?

Menurut hasil bacaan saya di beberapa laman di Internet, memang penggunaan warna putih sebagai cat di berbagai rumah sakit ada hubungannya dengan tujuan untuk memberikan kesan steril, simple, dan juga memberikan rasa nyaman kepada setiap pengunjungnya. Tentunya asosiasi warna putih yang di kaitkan dengan kesan steril dan nyaman ini juga di dukung dengan basis penelitian yang kuat dan selain itu, warna putih di pilih sebagai warna untuk kebanyakan fasilitas kesehatan karena di anggap sebagai warna yang ramah terhadap kegiatan sanitasi. Tentunya akan lebih mudah mendeteksi setiap kotoran atau noda di bidang yang berwarna putih ketimbang dengan warna lain sehingga higienitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain-nya tetap terjaga.

Tetapi penggunaan warna putih sebagai cat dalam rumah sakit juga tentunya memiliki nilai negatif-nya sendiri karena warna putih membuat rumah sakit terlihat lebih menyeramkan dan memiliki kesan intimidasi yang sangat kuat karena dianggap memberikan kesan yang kaku, dingin, dan terisolasi. Coba bayangkan kamu berada di ruangan kosong yang isinya serba putih, tentunya kamu akan merasa lebih cepat bosan, kaku, dan perasaan negatif lainnya.

Pandangan bahwa bagaimana lingkungan tempat pasien menerima perawatan dirancang dan dicat memengaruhi persepsi pasien tentang perawatan dan pemulihan mereka telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Warna dinding, lantai, dan furnitur yang dipilih dengan cermat dapat akan berdampak positif bagi kesehatan seseorang. Pemilihan warna juga seharusnya tidak hanya untuk menciptakan dampak estetika di pusat kesehatan. Elemen dekoratif yang dipilih dengan baik dapat membantu menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan membuat pasien merasa lebih rileks dan nyaman.

Beirkut adalah pemilihan warna yang direkomendasikan untuk beberapa ruang di rumah sakit dan alasannya :

Kamar Rawat Inap
image

Kamar pasien harus dicat dengan warna yang menginspirasi ketenangan dan ketentraman, dan tidak terlalu membebani indera, membangkitkan keakraban. Pencahayaan dan warna tidak boleh terlalu terang. Warna yang terlalu cerah dapat melelahkan dan mengganggu pasien yang menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar. Dengan pasien yang baru keluar dari ruang operasi ke kamar mereka, dokter mungkin mengalami masalah dengan memeriksa mata mereka jika ruangan terlalu terang dan berwarna.

Ruang Operasi
image

Menggunakan warna hijau atau kombinasi biru/hijau untuk dinding kamar operasi baik untuk melegakan mata dokter yang melihat banyak darah setiap hari. Karena hijau berada di ujung spektrum warna yang berlawanan dengan merah, itu adalah pilihan yang sempurna untuk menghilangkan stres pada mata para dokter. Warna yang lebih dingin dengan saturasi yang lebih sedikit harus dipilih untuk area ini.

Referensi :

  1. Renk Etkisi | The Effect of Color | Healthcare Centers
  2. The Color Psychology of White.