Mengapa pusar bisa berbau?

Pusar adalah sisa tali pusar yang dipotong saat kamu lahir. Tali pusar berfungsi untuk membawa nutrisi, penyaluran oksigen, serta saluran pembuangan bagi janin. Saat lahir, bayi sudah dapat melakukan hal tersebut secara mandiri sehingga tali pusar dipotong. Lalu mengapa pusar bisa berbau?

Pusar mungkin tampak kecil dan tidak penting, tapi tahukah kamu bahwa area ini adalah rumah bagi lebih dari 60 jenis bakteri berbeda. Untungnya, sebagian besar bakteri ini secara alami berkembang di sana dan tidak berbahaya.

Sayangnya, jamur, keringat, minyak, kulit mati, bakteri, kuman dan kotoran lainnya juga bisa terjebak di lubang kecil ini. Kotoran-kotoran tersebut bisa menumpuk dan menimbulkan bau.

Kurang menjaga kebersihan adalah alasan paling umum mengapa pusar menimbulkan bau tak sedap. Selain itu, ada juga beberapa penyebab lain bau pada pusar yang lebih serius, seperti berikut

Kista yang Terinfeksi
Kista adalah benjolan di bawah kulit. Kista dapat timbul dari folikel rambut ataupun kelenjar keringat di permukaan kulit. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali terinfeksi.

Infeksi kista bisa memicu kulit memerah, bengkak, hingga keluarnya nanah yang berbau tak sedap.

Infeksi Jamur dan Bakteri
Jamur Candida, sp mudah berkembang biak pada lingkungan yang tidak bersih, gelap, lembap dan hangat. Pusar bisa menjadi salah satu tempat jamur ini tumbuh dan berkoloni.

Infeksi pada daerah ini dapat disebabkan oleh jamur maupun bakteri. Selain bau, tanda lain adanya infeksi adalah kulit memerah, bersisik, nyeri, juga bengkak. Luka tindikan pada pusar juga memperbesar kemungkinan infeksi kulit bagian ini.