Mengapa popularitas Snapchat semakin menurun?

Snapchat adalah aplikasi pesan foto yang dikembangkan Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown saat masih kuliah di Universitas Stanford. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat mengambil foto, merekam video, menambahkan teks dan lukisan, dan mengirimkannya ke daftar penerima yang ditentukan pengguna. Foto dan video kiriman pengguna disebut “Snaps”. Pengguna menetapkan batas waktu tersedianya Snaps mereka (per April 2014, batasnya antara 1 sampai 10 detik), lalu foto dan video tersebut disembunyikan dari perangkat penerima dan dihapus dari server Snapchat. Menurut Snapchat, pada Mei 2014, pengguna aplikasi ini mengirimkan 700 juta foto dan video per hari, dan konten Snapchat Stories dilihat 500 juta kali per hari. Perusahaan ini sekarang bernilai $10-$20 miliar menurut berbagai sumber.

Menurut Anda, mengapa popularitas Snapchat kini semakin menurun?

main-thumb-t-89235-200-jpgqgejnornmyzhlwhyhmnttspfdypas

Keputusan Snapchat untuk menjual sahamnya ke publik pada bulan Februari lalu dinilai sebagai keputusan tepat. Nilai induk perusahaan Snapchat, Snap Inc, dilaporkan menurun sebesar 26,5 persen sejak mencapai puncak satu hari setelah IPO.

Pada bulan Mei lalu, Snap Inc dilaporkan mengalami kerugian sebesar USD2,2 miliar (Rp9,3 triliun) pada kuartal pertama tahun 2017 ini. Penurunan tersebut berpengaruh pada valuasi saham Snap Inc, menjadi di bawah USD20 miliar (Rp266 triliun).

Kuartal kedua juga dilaporkan mengalami nasib serupa, setelah Instinet melaporkan dengan pada dua bulan pertama kuartal tersebut, jumlah unduh aplikasi Snapchat mengalami penurunan sebesar 22 persen, jika dibandingkan dengan jumlah di periode yang sama pada tahun sebelumnya. Mengalami pertumbuhan nilai dari USD800 juta (Rp10,6 triliun) pada Juni 2013 menjadi USD23 miliar (Rp306 triliun) saat ini, penurunan jumlah unduh tersebut dinilai tidak biasa. Pada sekuensial berbasis bulan, jumlah unduh meningkat dari enam persen selama kuartal pertama, namu menurun sebesar dua pertiga selama kuartal dua.

Selama periode tersebut, pengguna iPhone dilaporkan menjadi penyebab terbesar penurunan yang dialami Snapchat tersebut, yaitu sebesar 40 persen. Salah satu analis menyebut penurunan yang dialami Snapchat ini akibat Facebook, Instagram dan aplikasi pesan instan lain meniru fitur yang ditawarkannya, terutama fitur Stories.

Hal ini memungkinkan pengguna melihat rangkaian video atau foto yang digabungkan ke dalam bentuk Story, yang dapat bertahan selama 24 jam. Fitur lain yang ditiru oleh aplikasi pesan lainnya adalah lensa, yang memungkinkan pengguna memotret diri dan mengubah wajah menjadi berbagai bentuk dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR).

Untuk mengatasi hal ini, perusahaan Snap.Inc pun melakukan pembaruan dan menambahkan beberapa fitur baru untuk mendongkrak kembali nama Snapchat. Ada 5 fitur yang akan disematkan untuk aplikasi chatting yang dominan dengan warna kuning ini, antara lain:

  1. Birthday Party

Fitur yang sama sebenarnya sudah diadopsi oleh Facebook, setiap ada teman yang berulang tahun kita akan mendapatkan notifikasi dan bisa mengucapkan ulang tahun kepada yang bersangkutan. Fitur yang diadopsi Snapchat ini kurang lebih sama seperti di Facebook, hanya saja terkesan lebih ‘meriah’. Saat berulang tahun, nantinya akan ada emoji kue dan filter khusus yang bisa digunakan. Untuk mengaktifkannya, kamu cukup masuk ke Setting - Birthday - aktifkan menu ‘Birthday Party’.

  1. Voicemail

Sama seperti pesan instan lainnya, Snapchat juga memungkinkan penggunanya mengirimkan rekaman suara atau voicemail. Untuk melakukannya, cukup tekan dan tahan ikon ‘telepon’ di layar chat dan aplikasi akan mulai merekam suaramu, kemudian lepaskan jari untuk mengirim atau geser ke tanda silang untuk membatalkannya.

  1. Travel Mode

Mode ini fungsinya kurang lebih seperti data saver, kamu bisa mengurangi penggunaan data dalam aplikasi menggunakan fitur ini. Untuk mengaktifkannya, klik Profile Screen - Seting - Manage - pilih menu ‘Travel Mode’.

  1. Tebak Judul Lagu

Fitur ini sekilas mengingatkan kita pada Track ID atau Shazam. Fitur ini akan membantumu menemukan judul dan informasi dari lagu yang diputar. Untuk menggunakannya pun mudah kok, kamu hanya perlu membuka kamera di Snapchat dan tekan layar untuk mulai tracking. Setelah muncul hasil, kamu juga bisa membagikannya dengan kontakmu.

  1. Prediksi Cuaca

Agaknya fitur ini terkesan kurang begitu berguna, mengingat di smartphone kebanyakan sudah disediakan fitur sejenis. Namun, apa salahnya jika ada? Toh bisa berguna jika memang dimanfaatkan dengan baik. Untuk menggunakannya kamu hanya perlu menggunakan filter cuaca seperti biasa dan ketuk layar satu kali untuk mendapatkan prediksi cuaca 5 jam ke depan. Kamu juga bisa mengetuk dua kali untuk mendapatkan prediksi cuaca 3 hari ke depan.

Snapchat adalah aplikasi pesan foto yang dikembangkan Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown saat masih kuliah di Universitas Stanford. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat mengambil foto, merekam video, menambahkan teks dan lukisan, dan mengirimkannya ke daftar penerima yang ditentukan pengguna.

Aplikasi Snapchat tersedia untuk perangkat iOS dan Android. Setelah Anda men-download dan menginstal aplikasi, Anda dapat membuat account dan menambah teman. Anda kemudian dapat mengambil “snap” dan kirimkan ke salah satu atau lebih dari orang-orang dalam daftar teman Anda. Anda juga dapat menggunakan Snapchat untuk mengirim pesan teks cepat yang menghilang setelah penerima membacanya.

Untuk mengambil foto di Snapchat, cukup tekan tombol capture saat kamera aktif. Untuk mengambil video, tahan tombol selama beberapa detik untuk merekam klip pendek. Setelah Anda menangkap foto atau video, Anda dapat geser ke kanan atau ke kiri untuk menerapkan filter atau menambah efek lainnya. Anda dapat menekan ikon “T” di kanan atas untuk menambahkan teks dan tekan ikon pensil untuk memilih warna dan gambar sebelum mengirimnya. Jika Anda mengambil selfie, Anda dapat menekan terus di wajah Anda sebelum capture. Ini memungkinkan aplikasi untuk mendeteksi wajah Anda dan Anda dapat menerapkan efek yang menyenangkan untuk selfie Anda sebelum mengirimnya.

Snapchat memungkinkan Anda untuk mengirim secara terkunci langsung ke teman-teman tertentu atau berbagi dengan semua teman Anda dengan menambahkan mereka ke “My Story”. Setelah Anda mengambil foto atau video, Anda dapat menekan ikon “+” di bagian bawah layar untuk menambahkan snap anda. Teman-teman Anda dapat melihat gambar dan video yang telah ditambahkan selama 24 jam setelah Anda mempublikasikannya. Anda juga dapat melihat cerita teman dengan menggesekkan ke layar “Stories” dalam aplikasi.

Namun, Tidak selamanya yang pertama hadir akan merajai pasar. Justru pengikut yang menggunakan strategi sama bisa saja merebut pasar lebih besar. Terutama di dunia teknologi sekarang ini, di mana sebuah inovasi langsung “ditiru” oleh banyak kompetitor yang kadang menghadirkan produk lebih baik. Dan salah satu contoh nyata yaitu yang menimpa aplikasi snapchat.

Snapchat dianggap sebagai pionir media sosial berbasis video singkat berkonsep feed. Penggunanya juga dalam beberapa tahun terakhir meningkat signifikan. Masyarakat biasa sampai selebriti keranjingan Snapchat. Kisah manis yang mulai terasa pahit mulai pertengahan tahun 2016 lalu, ketika Instagram secara mengejutkan merilis fitur serupa seperti Snapchat.

Semenjak merilis fitur bernama Instagram Stories Agustus lalu, pengguna Snapchat menurun drastis. Bagaimana bisa penjiplak yang selalu berkonotasi negatif merenggut kejayaan inovator. Tapi inilah dunia teknologi. Seperti dilansir oleh TechCrunch berdasarkan banyak analisis pakar di media sosial, kualitas si penjiplak ternyata tidak bisa diremehkan dan nyaman digunakan.

Salah satu alasan selain kenyamanan penggunaan dan kualitas, faktor pendorong turunnya pengguna Snapchat adalah ketika fitur Auto-Advance dihapus sejak 7 Oktober 2016. Akibatnya, ketika pengguna membuka dan menikmati banyak feed video secara berurutan akun yang di-follow-nya, kini tidak lagi. Pengguna bisa mensortir feed atau Stories mana saja yang mau ditonton.

Di satu sisi, tentu baik karena pengguna tidak akan melihat video yang tidak mau dilihat saat itu. Tapi artinya dengan semakin selektif, durasi menikmati Stories pasti berkurang.

Jika mau dibandingkan soal popularitas, Instagram tentu saja jauh populer dan familiar walau sebelumnya bermain di ranah berbeda. Sebuah analisis mengatakan para konten kreator yang telat berkontribusi di Snapchat benar-benar tidak melirik platform itu lagi semenjak hadir Instagram Stories. Mereka dinilai lebih familiar dan nyaman menggunakan Instagram Stories.

Snapchat merupakan media sosial yang sempat naik daun di tahun 2015. Namun kini Snapchat sudah mulai ditinggalkan oleh penggunanya. Secara statistik, Snapchat mengalami penurunan selama satu tahun terakhir. Dimulai dari Agustus 2016, penurunan angka viewers Snapchat bervariatif dikisaran 15-40%. Bahkan pada pembukaan saham tahun 2017, nilai saham Snapchat pun merosot. Disisi lain, pengguna Instagram stories terus meningkat. Seiring juga dengan pengguna Instagram yang terus meningkat yang kini menyentuh angka 700 juta user’s.

Snapchat sebagai pencetus fitur video stories singkat, kini menjadi tertinggal dari kompetitor yang “meniru” idenya. Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat Snapchat kini semakin tertinggal, salah satunya adalah karena tidak adanya inovasi yang signifikan. Snapchat terlalu monoton dan penggunanya merasa bosan dengan fitur Snapchat yang itu-itu saja. Tanpa melakukan inovasi, penambahan, pembaruan pada fitur tersebut, tentunya para user sedikit demi sedikit akan meninggalkannya. Para pengguna sosial media sekarang membutuhkan segala fitur atau platform dengan format-format yang lebih segar.

Jumlah pengguna Instagram sebenarnya cukup mempengaruhi penurunan pengguna Snapchat. Rata-rata pengguna Snapchat juga memiliki akun Instagram. Banyak juga pengguna Instagram yang tidak memiliki akun Snapchat. Pada awalnya, kedua sosial media ini menyediakan fitur-fitur yang berbeda. Namun ketika Instagram meluncurkan fitur Instagram storiesnya, Snapchat pun semakin menurun. Pengguna Instagram pun tidak perlu berpindah aplikasi atau mendownload aplikasi lainnya untuk menikmati fitur stories singkat.

Untuk masalah bisnis, Snapchat sepertinya masih kalah jauh dengan Instagram sebagai media dalam promosi pemasaran produk. Kita semua mengetahui bahwa saat ini, bisnis online sangat digandrungi para pelaku bisnis. Cara promosi yang lebih praktis, pembelian yang lebih mudah menjadi alasan para pebisnis untuk menjajakan produknya dengan sistem online. Instagram menjadi salah satu media yang sangat diminati untuk mempromosikan dagangan mereka. Dengan fitur berbagi foto atau video, para produsen atau penjual bisa menawarkan produk mereka dengan foto ataupun Endorse. Sementara di Snapchat, sepertinya kurang cocok untuk melakukan promosi produk bagi para pelaku bisnis.

Ini menjadi pelajaran juga untuk kita, bahwa sebenarnya Penggagas tidak selamanya akan lebih sukses. Bahkan sang penirulah yang ternyata bisa lebih sukses dan lebih populer. Oleh karena itu, kita harus selalu siap untuk menghadapi perubahan yang ada di pasar dan harus selalu memiliki inovasi terbaru yang kreatif.