Mengapa Risiko Penting untuk DIpelajari Dalam Mengelola Suatu Perusahaan?

Risiko adalah kejadian atau kondisi yang tidak menentu, jika terjadi, memiliki efek setidaknya pada suatu tujuan, dalam topik ini adalah efek di suatu projek yang dijalankan suatu perusahaan. (A Guide to the Project Management Body of Knowledge (4th Edition) ANSI/PMI 99-001-2008).

Maka dari itu, jelaskan mengapa risiko penting untuk dipelajari dalam mengelola suatu perusahaan?

Sebelum membahas mengapa risiko itu penting untuk dipelajari dalam mengelola suatu perusahaan, ada baiknya untuk mengetahui Risiko apa saja yang terdapat di perusahaan, berikut penjelasan mengenai Risiko-Risiko yang ada di perusahaan

image

1. Berdasarkan kerugian yang dapat diakibatkan, Resiko Usaha dikategorikan menjadi 2, yaitu Risiko Spekulatif dan Risiko Murni (Pure Risk)

  • Risiko Spekulatif adalah resiko yang memiliki kemungkinan terjadinya dua peluang. (untung dan Rugi) Contoh dari resiko spekulatif yaitu pembelian saham di bursa efek. Pembelian saham di bursa efek memiliki resiko spekulatif, karena akan ada dua peluang kemungkinan yang terjadi. Peluang pertama adalah peluang keuntungan(mendapatkan pembagian keuntungan dari perusahaan yang menerbitkan saham tersebut(dividen)). Dan peluang kedua adalah peluang kerugian (perusahaan yang menerbitkan saham yang Anda beli mengalami kebangkrutan).

  • Resiko Murni adalah resiko yang apabila terjadi pasti memberikan. Tetapi jika resiko ini tidak terjadi ia tidak akan menimbulkan kerugian ataupun suatu keuntungan. akibat yang muncul dari terjadinya resiko ini yaitu terjadinya kebangkrutan atau terjadinya break event. Contoh dari resiko murni yaitu, pencurian, bencana alam, kebakaran atau kecelakaan.

2. Berdasarkan kontrol, Resiko Usaha dapat dikategorikan menjadi berikut:

  • Resiko yang dapat dikendalikan yaitu risiko yang masih dapat diatasi dan dikendalikan sebelum kerugian yang didapat oleh perusahaan semakin membengkak. Contohnya pada kasus distribusi pangan, saat sebuah perusahaan membuat produk baru maka produk tersebut dipasarkan tetapi Setelah berbulan-bulan produk tersebut berada dipasaran, perusahaan tak kunjung memperoleh keuntungan atau pengembalian atas modal dari produk tersebut. Selanjutnya untuk mengatasi risiko yang fatal Perusahaan dengan segera mencari tahu apa yang menjadi penyebab produk tersebut tidak laku dipasaran, kemudian perusahaan dapat merevisi produk tersebut.

  • Resiko yang tidak dapat dikendalikan merupakan risiko yang disebabkan karena kejadian-kejadian tersebut merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi dan diduga sebelumnya, serta resiko dari terjadinya kejadian tersebut merupakan resiko-resiko yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Contohnya seperti kebakaran, penipuan serta bencana alam

image

Menurut Godfrey (1996) terdapat sumber risiko yang harus diketahui dan diidentifikasi sebagai langkah permulaan menangani risiko, yaitu :

1. Risiko Produksi yaitu risiko yang disebabkan karena adanya cacat saat proses produksi. Hal ini banyak ditemui pada usaha dibidang industry baju, karena proses pembuatannya yang otomatisasi dan menggunakan mesin maka tidak sedikit dari barang produksi yang cacat sampai ke tangan konsumen. Sedangkan satu complain dari pelanggan dapat berakibat fatal bagi perusahaan jika satu pelanggan tersebut membicarakannya kepada calon pembeli yang lain.

2. Risiko Pemasaran merupakan sebuah risiko yang berkaitan dengan proses marketing, yang mana kita harus mampu memasarkan produk dengan efektif dan efisien agar produk dapat diterima oleh konsumen. Masalah yang sering mucul yaitu tidak sedikit dari pengusaha yang tidak mampu menguasai Teknik marketing dengan baik segingga pemasaran perusahaan tersebut menurun drastis

3. Risiko Sumber Daya Manusia disebabkan karena sifat pekerja yang kurang baik sehingga menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan. misalnya sifat dan sikap seperti malas bekerja, kurang bertanggung jawab, tidak jujur, dan lain sebagainya. Hal ini dapat dicegah dengan cara lebih selektif dalam memilih pekerja agar risiko ini tidak muncul dalam perusahaan anda.

4. Risiko Finansial dalam hal ini pendapatan perusahaan merupakan sumber utama bagi kehidupan para pekerjanya, karena banyak risiko yang dapat memberikan kerugian bagi perusahaan maka anda harus menyiapkan langkah cadangan untuk mencegah kerugian yang akan diakibatkan bagi perusahaan.

5. Risiko Lingkungan merupakan risiko yang mana kita harus memikirkan lingkungan sekitar kita, Buatlah sebisa mungkin agar lebih ramah lingkungan dan tidak merugikan lingkungan sekitar. Contohnya jika anda memiliki jenis usaha perusahaan yang bergerak di bidang makanan, maka Anda harus memikirkan limbah pabrik yang dihasilkan dari perusahaan anda tidak mengganggu atau bahkan merugikan lingkungan sekitar

6. Risiko Teknologi, Masalah yang sering muncul adalah waktu pemakaian alat yang harus selalu dipantau. Jika pemakaian alat terlalu lama dan tidak dilakukan service secara berkala, maka kemungkinan alat akan rusak dan tidak dapat dipergunakan. Hal ini merupakan kerugian bagi perusahaan Anda, maka dari itu perawatan alat, mesin dan teknologi benar-benar harus diperhatikan.

7. Risiko Permintaan Pasar dalam risiko ini Anda harus memperhatikan kebutuhan pasar untuk tahun-tahun kedepan. Mungkin pada saat ini permintaan pasar pada prosuk yang Anda hasilkan cukup besar, namun apakah ada jaminan bahwa 5 atau 10 tahun ke depan pasar masih menginginkan produk Anda? Maka dari itu Anda harus selalu memikirkan inovasi-inovasi produk yang dapat dilakukan dan melihat peluang apa yang harus Anda pertimbangkan untuk jenis usaha berikutnya.

8. Risiko Perbaikan, Jika Anda ingin melakukan perubahan atau perbaikan bagi bisnis Anda, maka sebaiknya lebih berhati-hati. Anda harus melihat banyak faktor-faktor seperti kebutuhan pasar, inovasi prosuk apakah yang akan dilakukan, dan lain sebagainya. Karena bukan tidak mungkin perbaikan yang ingin Anda lakukan bisa berakibat buruk dan negatif bagi perusahaan Anda.

9. Resiko Kerjasama, dalam hal ini Anda harus memilih partner bisnis Anda secara tepat dan hati-hati. Mulailah dengan tidak langsung mempercayai orang yang Anda kenal kemudian Anda jadikan mitra bisnis Anda. Anda harus mengenal terlebih dahulu orang tersebut dengan lebih baik. Hal ini diperlukan agar dikemudian hari Anda terhindar dari resiko penipuan, dan partner yang kurang baik sehingga berdampak merugikan perusahaan Anda.

10. Resiko Peraturan Pemerintah, Terkait dengan usaha yang dijalankan, kita juga harus mempertimbangkan usaha kita tersebut aman. Pemerintah biasanya selalu memberikan peraturan yang mana peraturan tersebut harus kita lakukan sebagai seorang pelaku bisnis. Pastikan jenis usaha yang Anda jalankan tidak melanggar peraturan pemerintah sehingga Anda akan mendapatkan jaminan usaha yang baik.

11. Resiko Pengembangan Asset, Anda harus berhati-hati untuk mempertimbangkan jenis pengembangan apa yang akan Anda dan perusahaan Anda lakukan. Terutama Anda harus berhati-hati jika ingin mengembangkan asset Anda. Usahakan untuk melihat, memperkirakan, serta menghitung kembali resiko apa saja yang kemungkinan akan muncul. Sehingga jika Anda telah mengetahui hal tersebut dari awal, Anda dapat menyipakan langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Setelah anda mengetahui Risiko - risiko yang terdapat pada sebuah perusahaan, maka saya akan menjelaskan mengapa risiko itu penting untuk dipelajari dalam mengelola suatu perusahaan. berikut penjelasan dari para ahli

Manajemen risiko adalah seperangkat kebijakan, prosedur yang lengkap, yang dipunyai organisasi, untuk mengelola, memonitor, dan mengendalikan eksposur organisasi terhadap risiko (SBC Warburg, The Practice of Risk Management, Euromoney Book, 2004)

Enterprise Risk Management adalah kerangka yang komprehensif, terintegrasi, untuk mengelola risiko kredit, risiko pasar, modal ekonomis, transfer risiko, untuk memaksimumkan nilai perusahaan (Lam, James, Enterprise Risk Management, Wiley, 2004)

Enterprise Risk Management (ERM) adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh manajemen, board of directors, dan personel lain dari suatu organisasi, diterapkan dalam setting strategi, dan mencakup organisasi secara keseluruhan, didisain untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang mempengaruhi suatu organisasi, mengelola risiko dalam toleransi suatu organisasi, untuk memberikan jaminan yang cukup pantas berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi. (COSO, COSO Enterprise Risk Management – Integrated Framework. COSO, 2004) .

Jadi kesimpulan yang dapat diambil yaitu, Manajemen risiko merupakan salah satu elemen penting dan harus dipelajari dalam mengelola sebuah bisnis, dengan pengelolaan resiko yang baik maka sebuah lembaga bisnis dapat terhindar dari kerugian. Terhindar dari resiko yang merugikan merupakan tujuan hampir semua orang, baik itu kerugian harta milik pribadi ataupun kerugian aset milik lembaga usaha. Banyak yang tidak menyadari pentingnya manajemen atau pengelolaan resiko bagi sebuah lembaga usaha, padahal ada banyak manfaat yang menguntungkan dan memudahkan proses manajemen lembaga usaha secara keseluruhan jika pihak pengelola sudah mampu melakukan identifikasi dan pengendalian dari resiko – resiko yang mungkin dialami oleh sebuah lembaga usaha.

Referensi :

  1. https://cstn.files.wordpress.com/2009/11/control-of-risk-a-guide-to-the-systematic-management-of-risk-from-construction1.pdf

  2. http://repository.ut.ac.id/4789/1/EKMA4262-M1.pdf

Bagi sebuah perusahaan, Risiko dapat terjadi yang diakibatkan dari berbagai aspek seperti aspek keuangan, bisnis, teknis, politik, hukum dan lain sebagainya. Semakin besar return yang diharapkan maka semakin besar pula risiko yang harus dihadapi dan akan memerlukan suatu manajemen risiko yang baik.

Secara formal, manajemen risiko sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dalam perusahaan ditemukan pada akhir tahun 1940an dan awal tahun 1950an. Manajemen risiko pada awal-awal penerapan inilah yang menjadi cikal-bakal konsep manajemen risiko perusahaan yang diterapkan saat ini. Hal tersebut dimulai dengan adanya alternatif mengalihkan beberapa jenis risiko pada perusahaan asuransi. Risiko-risiko ini pada umumnya merupakan risiko yang berhubungan dengan bencana alam, kecelakaan, kesalahan manusia, atau kecurangan.

Pada tahun 1970an, selain memperhatikan risiko asuransi, perusahaan juga mulai lebih serius memperhatikan bagaimana harus menangani berbagai risiko keuangan seperti pergerakan atau perubahan nilai tukar valuta asing, harga komoditi, tingkat bunga dan saham. Manajemen risiko keuangan mulai menjadi suatu sistem formal.

Sejak itu manajemen risiko keuangan dijalankan bersama dengan manajemen risiko asuransi yang telah berjalan sebelumnya. Pada pertengahan 1990an, manajemen risiko perusahaan berkembang tidak hanya sekedar melaksanakan manajemen risiko asuransi dan manajemen risiko keuangan saja. Hal ini sejalan dengan perkembangan ilmu manajemen yang lebih menekankan pentingnya corporate strategi dalam mencapai tujuan perusahaan misalnya dalam meningkatkan value perusahaan. Dalam strategi yang diterapkan perusahaan melekat risiko tidak tercapainya tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, manajemen risiko harus diterapkan menyeluruh, meliputi fungsi perusahaan.

Sehingga manajemen risiko merupakan alat untuk mencapai tujuan dan sebagai kunci keberhasilan bisnis. Karena risiko terjadi pada seluruh proses bisnis, untuk itu pengelolaan risiko pada setiap proses bisnis ini harus direncanakan sejak awal. Penerapan manajemen risiko oleh perusahaan bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko perusahaan, mengukurnya, dan mengatasinya pada tingkat toleransi tertentu.

Sumber :

Dalam kehidupan sehari-hari kita secara tidak sengaja maupun sengaja berhadapan dengan risiko dan kita memiliki pilihan untuk mencegah sebelum timbulnya risiko, dan menghadapinya ketika sudah tidak dapat dicegah. Contoh sederhananya saat kita lapar, kita dapat mencegah suatu saat kita lapar dengan membeli perbekalan yang cukup sehingga kita tidak akan kelaparan, dan bila kita tidak ada perbekalan kita harus segera membeli makan diluar untuk mencegah risiko terkena penyakit maag. Demikian pula yang terjadi di sebuah perusahaan, setiap saat perusahaan pasti akan menghadapi risiko, di waktu inilah diperlukan manajemen risiko.

Sebelum mengerti lebih dalam mengenai risiko dan tahu mengapa risiko penting untuk dipelajari saat mengelola sebuah perusahaan. Risiko memiliki pengertian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Dalam dunia bisnis risiko adalah hal yang tidak dapat dihindari. Diharapkan dengan mengetahui pengertian dan jenis-jenis risiko yang akan saya paparkan dibawah ini dapat menjadikan kita bisa lebih siap saat menjalankan sebuah bisnis perusahaan sehingga upaya untuk memamanjemen risiko yang akan terjadi pun semakin dapat dipersiapkan lebih baik. Karena menurut Knight (1964) [3] risiko disebut sebagai sebuah ketidakpastian yang dapat diukur, sehingga pada saat terjadi risiko itu nanti sudah dapat diperkirakan bagaimana cara menanganinya. Dalam berbisinis ketika ingin memiliki laba atau hasil yang besar maka risiko yang akan dihadapi nanti itupun akan lebih besar lagi atau juga disebut “high risk high return” [2].
Menurut Website Portal-Ilmu [1] risiko yang kerap muncul ketika seorang ingin memulai bisnisnya yaitu sebuah Start Up ada 2 macam risiko :

  1. Risiko Murni
    Risiko murni di dalam bisnis merupakan risiko yang muncul karena suatu situasi atau keputusan yang hanya memiliki konsekuensi berupa kerugian, Contohnya seperti Risiko hilang atau rusaknya aset yang dimiliki akibat kebakaran, Kecelakaan kerja, Risiko akibat tuntutan hukum dari pihak lain seperti contohnya pada kasus baterai samsung meledak dan samsung dituntut oleh pembelinya sendiri, lalu risiko operasional lainnya seperti kejadian bencana alam.

  2. Risiko Spekulatif
    Risiko spekulatif adalah risiko yang muncul karena akibat dari situasi atau keputusan yang konsekuensinya tidak hanya berupa kerugian namun bisa berupa keuntungan juga. Seperti contohnya adalah Risiko perubahan harga seperti yang terjadi pada saat penjualan tanah bisa jadi harga tanah tersebut naik dikarenakan lokasinya strategis, atau bisa saja turun alias rugi dikarenakan tanahnya adalah kawasan banjir. Lalu ada risiko kredit seperti gagal bayar hutang, dan bisa jadi keuntungan juga jika tidak gagal bayar, keuntungannya karena dibantu pembiayaannya.

Beberapa contoh kasus dampak risiko yang terjadi pada perusahaan perusahaan besar beberapa tahun belakangan ini antara lain :

  1. Yahoo!
    Yahoo! Siapa yang tak kenal dengan raksasa teknologi pada masa waktu tahun awal 2000an, pasti hampir semua masyarakat modern yang hidup dimasa itu memiliki akun email pribadinya, entah untuk hanya ikut-ikutan teman karena sedang naik daunnya jejaring sosial berbasis email dan chatting setelah friendster. Pada tahun 2000 harga saham Yahoo! Berada di tingkat tertingginya yaitu 475 Dollar AS per lembar [5]. Hingga pada tahun 2008, perusahaan raksasa teknologi Microsoft ‘meminang’ Yahoo! dengan investasi yang jumlahnya fantastis yakni 44,6 Miliar Dollar AS tapi sayangnya tawaran akuisisi itu ditolak. Hingga pada akhirnya Yahoo! pun mulai tergeser dengan semakin berkembangnya Google, perusahaan mesin pencari yang mulai mengambil peluang pemasukan dana melalui iklan. Semakin lama Yahoo! terpuruk hingga sahamnya jatuh hingga hanya 7,2 Dollar per lembarnya. Hal seperti ini memang tidak dapat diduga-duga namun mengambil risiko dengan menolak tawaran investasi dari Microsoft ini ternyata memiliki dampak yang cukup besar bagi perkembangan Yahoo! hingga bangkrut karena kurangnya pemasukan dana.

  2. Kasus meledaknya baterai tanam Samsung Galaxy Note 7
    Kasus ini menjadi topik perbincangan hangat masyarakat modern khususnya warga negara Amerika. Tidak heran, kurang lebih ada 100 laporan mengenai masalah di baterai tanam model smartphone ini hingga ada 26 laporan luka bakar diakibatkan masalah di baterai tanam perangkat ini [6] . Jika melihat kasus ini, kasus ini termasuk dalam kasus risiko murni yang menyebabkan perusahaan sekelas Samsung Electronic ini digugat oleh konsumennya. Tentu risiko ini telah menimbulkan kerugian yang cukup besar untuk perusahaan dikarenakan banyaknya hal yang harus dilakukan dimulai dari penarikan semua unit Samsung Galaxy Note 7 yang tentunya memerlukan dana yang besar karena harus mengembalikan uang ke pembeli, dan uang ganti rugi diakibatkan kerusakan yang ditimbulkan karena kerusakan perangkat ini.

  1. Maraknya delay Maskapai Penerbangan Lion Air
    Lion Air merupakan salah satu maskapai penerbangan besar yang ada di Indonesia, hingga kini Lion Air telah terbang ke 183 rute penerbangan rute domestik dan internasional , dan memiliki armada pesawat sebanyak 112 armada [7]. Tentu jumlah yang banyak ini tidak juga luput dari risiko, utamanya risiko delay jam penerbangan yang kerap terjadi di Maskapai ini. Di situasi seperti ini diperlukan manajemen risiko yang sangat baik mengingat banyak sekali faktor-faktor yang dapat menimbulkan risiko yang berat seperti delay jam penerbangan tadi. Faktor-faktor tersebut contohnya dapat berupa terjadinya badai, ataupun hingga ke waktu menunggu penumpang eksekutif, yang tentunya jika satu saja pesawat terlambat dapat mengakibatkan seluruh jam penerbangan maskapai tersebut terganggu.

Dari paparan diatas, diharapkan telah menjawab pertanyaan penanya tentang mengapa risiko perlu dipelajari saat mengelola suatu perusahaan, karena risiko itu tidak dapat dihindari tapi dapat dikendalikan. Dengan ditambahnya beberapa penjelasan diatas serta dipaparkan berbagai macam kasus mengenai risiko yang dihadapi perusahaan Start Up maupun perusahaan besar diharapkan dapat menambah keterampilan kita dalam menangani risiko sejenis agar tidak salah mengambil keputusan dan justru malah menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Daftar Rujukan :

  1. https://portal-ilmu.com/jenis-jenis-risiko-dalam-bisnis/
  2. Harington, Scott R dan Gregory R Niehaus. 2004. Risk Management and Insurance 2nd. New York : McGraw Hill
  3. Knight, f. H. (1964): Risk, uncertainty and Profit. sentry Press. New York
  4. https://www.kbbi.web.id/risiko
  5. http://tekno.kompas.com/read/2016/07/28/07040097/Sembilan.Momen.Penting.Sepanjang.Sejarah.Yahoo
  6. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160918144952-185-159152/galaxy-note-7-meledak-di-celana-samsung-digugat-konsumen
  7. http://www.lionair.co.id/id/lion-experience/about

Kata risiko sudah biasa kita dengar di kehidupan sehari-hari. Ada beberapa definisi mengenai risiko, salah satunya menurut COSO ERM - Integrated Framework, risiko adalah kemungkinan terjadinya sebuah event yang dapat mempengaruhi tercapainya sasaran. Ada tiga unsur utama risiko, yaitu adanya tujuan atau sasaran dari sebuah kegiatan, adanya ketidakpastian, dan dampak yang menyimpang. Secara umum, ada dua bentuk risiko, yaitu:

  • Pure Risk (Risiko Murni), yaitu risiko yang apabila terjadi akan merugikan dan apabila tidak terjadi tidak merugikan dan juga tidak menguntungkan. Akibat dari risiko ini yaitu rugi atau break event. Contohnya seperti pencurian, kecelakaan atau kebakaran.
  • Speculative Risk (Risiko Spekulatif), yaitu risiko yang terjadi karena beberapa kemungkinan seperti peluang mengalami kerugian, break even atau memperoleh keuntungan. Contohnya seperti risiko yang dialami dalam kegiatan investasi.

Untuk meminimalisir risiko yang terjadi terutama risiko dalam mengelola perusahaan maka diperlukan manajamen risiko. Menurut ISO 31000 : 2009 Risk Management – Pranciples and Guidelines, manajemen risiko adalah aktivitas-aktivitas terkoordinasi yang dilakukan dalam rangka mengelola dan mengontrol sebuah organisasi terkait dengan risiko yang dihadapinya. Ada beberapa proses yang mencakup manajemen risiko yaitu:

  • Proses Identifikasi
    Proses ini mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha. Teknik yang digunakan dalam identifikasi risiko ialah brainstorming, survey, wawancara, informasi historis dan kelompok kerja
  • Proses Analisis
    Proses ini merupakan tahapan selanjutnya setelah melakukan identifikasi risiko, dengan cara melihat seberapa besar potensi terjadinya kerusakan dan probabilitas terjadinya risiko tersebut. Beberapa risiko memang mudah untuk diukur, tapi untuk menentukan probabilitas suatu kejadian sangatlah sulit. Kesulitannya adalah dalam menentukan kemungkinan terjadi suatu risiko karena informasi statistik tidak tersedia untuk beberapa risiko tertentu.
  • Proses Monitoring
    Sangat penting untuk selalu memonitor proses dari identifikasi risiko dan pengukuran risiko untuk mengetahui keefektifan respon yang telah dipilih dan untuk mengidentifikasi adanya risiko yang baru maupun berubah. Sehingga, ketika suatu risiko terjadi maka respon yang dipilih akan sesuai dan diimplementasikan secara efektif.

Karena banyaknya risiko yang kita hadapi, maka diperlukan sebuah penanggulangan untuk bisa mengantisipasi kejadian terburuk, hal ini kita sebut sebagai manajemen risiko. Semua institusi baik swasta atau pemerintahan akan tetap memiliki sebuah risiko. Sehingga manajemen risiko merupakan sesuatu yang wajib dipelajari oleh sebuah perusahaan, pemerintahan atau individu.

Sumber:
322904243-6-Pentingnya-Manajemen-Risiko-Dalam-Bisnis.pdf (530,9 KB)

Dalam perusahaan-perusahaan tradisional, sebuah kesuksesan dapat tercapai karena pemimpinnya mempunyai intuisi yang tajam. Akan tetapi, seiring perkembangan jaman tidak cukup hanya mengandalkan intuisi dari seorang pemimpin, sebab apabila terjadi risiko dalam perusahaan tidak bisa hanya dengan menggunakan intuisi saja tetapi perlu metode ilmiah dan sudah terbukti bagus untuk diterapkan dalam praktik bisnis.

Menurut ISO 31000, Risiko adalah kemungkinan sesuatu terjadi akan menimbulkan akibat pada objektif menjadi ‘efek ketidakpastian dari objektif‘. Risiko merupakan penyebab utama ketidakpastian dalam setiap organisasi karena apa yang kita anggap terbaik saat ini belum tentu menjadi terbaik di masa depan, disebabkan oleh kondisi yang cepat berubah dengan penuh ketidakpastian.

Risk

Risiko bisa datang dari sumber internal maupun eksternal perusahaan.

• Risiko internal perusahaan misalnya terjadi kerusakan pada alat produksi, kehilangan karyawan yang berprestasi, serta kehilangan kepercayaan dari pelanggan.
• Risiko eksternal perusahaan misalnya suku bunga tidak stabil, harga dalam perekonomian naik turun, serta sumber daya terbatas.
• Selain itu risiko dalam perusahaan bisa terjadi pada kejadian yang tidak terduga misalnya terjadi bencana alam, terjadi pencurian.

Banyak perusahaan yang sudah mengalami risiko baik internal maupun eksternalnya. Dengan ini kita ambil sebagai contoh sebuah perusahaan yang sedang menghadapi risiko Internal yaitu PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk atau yang lebih dikenal sebagai TELKOM. Berdasarkan hasil analisa risiko operasional TELKOM, terdapat 2 risiko yang paling tinggi dampaknya yaitu risiko kebocoran informasi dan risiko kepuasan karyawan yang kurang seimbang. Risiko kebocoran informasi harus diprioritaskan karena sebuah informasi memiliki nilai yang sangat berharga, misalnya informasi mengenai pelanggan dapat menjadi kekuatan dalam hal persaingan dengan perusahaan lain. Dengan banyaknya informasi pelanggan yang terkumpul serta diolah maka wajar jika informasi tersebut harus sangat diamankan. Apabila terjadi kebocoran data atau informasi dalam perusahaan maka akan berdampak buruk pada perusahaan, seperti kehilangan kepercayaan dari pelanggan dan lebih parah lagi akan mengganggu proses bisnis, kredibilitas, dan kelangsungan hidup dari perusahaan. Risiko kepuasan karyawan yang kurang seimbang juga menjadi prioritas utama bagi perusahaan sebab karyawan sangat berpengaruh dalam peningkatan kinerja perusahaan. Kepuasan kerja karyawan merupakan faktor utama untuk mendapatkan produktivitas dan hasil kerja yang optimal.

Dua contoh risiko yang terdapat pada TELKOM dapat merugikan perusahaan, sehingga diperlukan aspek manajemen risiko dalam membangun kerangka strategis yang dapat mendukung perusahaan dalam mencapai visi dan misinya. Dengan pengelolaan risiko, perusahaan dapat menghindari risiko, mempersiapkan risiko yang akan terjadi baik dari internal maupun eksternal, meminimalkan dampak serta mengatasi dampak yang terjadi.

Oleh karena itu, banyak perusahaan sekarang ini menambahkan departemen manajemen risiko ke dalam timnya. Departemen manajemen risiko ini akan mengidentifikasi risiko, lalu membuat strategi bagaimana cara untuk mencegah risiko, kemudian mengimplementasikan strategi tersebut ke dalam perusahaan. Dalam perusahaan besar pastinya mempunyai risiko yang lebih tinggi dan karena itu memerlukan strategi manajemen yang lebih baik lagi. Tim manajemen risiko juga mempunyai tanggung jawab dalam menilai setiap risiko dan menentukan mana yang penting bagi bisnis. Tim manajemen risiko juga perlu menentukan risiko yang harus diprioritaskan yaitu risiko yang berdampak buruk terhadap bisnis perusahaan.

REFERENSI

http://infoloka.com/memahami-bentuk-resiko-bisnis-internal-dan-eksternal/


http://journal.sbm.itb.ac.id/index.php/mantek/article/viewFile/77/68