© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Mengapa produk google glass ini bisa menjadi salah satu produk gagal google ?

Saya chelsea, saya ingin bertanya. Seperti yang telah kita ketahui Google Glass Merupakan sebuah produk kacamata pintar dari Google yang dikembangkan melalui proyek riset dan pengembangan Project Glass. Perangkat ini merupakan sebuah kacamata yang memiliki lensa yang berisi perangkat keras yang berfungsi sama dengan telepon pintar dengan berbagai macam fitur. namun produk yang digadang-gadang menajdi perangkat favorit masyarakat justru layu sebelum berkembang. mengapa produk google glass ini bisa menjadi salah satu produk gagal google ?

Menurut pendapat saya, saya melihat bahwa kegagalan projek Google Glass ini gagal dapat dilihat dari aspek privacy yang dimiliki oleh pengguna. Sebelum peluncuran Google Glass ini memang Google telah terlalu banyak mengeluarkan issue-issue mengenai alat canggih ini. Sehingga banyak orang-orang yang telah mengetahui banyak tentang alat canggih ini. Ini semua sesuai pendapat dari Kepala Google X(Astro Teller) yang mengatakan bahwa:

“Kami membiarkan, dan kadang mendorong sehingga terlalu banyak perhatian tercurah ke program ini”

Pada konverensi SXSW 2015 dikutip dari www.tekno.kompas.com. Apalagi pada saat itu orang-orang juga sudah mengikut gaya hidup yang mewah. Sosial media menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi pengguna.

Lalu kenapa Google Glass ini dibuat? Google Glass pada awalnya memang dibuat mengikuti perkembangan teknologi dan trend pada masa ini, pengguna dapat berbagi foto, video dengan media kacamata yang canggih yang memungkinkan imaginasi pengguna berubah menjadi nyata. Akan tetapi kenapa Google Glass tetap gagal? Ada artikel yang mengatakan bahwa kegagalan Google Glass karena Google Glass gagal menyampaikan emotional benefits kepada para pengguna dan dari sisi privacy, Google Glass merekam semua hal secara diam-diam tanpa memerhatikan privacy orang lain. Padahal konsumen sangat memerhatikan segala bentuk keamanan personal dan privacy. Kepala Google X(Astro Teller) pada salah satu artikel pada www.curiousmarketeer.com menambahkan bahwa:

“Produk yang kurang memerhatikan keamanan pengguna saat pengguna memakai produk tersebut akan sulit diterima dan laku di pasaran”

Sumber:
http://tekno.kompas.com/read/2015/03/19/08060037/Kesalahan.di.Balik.Kegagalan.Google.Glass
http://www.curiousmarketeer.com/2015/05/case-study-why-google-glass-failed/

Menurut saya salah satu yang penyebab yang menjadikan Google Glass gagal yaitu dari waktu pengembangan yang cukup lama tetapi tidak ada hasil yang memuaskan pengguna. Saat Google Glass dirilis tahun 2013 hanya beberapa orang saja yang dapat menggunakannya atau biasa disebut dengan “google explorers”. Lalu setelah satu tahun rilis maka Google Glass memunculkan versi beta dan mulai menjual ke pasaran namun setelah satu tahun menunggu ternyata kualitas dari google glass tidak sesuai dengan ekspetasi pengguna.

Setelah dua tahun dari tanggal rilis, menurut Bob Doyle pada laman www.business2community.com menyatakan bahwa Google Glass menimbulkan pertanyaan apakah ini merupakan produk yang sudah final atau masih bersifat prototype. Bahkan setelah dua tahun pengembangan masih terdapat beberapa kesalahan sistem seperti produk berhenti bekerja ketika sedang memperbaharui firmware . Disamping itu menurut Bob Doyle pun navigasi dari produk tersebut terkadang membuat frustasi.

Selain itu, menurut saya seharusnya jika Google Glass belum siap untuk ditawarkan dan digunakan oleh pengguna maka jangan dikenalkan ke publik terlebih dahulu. Hal ini yang terjadi oleh Google Glass karena sudah menjual produk yang belum sepunuhnya jadi kepada beberapa orang, dimana orang-orang tersebut tidak hanya dapat terkagum dengan fitur yang ada tetapi dapat juga menceritakan kekurangan dari Google Glass kepada orang lain yang membuat orang lain berfikir bahwa Google Glass merupakan produk yang buruk.

Sumber

https://www.business2community.com/tech-gadgets/5-reasons-google-glass-miserable-failure-01462398

Menurut saya, Google Glass Menjadi salah satu produk gagal google adalah karena produk tersebut diluncurkan disaat yang tidak tepat atau mungkin hadir terlalu cepat. Maksudnya disini pengembangan Google Glass oleh pihak Google terlalu digembor-gemborkan sejak awal pengenalanya dimana mereka percaya produk ini merupakan produk revolusioner. Namun pada kenyataanya tidak sesuai dengan harapan konsumen. Selain itu terdapat kesalahan pendapat dari Astro Teller, Head of Google X bahwa dia menganggap kritikan-kritkan produk Google Glass menjadi sebuah informasi untuk pengembangan Google Glass selanjutnya.

Pada Awalnya Google Glass dikembangkan setelah ada video Project Glass dari google yang memperlihatkan kehidupan manusia jika kita menggunakan kaca mata pintar. Video ini merepresentasikan masa depan bahwa informasi bisa mudah didapatkan dari kaca mata yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya dilakukan pengembangan prototype pada Google I/O pada tahun 2012 dimana Sergey Brin untuk pertama kali memamerkan produk tersebut ke public

Ini adalah hal yang ajaib dimana kita bisa menangkap saat-saat bersama keluarga tanpa telepon maupun kamera dalam situasi apapun

Lalu hal aneh mulai terjadi dimana harga yang dipasarkan saat diumumkan pada tahun 2013 seharga $1500 dimana harga tersebut sangat mahal untuk sebuah perangkat kecil yang masih dalam tahap pengembangan. Selanjutnya terdapat masalah dimana pengguna tidak merasa nyaman ketika ada sebuah layar kecil yang selalu menempel di dekat mata mereka, selain itu juga fitur minim membuat google glass kurang diminati pengguna. Akhrinya pada tahun 2015 akhirnya Project Google Glass ditutup karena mengalami banyak respon negatif dari konsumen mulai dari segi harga, kenyamanan, dll.

Sumber :

https://bits.blogs.nytimes.com/2013/02/27/sergey-brin-explains-google-glasses/

Saya ingin menambahkan dari segi pemasaran yang bisa dianggap bahwa gagalnya Google dalam memasarkan Google glass.

Kejelasan produk yang tidak jelas, selalu membuat prototipe tetapi tidak menghasilkan produk matang dan dijual terbatas. sebagai konsumen, pasti menunggu-nunggu kapan produk tersebut bisa produksi, ketidakpastian membuat konsumen tidak berpikir atau hilang selera membeli Google glass.
Iklan penjualan yang tidak ada, tidak ada kemenarikan dari produk tersebut dan cara pembelian yang terbilang sulit, sehingga konsumen berpikir dua kali untuk transaksi membeli barang tersebut.

Masalah terbesar dalam pemasaran ialah, Google salah menargetkan pasar. Google menargetkan kalangan eksekutif yang menjadi customernya. Padahal banyak profesi atau kalangan, seperti pengemudi truk atau pilot, polisi, operator mesin yang dapat menggunakan Google glass. Sehingga Google glass terlihat sebagai barang mewah, ketidakmampuan membeli produk yang memiliki fungsional tinggi.
Sumber: